-->

Pages

Wednesday, November 1, 2017

Mommy Talk : Our Short Escape

"Een Dag In De Lands Plantentuin te Buitenzorg."




Begitu mungkin kata Oma-Oma Belanda, "sehari di kebun raya Bogor". Eh..nggak sampai sehari sih, cuma dua atau tiga jam aja kok :D Minggu kemaren anak-anak pada bosen, pingin halan-halan, tapi suasana lagi mager karena hari-hari isinya mendung-hujan. Kalau kita yang udah tua-tua gini, yang udah abis energi dari senen ampe jumat ngukur jalan, pas libur kadang pengennya ya libur aja, guling-guling di rumah, nggak ngapa-ngapain. Tapi anak-anak mah lain, baterenya Lithium Ion, ngga kenal capek ngga kenal males, muterrrrr terus maunya. Ya sudah, biar adil, sini nggak terlalu kecapean, tapi sono juga nggak bosan, kita cari short escape. Yang deket2 dari rumah aja biar kalo ujan gampang pulangnya (modus) :D




Akhirnya dipilih kebun raya bogor jadi tujuan lokasi. Deket, trus ganti suasana biar nggak mol lagi mol lagi, terus juga mendung (modus lagi) jadi nyonya bisa leluasa jalan-jalan tanpa kuatir kulit gosong terpanggang :D




Kebun raya ini memang lokasi fotoable banget. Tanamannya terawat, suasananya asri dan bersih. Tempatnya juga luaaas... puas deh buat muter-muter asal kuat kakinya. Kita juga sempat naik bis wisata keliling kebun raya.



Bahkan kita berkesempatan melihat bunga bangkai yang sudah sampai tahap menjelang mekar, alias walaupun masih kuncup tapi udah besaaar kuncupnya. Seumur-umur jadi warga Bogor, baru kali ini dapat momen melihat bunga bangkai. Karena bunga ini nggak selalu ada. Ada siklusnya, jadi setelah mekar, dia layu rontok, dan setelah beberapa waktu baru tumbuh kembali. Kata petugasnya, bunganya baru akan mekar 2-3 hari lagi, jadi minggu depan mungkin sudah mekar sempurna. Untuk sejarah kumplit kebun raya Bogor bisa dicek di tautan ini.




Habis itu pulangnya kita mampir ke Kedai Kita. Dulu tempat makan ini pernah jadi favorit sewaktu buntut baru satu. Tapi semakin ke sini kok ya semakin rame, yang dari sisi pariwisata berarti promo wisata Bogor berhasil sih, sehingga wisatawan domestik semakin banyak berdatangan. Tapi dari sisi warga kota Bogor, kalau rameee buanget gitu jadi malah jadi males ya :D mending cari lokasi lain yang nggak terlalu susah nyari tempat buat duduk. Alhamdulillah kemarin begitu nyampe Kedai Kita langsung dapat di tempat duduk yang nyaman. Kita pesan nasi goreng dan pizza kayu bakar. Wood-fired oven pizza ini memang jadi signature dish-nya Kedai Kita. Anak saya suka pizza-nya (dah emang dasarnya penggemar pizza haha).







Dari sisi kreatif, minggu ini nggak banyak kemajuan berarti sih. Saya masih proses dengan rajutan (calon) tas ini. Dan progress membaca juga masih belum selesai jadi ya belum bisa mereview. Tapi bagi saya bukunya bagus, jadi nanti pasti akan saya review. Doakan saja semoga cepat selesai bacanya ya :D



Cuaca yang nggak menentu, panas-mendung-hujan dan balik panas lagi, membuat badan rentan kena flu. Kayanya udah saatnya mengeluarkan stok suplemen vitamin. Tetap sehat-sehat yaa semuaa...


Saturday, October 28, 2017

Crochet Talk: Spice of Life Blanket (Finished!)

Sudah masuk bulan Oktober. Hujan mulai sering mengguyur. Kalau di sisi lain bumi, sudah mulai masuk musim gugur kan ya? Pergantian musim selalu membawa mood yang berbeda. Kalau buat saya, musim hujan membuat lebih slow, lebih melankolis, lebih syahdu. Plus bawa flu juga karena jadi sering hujan-hujanan. Beberapa waktu lalu ketika hujan deras melanda Jakarta pagi hari, saya sukses merendam sepatu sneakers di jalanan yang banjir. Yah, begitulah, selalu ada plus dan minus di setiap hal dalam hidup kita bukan?





Nggak terasa sudah tiga perempat tahun 2017 kita lewati ya. Berapa resolusi awal tahun yang sudah tercapai? Sudah semua, atau malah resolusinya berubah di tengah perjalanan? Resolusi terbesar saya yang alhamdulillah tercapai tahun ini adalah lulus sekolah. Perdjoeangan bok, buat emak berbuntut dua untuk ngelarin sekolah. Apalagi di saat-saat genting batas akhir sidang, eh malah bibik yang ngasuh anak-anak minta pulang kampung a.k.a berhenti. Doh, bayangpun setelah itu saya harus jinjing anak sholih kemana-mana karena nggak ada yang ngasuh di rumah, nguber pembimbing, ngolah data, sementara kakaknya dititip di penitipan (gak mungkin keles bawa dua bocah, naik KRL, bawa laptop + buku2 rujukan) *lap keringet*. Alhamdulillah selesai tepat waktu. Masih rada nggak percaya sih sekarang, kok bisa lulus juga ya? :D Tapi Alloh Maha Baik, selalu menunjukkan jalan dan menurunkan pertolongan :) 





Salah satu resolusi lain yang nggak ngira bakal tercapai adalah bikin selimut. Selimut ini lho, selimut. Blog post pertamanya udah saya posting beberapa waktu lalu di sini. Yang kata temen saya si tukang rajut mood2-an ini kalaupun saya bikin, paling selesainya ntar kalo anak udah lulus SD. :D Terrrnyataaa….. tetot! Ramalanmu salah, teman! Kelar niiih.. kelaaar… hahaha sumpah bangganya minta ampun. Karena nggak ngira juga bakalan kelar. 





Sekali lagi terima kasih se-gunung Galunggung buat teman-teman di komunitas rajut Have Fun With Yarn karena sudah menyelenggarakan Crochet Along (CAL) yang super menyenangkan ini. Walaupun saya sempat telat dua hari dari deadline upload foto jadi si selimut karena jadwal kantor lagi nggak rukun (banget) sama hobi. Ini juga membuktikan bahwa sisi kreatif saya lebih tereskploitasi maksimal kalau dikejar deadline (penyakit ini mah ya, hahaha). Soalnya CAL ada satpamnya, the very talented Wulan. Makasih banyak yaa Wulan atas kesabaran dan pengawasannya, hahaha….





Pola Spice of Life Blanket ini beginner friendly menurut saya, tutorialnya jelas, foto-fotonya juga jelas. Masalahnya hanya pada beberapa jenis stitch, lebar rajutannya tidak sama. Sehingga kita harus ngakalin dengan ganti nomer hook yang sesuai supaya rajutannya tetap stabil lebarnya. Contohnya untuk stitch yang banyak chain/rantai yang lebar rajutannya relatif lebih kecil, saya pakai hook dua nomer di atas hook yang biasa saya pakai supaya nggak mengkerut. Trial and error aja, karena tensi rajut masing-masing orang nggak sama.





Supaya selimutnya lebih rapi dan lebarnya sama di kedua sisi, saya sempatkan blocking. Blocking ini memperbaiki bentuk selimut supaya lebih "persegi" dan rapi. Karena saya pakai benang sisaan which is mostly katun bali, hasil jadi selimutnya jadi berat. Susah juga dipake selimut kalau berat :D Jadi rencananya saya lapis kain di sisi dalamnya, terus mungkin bakal dipakai untuk cover sofa atau taplak. Belom tau juga si jadinya kaya gimana, nunggu sempet ke penjahit untuk jahit kainnya. Secara mesin jahit portabel murmer punya saya gak bakal kuat untuk jahit kain + rajutan + pelapis.






Spice of Life Blanket
Benang : Katun Bali Big Ply dan Soft Cotton Big Ply
Hook : Tulip 5/6 dan 7/8 tergantung jenis stitch


Sangat menyenangkan membuat selimut, dan sudah berencana untuk merajut selimut lainnya. Doakan saya ya, walaupun nggak ada satpamnya (seperti waktu CAL), tapi tetap konsisten ngerjain proyekan :D


Friday, September 29, 2017

Crochet Talk: Hexagonal Bag, Tas Rajut untuk Nias Barat

Follow my blog with Bloglovin
Beberapa hari ini Jakarta (dan kota-kota lain juga) dirundung mendung menggantung. Dua hari berturut-turut hujan mengguyur di pagi hari. Saya jadi harus berjibaku rebutan ojek, bajaj, dan sarana lain untuk mencapai kantor dari stasiun KRL. Yaaa, termasuk berjibaku mencari jalanan kering, yang nggak selalu berhasil dan berbuah satu-dua (bahkan tiga) celupan sepatu sneakers ke dalam genangan :'( 

Tapi kabar baiknya adalaaaah... Today is friday, and friday is friyay! Lupain susah rempongnya jalanan di hari kemarin, karena besok udah libuuur... Udah ada rencana buat besok? Saya jelas sudah. Some walks with the kids, maybe. And some crochets, definitely. :D Ngomong-ngomong soal rajutan, saya masih ngerjain proyekan ini. Baru selesai separo dari seluruh pattern week 4 huhuhu... banyak banget ya row-nya di pattern terakhir, hiks. Malem ini mau ngebut, moga2 kekejar.


Sambil nungguin WIP selimut, kayanya saya belum jadi upload tas tempo hari ya? Kelupaan. Untuk yang ga sempet baca postingan sebelumnya, sekitar awal tahun ini mbak Emilia (Emak Farah) mengajak teman-teman perajut untuk merajut tas sekolah bagi adik-adik SD Negeri Pulau Bawa, Kecamatan Sirombu, Nias Barat. Tas rajut ini untuk mendukung mereka yang tetap semangat pergi sekolah walaupun dalam banyak keterbatasan. Dengan gedung sekolah cuma dari papan ala kadarnya, seragam yang mungkin hanya ada satu-dua, sepatu mungkin tidak punya, bahkan membawa buku pun hanya dengan plastik kresek, mereka tetap pergi sekolah. Hebat ya.. Saya jadi malu. Menjadi pengingat buat saya yang masih mengeluh dari A sampai Z padahal sudah begitu banyak nikmat Alloh SWT dilimpahkan kepada saya :'(. 









Respon terhadap Mbak Emilia sangat baik, alhamdulillah. Tidak hanya tas rajut, tapi bantuan perlengkapan sekolah lain juga mengalir. Terima kasih ya Mbak, sudah mengajak kami berbagi, semoga ke depan ada kesempatan lagi untuk bergabung di event serupa.


Saya juga ikut berpartisipasi. Karena keterbatasan waktu, saya hanya membuat satu tas rajut saja. Tapi walaupun hanya satu, membuatnya dengan penuh cinta lho. Perlu waktu berminggu-minggu untuk menyelesaikan satu tas rajut ini, secara bikinnya juga disempet-sempetin di sela-sela waktu luang. Alhamdulillah selesai, dan bisa dikirim. Mudah-mudahan bermanfaat.


Tas ini menggunakan teknik tapestry crochet dengan pola ngarang :D Pokoknya mengarang indah. Motif hexagonal biasa, yang mudah dan nggak perlu pakai chart. Saya menggunakan benang polycherry, habis berapa gulung ya, lupa. :D Udah agak lama soalnya.








Mudah-mudahan tas ini bisa bermanfaat untuk siapapun yang menerimanya di sana. Mungkin belum sempurna, masih ada mirang-miring salah itung di beberapa tempat, sambungan bawah juga masih kurang rapi, tapi semoga yang menerimanya suka dan merasakan ada cinta dalam setiap rajutannya :D





Saya jadi kangen bikin tas tapestry crochet lagi (padahal masih ada proyekan tas yang belum kelar, uhuk). Mungkin nanti deh abis kelar rajutan selimut ini, selimut selanjutnya, dan atasan. Hahaha, banyak amat ya. Biasa, penyakit khas crafter. Banyak maunya, terbatas kemampuannya. :D



Selamat liburan ya, happy weekend everyone!