-->

Pages

Tuesday, September 26, 2017

Crochet Talk : Spice of Life Blanket

Mumpung masih ada waktu nih sebelom jam pulang kantor, mari update blog. Masih seputaran proyekan kreatif bareng temen2 have fun with yarn. Setelah tempo hari akhirnya berhasil bikin atasan rajut pertama saya lewat event Knit Along (KAL) nya yang seru banget, kali ini HFWY sukses menebar racun kedua, yaitu mengajak saya bikin selimut lewat event Crochet Along (CAL). Tadinya nggak pingin ikutan, tapi kok ya begitu ngelihat hasilnya cuantik-cuantik seliweran di depan mata, runtuhlah tembok pertahanan :D Nggak pernah ngebayangin saya bakal bikin selimut, secara selimut itu kan gede banget. Lha wong bikin pouch kecil aja berminggu-minggu, gimana mau bikin selimut. Kata temen saya Opat yang sesama perajut angin-anginan dan mood-moodan, "Itu selimut tar kelarnya pas anakmu lulus SD, Mbak." :D

Tapi karena nggak tahan lihat foto instagrammable bertebaran buat selimut ini, akhirnya bonek aja, bondo nekad gabung ikutan CAL. Benangnya aja seada-adanya, semua pakai benang sisaan, katun bali big ply, soft cotton big ply, ada juga katun big ply. Hooknya pake ukuran 5.0, 6.0, 7.0, tergantung benang, mana aja yang bikin rajutannya lurus nggak meletat meletot secara ukuran benangnya beti alias beda-beda tipis :D :D Colorway? Gak jelas juga, lha wong namanya benang sisaan. Pokoke yang penting saya ikutan.

Saya enjoy banget merajut selimut ini, polanya beginner friendly, banyak foto2  yang membantu banget dalam memahami berbagai jenis tusukan (stich) baru. Merajut selimut ini malah jadi momen relaksasi saya buat mengendorkan urat leher ama kepala yang spaneng di kantor sepanjang hari :D Polanya relatif mudah, tiap baris ganti model tusukan/stitch dan ganti warna, jadi nggak gampang bosan. Saran saya sih perhatiin hasil rajutan dengan baik tiap selesai ngerjain beberapa baris, kalo ada yang mencurigakan semisal nampak mencong atau mengkerut, coba hitung stitch-nya siapa tau ada yang kurang atau kelewat. Saya sempet pengen nangis gara2 salah itung, selimutnya mengkerut, dan harus dedel berbaris2!

Progress CAL lumayan lancar sejauh ini.
Week 1, slamet sukses upload sesuai jadwal.
Week 2, ngos-ngosan karena kudu ngulang rajutan, separo lebih didedel karena salah itung :D

Di luar dugaan, ternyata hasilnya cantik lho! Nggak percaya? Lihat aja nih foto2nya. Cakep, warna2 earthy dan bold. Saya jadi ketagihan bikin selimut. Kayanya habis ini saya mau bikin selimut lagi deh :D Yang penting sekarang kelarin dulu week 3, secara pattern week 3 ada 60-an lebih baris, bakal lebih ngos-ngosan dari week 2. Dan karena wiken kemaren rempong ngajak halan-halan anak2, jadi rajutan ngga kepegang. Semoga masih bisa ngejar sesuai jadwal deh. Sumangaaattt!

Woops, udah jam pulang nih, segini dulu ya, tar update lagi kalo progressnya udah nambah ;)

Pola : Spice of Life Blanket by Sandra Cherry Heart
Benang : Campuran katun bali big ply, katun big ply, dan soft cotton big ply.







Tuesday, September 12, 2017

Knit Talk : Breanah Croptop KAL dan Review Benang Rajut Onzie

Agustus kemarin menjadi bulan sibuk dengan banyak hal baru. Saya mulai aktif ngantor lagi nih setelah dua tahun leyeh-leyeh nikmat tiada tara jadi IRT haha.. Berbarengan di bulan Agustus juga, saya bergabung dengan komunitas perajut Indonesia di akun have fun with yarn.



Komunitas have fun with yarn ini beneran seruuuuu banget, inspiratif, penuh semangat, dan memacu saya untuk belajar banyak hal baru di dunia rajut-merajut. Awalnya, saya cuma terbiasa dengan rajutan crochet. Rajutan crochet menggunakan satu jarum yang sering disebut hook/hakpen. Selama ini saya hanya mengerjakan rajutan crochet untuk aksesoris saja seperti dompet dan tas. Saya jarang bikin rajutan wearable alias rajutan yang dipakai di badan, karena saya kurang sreg dengan hasil rajutan wearable menggunakan teknik crochet yang menurut saya hasilnya lebih tebal, kurang cocok dengan iklim tropis, dan motifnya banyak bolong-bolongnya (pola yang banyak beredar sih begitu, jarang saya lihat rajutan crochet yang rapat). Saya lebih suka rajutan wearable yang menggunakan teknik knitting, knitting ini merajut dengan dua jarum yang sering disebut knitting needle/jarum knitting. Saya sebenarnya sudah lamaaaaaa kepingin banget belajar knitting. Efek racun dari komik-komik Jepang yang bercerita kalau tiap valentine banyak anak cewek yang merajut sweater untuk anak cowok yang disukai, romance amat yes :D Buat yang ingin tahu lebih jelas tentang bedanya crochet dan knitting bisa lihat di sini.




Have fun with yarn mengajak saya melintasi batas kemampuan ini :D Pertama gabung dengan grupnya, pas banget ada pengumuman KAL (knit along) atau event merajut knitting bersama-sama. Dalam KAL biasanya para anggota akan diberikan pola yang sama, dan dikerjakan secara bertahap sesuai jadwal yang ditentukan. Serunya, kalau KAL kita jadi terpacu untuk mengerjakan, karena ada deadline jadwal dan banyak temen barengannya :D. Nah, tempo hari itu ada pengumuman Lacy Croptop KAL, bikin atasan berbentuk croptop dengan motif lace. Aduh lihat foto bentuk jadinya yang unyuuuuu banget, saya gak tahan banget buat ndaftar ikutan KAL. Bonek nih, bondo nekat, level beginner aye-aye mo bikin croptop. Tapi yaaaaa, ndaftar juga sih hahahaha....


And I was so lucky to join the KAL. Moderatornya mbak Sally Yanita super sabar dan super keren, ilmu yang dibagi banyaaaaak... Walaupun harus banyak kuota internet soalnya streaming Youtube melulu :D Lhaaa gimana lagi, lebih enak nonton video kan buat belajar knitting, kalo cuma gambar atau penjelasan doang mah belibet. Total KAL nya ada 6 minggu, bertahap dari bikin krah, lalu bagian dada, bagian body, terakhir lengan. 


Selain belajar teknik baru, saya juga kenalan sama benang baru. Yang tadinya cuma tahu benang tas (polycherry dan nylon) yang relatif keras teksturnya, sekarang pakai benang lembuuuutt... tangannya ampe kaget biasa kerja keras sekarang harus pake perasaan :D Saya pakai benang onzie, beli di mayacraft. Benangnya tebal, tapi lembut, dan lentur, enak banget dirajutnya. Dan cakepnya lagi, saya udah coba cuci benang ini pake mesin cuci, cuci barbar lah dicampur ama baju lain pake rinso dan dikeringin juga :D dia gak berubah dan gak luntur, hanya sedikit berbulu tapi masih tolerable, masih cakep lah dipakenya. Jenis benangnya karena ply nya tebal, ya hangat lah ya dipake.




Untuk croptop ini, asalnya panjangnya pas puser seksi2 gitu, tapi untuk versi saya, saya panjangin bodynya sampai bawah. Jadi sebenernya udah bukan croptop lagi, melainkan top doang ga pake crop :D. Saya buat untuk ukuran anak saya, XS, dan jadi bagus deh, pas dipake sama anak saya (memuji diri sendiri nih haha). Oiya, polanya free lhoo... di-reveal oleh moderator di minggu terakhir KAL. Untuk yang berminat, bisa download polanya di sini.




Secara keseluruhan, saya puas banget sama hasilnya, dan udah punya banyak rencana proyekan knitting baru nih di kepala. Nagih beneran! :D Sekali lagi terima kasih yaa.. buat komunitas super seru have fun with yarn, buat moderator, buat para master knitting baik hati yang upload video knitting di Youtube. Lope lope lope you all!


Monday, February 13, 2017

Crochet Talk: Progress on Hexagonal Tapestry Crochet

I love tapestry crochet and its infinite possibilities to create motif. I saw this beautiful hexagon motif on Molla Mills Instagram account and I really want to have one like that for me. It is actually one of the pattern in her book, that took forever to be translated to English (originally published in Finnish). I can't stand seeing the beauty of that hexagon motif bag so I decide to make one for me. 




I made several tapestry crochet bags and pouches before, but all were made using single crochet stitches, a common way to make tapestry crochet. This hexagon motif, as can be seen in her post, was made using double crochet stitches. This is my first time of making tapestry crochet with double crochet.






One of the difficulties in using double crochet to make tapestry crochet is the nature of the stitch which is "more loose" than single crochet stitch. It is easier to have holes since it is not as tight as single crochet. The possibility of having unused yarn unproperly hidden is greater, so the unused color can be seen from front side of the work.

Another difficulties is to maintain tension. To make it neater and have less holes, the tension needs to be tight. While in the other hand, I am a kind of crocheter who tend to crochet in loose tension. I don't really like muscle work :D If you see it carefully, you'll notice that the bottom of the bag is wider than the upside because I crochet "more loose" in the bottom before realized the holes was everywhere and my unused color was seen here and there :D.






This bag took lots of stitches and time (since I am a very slow crocheter), because it is big in size. I love big size bag, that's why I make this one :D I think of doing a crochet strap rather than using double leather handles like Molla Mills did. It's gonna be a cute hobo bag. Well, I have decided it. I'm gonna make a hobo bag. 

This post was made as part of #yarnlovechallenge day 12: Progress