-->

Pages

Thursday, May 31, 2018

Progress Stitch Along (SAL) Harta Karun Mei 2018

Ini hari terakhir bulan Mei yak?! Injury time banget. Nyarisss gak ada update-an blog di bulan ini *lap keringet*. Padahal tahun ini punya cita-cita mulia buat publish minimal satu blog post tiap bulan. Iya, s-a-t-u doang, udah ambil paling minimal nih karena ga berani muluk-muluk (masa mau nol postingan sebulan, itu mah sama aja ngga ngapa2in 😁). Tadinya udah pasrah, kayanya kok bulan ini nggak bakalan sempat. Tapi ternyata malem ini anak2 lumayan kalem -clearly not a thing you meet everyday- jadi ibunda ratu bisa nggelar laptop.


Saya udah pernah posting kan ya di sini, tentang proyekan Stich Along (SAL). SAL adalah agenda mengkristik bersama komunitas kristiker. SAL yang saya ikuti di tahun ini adalah SAL harta karun, digagas teman-teman dari Kristiker Borneo. Disebut SAL harta karun, karena dalam SAL ini boleh menggunakan kit mana saja yang jadi harta karun (alias timbunan) peserta SAL. Temanya bebas tidak dibatasi, jadi cocok banget nih buat mulai buka kit-kit yang selama ini dibeli doang tapi dikerjain kagak πŸ˜‚. Setiap akhir bulan peserta wajib setor perkembangan SAL minimal 3 grid. Iya kali "cuma" 3 grid, tapi ngos-ngosan. Buat ukuran pengkristik amatiran yang bikin tusukan aja masih nunak-nunuk macam saya ini, segitu udah buanyak banget.


Kristik ini sungguh bukan craft yang bisa diremehkan, menuntut kesabaran dan ketelatenan. Bikin stitch kuwecil-kuwecil satu persatu, belom pake warna segambreng jaya jadi gonta-ganti benang melulu. Ngerjainnya gak bisa dibawa ngebut bok, harus telaten dan rajin megang saban hari, prinsipnya sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Apalagi kalau pakai kristik modern yang menggunakan kain Aida. Coba deh ambil yang ukuran Aida di atas 14ct. Jereng jereng dah itu mata πŸ˜‚.


Seperti sudah diinfokan di postingan sebelumnya, untuk SAL harta karun ini saya mengikutsertakan kit yang sudah ditimbun di lemari seumuran anak kedua saya (belinya pas hamil anak kedua, baru dibuka lagi sekarang pas anaknya udah mau masuk sekolah πŸ˜‚). Kitnya keluaran Soda Stich, brand asal Korea yang kondang dengan desain kristik yang imut-imut banget. Beneran imut, sungguh mendorong kita untuk memasukkan semua kit mereka ke dalam keranjang belanja *kekep dompet setop belanja kit*. Kit Soda Stitch mudah dan nyaman dikerjakan, gambar polanya besar dan berwarna, dicetak di atas kertas glossy tebal, sehingga walaupun ketumpahan susu, bubur, ingus dan segala macam tumpahan lainnya, pola kristik tidak rusak dan tetap mudah dibaca.


Untuk SAL kali ini, saya memilih World Collection kit edisi girls-nya (edisi boys belom punya). Ada busana tradisional dari 8 negara dalam kit ini, meliputi: Korea, Belanda, India, Cina, Yunani, Spanyol, Jepang dan Mesir.



Progress SAL yang dicapai di bulan Mei ini, saya bisa menyelesaikan satu karakter: Korea (my most favorite, yeay!). Saya suka sekali dengan hanbok, kostum tradisional Korea. Jadi inget Dae Jang Geum di salah satu serial drama favorit saya, Jewel of The Palace 😍 Karakter Korea ini pakai warnanya banyakk.. sampe pegel ganti-ganti warna melulu. Tapi worth the effort sih, jadinya cantik banget 😍



Kepinginnya sih tiap bulan bisa selesai satu karakter. Jadi kalau ada 8 karakter, bakal makan waktu 8 bulan ya πŸ˜… Lama amat ya, kapan bisa beli kit baru dong *teteup* πŸ˜‚ Okelah, kita selesaikan satu persatu.

So, sementara sekian dulu update-nya. Dengan ini berarti sah ya, postingan bulan Mei sudah dipublish 😁 Selamat menunaikan ibadah Ramadhan bagi kaum muslimin. Semoga menjadi bulan barokah dan kita semua diberikan kelancaran dan kemudahan dalam menunaikan ibadah, aamiin..

Thursday, April 26, 2018

April Pictorial: Dari Perca sampai Kebun

Nggak terasa ya, tahu-tahu sudah penghujung April. Bulan ini banyak yang terjadi, ada kehilangan, ada perjalanan, dan banyak hal yang menjadi pelajaran berharga. Semua bermuara pada satu hal: family comes first. People come and go, things change, but life goes on. Kami bersyukur bisa menjalaninya bersama sebagai satu keluarga yang saling menopang dan menguatkan satu sama lain, alhamdulillah.


Di antara banyak hal yang harus dikerjakan, bulan ini saya masih bisa menyelesaikan beberapa WIP per-hobi-an. Mulai dari PR taplak perca yang dari jaman dulu kala itu. Awal mulanya waktu sedang jalan-jalan di mall dengan anak-anak, ada counter expo yang menjual pernak-pernik dari kain perca. Saya langsung jatuh hati dengan warna-warna pastel shabby chic-nya, dan kombinasi perca (patchwork) nya, mana pas harganya lumayan miring. Langsung dah ngangkut satu dan dibawa pulang πŸ˜„ Sampe rumah sempat saya pakai untuk alas foto, hasilnya lumayan cakep, jadi makin suka. 


Setelah saya lihat-lihat, potongan pola pembentuk kombinasi percanya sederhana, hanya kotak-kotak saja. Saya jadi teringat gumpalan tumpukan kain sisa jahitan yang macam-macam motif dan warnanya. Wah, bisa nih bikin beginian pake kain sisaan, kenapa nggak dicoba aja? Akhirnya saya keluarkan semua harta karun, plus tambahan gombal πŸ˜„ minta ke tetangga yang punya usaha tas handmade. Biasaaa, mak-mak aji mumpung hobinya ngangkut gratisan πŸ˜„ maaci yaa tetanggaku yang baik hati dan tidak sombong 😚

Dengan bekal gombalan sumbangan dan sisaan yang ada di rumah, saya mulai bikin sketsa taplak perca. Saya hanya membuat desain saja, untuk menjahit saya pasrahkan ke tetangga yang penjahit. Kalau ngerjain sendiri jahitannya, walah kapan waktunya. Gak bakal sempet, ntar malah taplaknya nggak jadi-jadi. So, biarlah ahlinya saja yang mengerjakan πŸ˜„πŸ˜„ saya nyumbang gambar desain saja πŸ˜„


Daan.. beberapa minggu kemudian, potongan kain perca ini sudah pulang kembali dalam bentuk taplak yang cantik. Proses menjahitnya tertunda cukup lama karena ternyata kain sisaan yang ada kurang, jadi harus beli kekurangannya lagi ke toko kain. Walaupun begitu, upaya dan waktu yang dihabiskan sepadan dengan hasilnya. Saya suka saya suka saya suka.



Cantik kaaan.. pas digelar di meja makan juga hasilnya cantik πŸ’– Saya jadi punya segudang ide untuk membuat jahitan perca lainnya. Tapi karena kain gombalan sudah habis, jadi harus belanja kain lagi hahaha... (alesan aja ini mah).


Selain taplak perca, saya juga berhasil menyingsingkan lengan baju buat bersih-bersih kebun. Eh, cuman sepetak doang apa cocok ya disebut kebun? Tapi lumayan lah, bisa bersih-bersih rumput jadi dan sulur-sulur daun, jadi lebih terang.



Saya juga berhasil menyemai brokoli di hidroponik. Agak sulit menyemai biji brokoli. Dari semua yang disemai, paling hanya 40% yang berkecambah dan tumbuh daun. Sisanya nggak berhasil disemai. Yang berhasil muncul kelopak daunnya kemudian saya pindahkan ke hidroponik. Walaupun sesungguhnya nggak yakin juga itu akar brokoli dewasa bakal muat apa enggak di pipa hidroponik. Entahlah, namanya juga uji coba, kita lihat saja 😰 Tapi sejauh ini sih tampak sehat.


Belimbing wuluh juga masih rajin berbuah. Ini pohon kami yang jadi favorit tetangga, sering banget tetangga datang dan minta buahnya, terutama buibu yang senang masak dengan buah ini. Asem-asem seger rasanya, cocok untuk sayur garang asem.


Karena terinspirasi banget sama Oma Rhonda dan simple living blog post seriesnya, apalagi April ini adalah bulan berkebun, saya jadi semangat nih mau nyoba bertanam sayuran di media tanah. Selama ini hanya berkebun tanaman hias di media tanah dan sayuran di media hidroponik, belum pernah coba berkebun sayuran di media tanah. Cocok dicoba nih, apalagi kapasitas hidroponik saya terbatas karena ukurannya tidak terlalu besar.

Beberapa waktu yang lalu saya pun menyempatkan diri mampir ke Toko Trubus di Cimanggis Depok. Ini mah surga buat tukang kebon buah sama sayur πŸ˜ƒ hampir semua yang dibutuhkan untuk berkebun buah dan sayur, sampai bukunya pun ada di sini. Mas-mas nya juga baik, saya banyak bertanya tentang cara berkebun dan bagaimana mengolah tanah untuk pot. Saya membeli bibit wortel dan terong ungu, fertilizer organik untuk pupuk, pot panjang dan pot pembibitan. Kalo ngga mengingatkan diri bahwa pulang dari situ naik KRL, pasti udah saya angkut juga media tanah yang ada di karung-karung πŸ˜ƒ Dah media tanah ntar beli deket rumah aja, beratttt bok!






Walaupun lelah karena gotong-gotong belanjaan dari Trubus di KRL (pas jam sibuk pula), tapi puas alhamdulillah, ada ilmu yang diperoleh dan ada belanjaan yang ditenteng πŸ˜ƒ. Tinggal praktek nanti kalo pas wiken (semoga sempet hehehe).


Tuesday, March 13, 2018

World Collection - Soda Stitch

Saya punya adiksi baru nih.. kecanduan sama mainan lama. CLBK ini mah judulnya, cinta lama bersemi kembali πŸ˜‚ Udah beberapa minggu terakhir ini break dari merajut. Pingin cari pandangan baru, biar nggak jenuh. 



Pas kebetulan, anak saya lagi seneng-senengnya sama tema adat istiadat, karena di sekolahnya ada acara pengenalan kebudayaan nusantara. Acaranya cukup bagus, ada pentas untuk anak-anak dengan membawakan busana adat masing-masing daerah, ada tour antar kelas. Dalam class tour, setiap kelas punya tema sendiri-sendiri, ada yang memutar film dokumenter kebudayaan nusantara, ada yang menyajikan makanan khas daerah, ada juga yang memajang boneka dan suvenir khas daerah. Banyak pengetahuan yang bisa dipetik anak-anak.




Dan seperti biasa, di setiap anak-anak punya acara, emak-emak selalu ikut rempong melibatkan diri πŸ˜‚ Alhamdulillah acara berjalan lancar dan ananda duta budaya Kalimantan pun bisa naik pentas. I am a really proud mommy 😍😘


Nah, paska acara pengenalan budaya itu, anak saya jadi tertarik dengan tradisi dan adat istiadat baik nusantara maupun dunia. Trus dia jadi inget nih, kalau emaknya di jaman dahulu kala pernah bikin kristik baju tradisional berbagai negara, yang begitu dimulai beberapa stitch langsung mangkrak masuk lemari πŸ˜‚ Alasannya waktu itu baru punya bayi (anak kedua), dan ternyataa oh ternyataa... susah ya mengkristik sambil momong bayi plus kakaknya πŸ˜… jadi masuk kotaklah proyekan tersebut.


Demi menuruti permintaan anak gadis, kemarin saya ubek-ubek lemari sampai nemu kit jadul itu. Alhamdulillah ketemu, dan kondisinya masih bagus karena dulu dibungkus rapi. Masyalahnya adalah gridding (garis kotak-kotak) yang udah terlanjur digambar pakai water erasable pen di masa itu, yang mana notabene adalah sekitaran 4 tahun yang lalu, tintanya udah menjadi blawur dan mbladus (maafkan kosakata ini, gak nemu padanannya di bahasa baku). Pertanyaan pertama adalah "Ini ntar masih bisa ilang gak ya kalo dicuci?" Jangan-jangan udah meresap dan bermutasi di kain dan gak bisa dihilangkan lagi πŸ˜‚ Dasar emak-emak bonek, yowislah markiba, mari kita coba sahaja. Kalo dicuci ilang ya syukur. Kalo ngga bisa ilang, yasudah terpaksa jurus pamungkas, background dikristik semua pakai benang putih buat nutupin πŸ˜…



World Collection Kit ini keluaran Soda Stitch, penyedia pola dan kit kristik dari Korea. Ciri khasnya adalah model figur yang imut dan komikal. Saya sudah pernah menyelesaikan satu kit Soda Stitch (cuma lupa foto pas selesai, udah kadung dikasih ke orang, adanya foto WIP aja) dan suka dengan kitnya yang berkualitas.

Satu kit Soda Stitch yang berhasil saya selesaikan, cuma lupa difoto setelah selesai πŸ˜…

Pola Soda Stitch dicetak ukuran besar di atas kertas tebal berwarna, kain Aida yang disediakan lebih besar dari kebutuhan, dan benang yang digunakan adalah benang DMC yang kondang berkualitas baik. Terbukti pada WIP yang masuk kotak timbunan 4 tahun dan masih bagus kondisinya.


World Collection Kit yang saya kerjakan ini, hanya versi girl-nya saja. Ada 8 anak perempuan berbusana tradisional negara Korea, Belanda, India, Cina, Yunani, Spanyol, Jepang dan Mesir.



Tadinya saya coba mengerjakan satu figur dulu sampai selesai baru lanjut ke figur berikutnya. Tapi ternyata ribet yaa.. benangnya banyak warna dan area yang distitch kecil-kecil, jadi ganti benang melulu. Daripada frustrasi ganti benang bolak balik bolak, saya ganti teknik, kerjakan satu warna dulu untuk seluruh pola sampai selesai, baru ganti warna baru. Cukup efektif karena nggak sutris gonta ganti benang, cuma kelemahannya jadi nggak kelihatan "produk jadi"nya karena semua dicicil bareng.


Supaya semangat, saya bergabung ke SAL harta karunnya teman-teman Krisbo (Kristikers Borneo). Kit ini jadi kit pertama yang saya daftarkan ke SAL. Walaupun SAL-nya agak-agak kejam karena ada pinalti kalo nggak selesai πŸ˜‚ tapi bagi saya itu justru penyemangat supaya cepat menyelesaikan kit ini dan bisa belanja kit baru.

I enjoy it so far, semoga cepet selesai yes dan bisa diframe, biar nampang di tembok rumah 😌