-->

Pages

Showing posts with label vacation. Show all posts
Showing posts with label vacation. Show all posts

Friday, June 29, 2018

Home at June

Bulan ini bulan mudik. Saya, Mr. Coffeeholic dan anak-anak jelas mudik setiap tahun, karena orang tua kami tinggal di kota yang berbeda dengan tempat kami tinggal saat ini. Jadi ya kami selalu menjadi bagian dari rombongan besar arus pemudik negara ini. Sebelum lebaran mudik dari ibukota ke kampung halaman, dan setelah lebaran kembali lagi ke ibukota. Jam-jam yang dihabiskan untuk bermacet ria di jalan juga mau tidak mau sering kami alami dalam perjalanan menuju dan kembali dari kampung. Manteppp pokoknya. Pun tahun ini, nggak kalah top macetnya ๐Ÿ˜…. Pokoknya sampai rumah pingin nyari tukang pijet aja rasanya ๐Ÿ˜.



Nggak banyak foto yang bisa diposting, sebenarnya hari-hari hanya dihabiskan dengan silaturahmi, makan masakan mama, muter-muter kota tempat dibesarkan, serta nguber-nguber balita yang sekarang sudah makin mirip sama gasing, muterrrr terus nggak bisa diem ๐Ÿ˜ƒ. Wis pokoknya boro-boro bisa lama megang hape, emaknya ini sibuk diajak olahraga lari sana-sini sama adek.

Saya nyaris nggak bawa macam2 printilan craft selama mudik. Kami packing seringkas mungkin karena biasanya nanti barang-barang bawaan akan "beranak-pinak" di kampung. Misalnya nih, setiap pulang hampir pasti mama akan membawakan sekarung beras. Sekarung beras lumayan memenuhi bagasi mobil mungil kami, jadi untuk memastikan tempatnya aman buat karung beras (dan berbagai jajanan khas kampung halaman yang pasti bakal dibawa juga), kami berusaha nggak bawa banyak bagasi dari rumah. Saya hanya bawa WIP rajutan simpel, yang gak selesai juga di sana wong banyak mondar mandirnya daripada duduk diem ๐Ÿ˜.

Tapi eh dasar kebanyakan hobi, sampai sana tetep juga pingin ini itu. Berhubung di kampung susah banget nyari toko craft (atau saya yang nggak tau karena kudet), jadi paling banter untuk happy happy shopping saya ngacir ke toko buku. Hasil dari ngacir ke toko buku itu adalah buku Kamus Rasa-nya Sarah Diorita. Belakangan baru saya tahu kalau mbak Sarah Diorita adalah istrinya Eross gitaris Sheila on 7, band yang mengiringi masa galau gundah gulana saya (ketahuan angkatannya yak?! ๐Ÿ˜‚) Tapi bukan itu yang membuat saya tertarik untuk mengambil bukunya. Saya udah jatuh hati sejak melihat tampilan covernya di rak toko buku. Gambar ilustrasi keluarga dengan tema memasak. I do loooooove any books with cooking, food, or family theme. Gak mikir dua kali langsung angkut. Daaaan... ternyata saya sukaaaa banget dengan bukunya. Empat bintang deh! Nanti kalau ada waktu saya review di blog sebelah yang khususon urusan perbukuan yaak..




Selama di kampung, saya juga belajar hal baru dari mama. Belajar bikin sambel terasi jos mantep ala mama. Harusnya dari dulu sih, tapi namanya anak pemalas mah baru belajar belakangan ketika sudah kepepet dan didesak sama Mr. Coffeeholic yang pingin makan sambel terasi enak macam di kampung ๐Ÿ˜. Karena tau menantunya ini pemalas, jadi mama ngajarin langsung large cooking batch, masak sambel porsi besar jadi bisa untuk stok yang disimpen di kulkas. Jadi ngga perlu bikin every single day. Dan satu lagi jalan pintas yang dikasi khususon buat saya: blender aja. Mungkin mama gak sanggup melihat saya ngulek, yang ada bukannya ngulek, malah sibuk ngambilin potongan cabe ama bawang yang lompat dari cobek karena kehantam ulekan ๐Ÿ˜‚ Udahlah diblender aja!




Dengan modal ikut workshop sambel selama di kampung, sampe rumah kemarin saya langsung recook. Dan woohooo! Jos mantep, berhasil berhasil berhasil horee! Nampak jelas dari Mr. Coffeeholic happy tongue and tummy ๐Ÿ˜. Oh, dan sambel terasi ini sungguh mempermudah urusan menyiapkan makanan. Sambel terasi enak itu meng-upgrade menu sederhana. Tinggal bikin lauk goreng dan sayur simpel, siapkan sambel, menunya langsung "naik kelas". Apalagi buat Mr. Coffeeholic yang lidahnya seratus persen Sunda. Dipakai untuk bumbu nasi goreng juga praktis dan enaaak... gak perlu lagi pake bawang. Kayanya saya bakal rajin nyetok nih ๐Ÿ˜.




Oh iya, saya juga sempet bikin coret-coretan di jurnal karena terinspirasi ilustrasi lucu-lucu di buku Kamus Rasa. Rasanya menyenangkan dan puas ya melihat hasil corat-coret sendiri, semoga punya lebih banyak waktu deh untuk melakukan journaling lagi.



Sekarang libur sudah usai, dan sudah kembali ke rutinitas normal. Ketemu kantor dan KRL lagi. Tapi lebih fresh karena sudah recharge, ganti suasana pas mudik kemarin. Jaga kesehatan yaa semua, apalagi cuaca masih nggak menentu begini. Dan tidak lupa kami sekeluarga mengucapkan :


"Taqabbalallahu minna wa minkum
Selamat hari raya Idul Fitri 1439 H
Mohon maaf lahir dan batin"

Friday, December 22, 2017

Kejutan Warna Manis di Pantai yang Tenang


Seminggu sebelum tahun 2017 berakhir. Ah, rasanya baru saja November berganti Desember, dan sekarang dalam hitungan hari angka tahun pun berganti. Desember adalah bulan yang semarak warna dan perayaan. Juga bulan dengan banyak hari berhujan. Buat saya, Desember itu romantis :)

Bulan buntut di kalender ini juga identik dengan jalan-jalan, liburan sekolah anak, dan tunjangan tahun baru (ngarep ini mah) :D Kesempatan liburan begini biasanya anak-anak udah ribut ngajak jalan-jalan. Alhamdulillah tempo hari ada kesempatan untuk keluar kota, jadi sekalian kami mampir piknik. Tujuannya kali ini ke Pantai Purwahamba Indah, pantai nan tersohor dari Kota Tegal.



Karena kami main ke pantainya pas jam kerja dan hari kerja, pantainya sepiiii.. Yang malah justru asyik karena kami bisa bebas menikmati pantai tanpa suk-suk an, terutama bisa bebas ambil foto tanpa terhalang kerumunan orang.

Saya sudah lama tidak melihat laut. Terakhir waktu lebaran kemarin. Itupun nggak nyaman karena pantainya terlalu penuh pengunjung (ya iyalah, lebaran!). Kami tidak bisa menikmati deburan ombak dan angin dengan tenang, bahkan mencari tempat gelaran untuk duduk saja susah. Nah, kali ini saya "balas dendam". Di tengah sepinya pengunjung, saya bisa menikmati dengan tenang angin sepoi-sepoi sambil duduk leyeh-leyeh di pinggir pantai, sementara anak-anak bermain pasir seluas pesisir yang sepi serasa pulau pribadi.


Ada hal yang selalu membuat saya merindukan laut. Hembusan angin yang kering berpasir, ombak yang sejuk menyentuh kaki, udara yang beraroma garam, dan pandangan luas sampai batas cakrawala. Ada rasa yang menenangkan, meredakan gemuruh pikiran. Saya selalu menyukai laut.


Yang menarik dari pantai ini, adalah adanya unsur warna-warni yang kontras dengan warna dominan air laut, pasir, dan langit luas. Ada semacam jembatan titian yang menjorok ke laut, yang bisa digunakan pengunjung untuk berjalan menuju ke tengah laut. Saya bertemu dengan beberapa pemancing di ujung jembatan. Jembatan ini dicat dengan warna-wara kontras. Melihat warna-warna itu, terasa mencerahkan hari, memberi kejutan ceria pada laut yang menenangkan.


Tidak hanya jembatan, bangku-bangku warung makan pengunjung juga dicat dengan warna meriah yang kontras dengan warna pasir pantai. Bangku warna-warni yang saat duduk di atasnya membuat kita tersenyum mengingat kenangan manis sambil memandang lautan. Bagi saya sangat menyenangkan, juga menenangkan.

Kunjungan kami tidak lama, namun sangat memuaskan. Pulang dari sana mungkin badan capek tak karuan, tapi hati puas dan bahagia. Mungkin lain kali kami akan mampir lagi kalau ada kesempatan.


Warna-warni pantai membuat saya jadi terinspirasi untuk membuat sesuatu yang penuh warna. Sambil mulai menggunakan stok benang polyester yang masih banyak jumlahnya. Saya akhir-akhir ini lebih banyak menggunakan benang-benang lembut untuk wearable project. Kangen juga sama benang "keras" :D. Pinginnya, ini nanti jadi tas. Doakan saya istiqomah ngerjainnya ya :D.


Kali ini saya pakai banyak warna. Supaya kalau dipakai nanti, tasnya mencerahkan hari, dan juga hati. Ah, rajutan dan brokoli kukus hangat saus keju yang baru keluar dari kukusan. Ditambah segelas kopi dengan krimer manis. Mengingatkan saya pada suatu sore ketika udara beraroma garam, di tepian pantai yang manis.


Monday, August 4, 2014

Eid Mubarak!

Taqabbalallaahu minna wa minkum, taqabbal yaa kariim.

Selamat hari raya Idul Fitri 1435 H, mohon maaf lahir dan batin, semoga Allah SWT menerima ibadah Ramadhan kita dan semoga kita dipertemukan dengan Ramadhan berikutnya.

Nggak terasa libur panjang berlalu juga ya, waktunya ngantor lagi, waktunya ketemu sama hectic-nya Jakarta lagi. Yah, kalau ditanya sih, nggak pingin balik Jakarta, apa daya ladang cari nafkahnya dan belahan jiwanya adanya di sini, hahaha... :D

Ngapain aja libur kemarin? Wuah, ngukur jalanan aja pokoknya kerjaannya saban hari. Sampe gemporr....


Rabu, 23 Juli 2014

Mulai mudik ke kampung halaman. Tahun ini jatah kampung halaman saya, karena kampung halaman misuwa udah kebagian tahun lalu. Secara kampungnya sama-sama jauh, jadi ya setahun-setahun gantian mudiknya. Kita pilih cara mudik yang minim cape, secara istrinya lagi bawa-bawa perut gede kemana-mana gini, ya sudah misuwa tiada tega kalau harus diajak bermacet-macet ria, jadinya kita pulang naik kereta. Tanya dong berapa malam cari tiketnya? Tiga malam mantengin website KAI, buat nungguin yang cancel. :D Bener-bener tiket kereta taun ini favorit luar biasa ya, H-90 hari pun udah ludess dalam hitungan sejam. Untungnyaa..ada yang cancel jadi pas lagi ngantuk-ngantuk habis sahur gitu, tuing! Tiba-tiba pas page-nya direfresh ada dua seat kosong. Langsung disamber. Tempat duduk misah gapapalah, yang penting nyampe, toh kagak bakal lari kemana, akhirnya ketemu juga lagi.. :D


Ini nih, tempat kita "landing", untungnya pas nggak rob (air pasang). Kalau lagi rob, bisa berenang keluar setasiun. :D
Picture taken from here.


Kamis, 24 Juli 2014

Mumpung lagi di Semarang dan mumpung masih hari kerja, main-mainlah kita ke kantor lama. Bawa rombongan, anak ma misuwa ikut juga. Sampe sana malah dibully, kirain temen-temen seangkatan pas pengangkatan dulu udah berubah jadi lebih tua, adil dan bijaksana, secara udah sekian taun berlalu dan udah pada beranak-pinak. Tapi terrrrrnyata masih norak gedubrak juga, kagak ada bedanya. Misuwa sampe takjub karena istrinya keluar tindak tanduk aslinya. Hahaha... Ya gitulah kalo ketemu musuh senasib sepenanggungan, sopan santun terlupakan. Lama juga nongkrong di sana dan haha hihi ngomong ngalor ngidul ngga jelas, sampe-sampe anak kapiran lupa dikasi makan *tepokjidat*. Mana gak bawa bekal dan gak ada bakul yang jualan, secara bulan puasa udah mau lebaran. Sampe rumah Najwa langsung meluk mangkok isi nugget goreng dan ngrikiti nuggetnya, trus emaknya sukses disemprot Eyang Uti gegara cucunya kelaparan.


Inilah para aparat berseragam, mantan partner in crime di masa muda belia dahulu kala.


Jumat, 25 Juli 2014

Hari boyongan ke Ngayogyakarta Hadiningrat. Disinilah keluarga besar Eyang Uti tinggal. Ceritanya kita mau lebaran di Jogja, ke Semarang kemaren cuma mulangin rumah Eyang Kung-Ti sebentar sebelom boyongan ke Jogja.


Nah, di sinilah kita berlebaran. Di sentranya gerabah, tapi sama sekali lom pernah beli gerabahnya.
Picture taken from here.


Sabtu, 26 Juli 2014

Acaranya keluarga besar Eyang Uti ngumpul buat buka bersama. Ngumpul buka bersama means masak-masak bersama juga. Jadi acaranya seharian di rumah aja jadi kacung urusan masak-memasak. Chefnya udah ada lah yaaa, Bulik yang jago perkara perdapuran secara beliao punya usaha warung makan sendiri. Kita mah, disuruh yang urusan gampang-gampang aja. Kalo pas gak disuruh ya tidur leyeh-leyeh ikutan nongkrong ga jelas. :D

Di antara acara masak-memasak itu, sempat juga kursus kilat rajut tas. Udah bisa ngerajut sih dikit-dikit, tapi karena Bulik (yang jauh lebih jago ngerajut dari saya) berhasil bikin tas rajut ala satu branded terkenal yang cakep banget, akhirnya berkobarlah semangat nanya-nanya. Intinya pengen bikin juga, secara kalau beli harganya dibandrol tus-tusan sampe jut-jutan di merek aslinya, mendingan buat beli susu bocah yak..


Ini nih, tas bikinan Bulik. Gimana gak bikin mupeng?

Dan lumayan sukses buka bersamanya, buktinya Ayahnya Najwa sampe nambah beberapa kali, wahaha...


Minggu, 27 Juli 2014

Inilah hari memasak sedunia. Tapi khusus hari ini, saya ngga ikutan masak. Soalnya, semua dimasak sama Bulik di rumahnya. Hehehe, jadinya saya nunggu matengnya aja di rumah Eyang Utinya Najwa. Masakan khas keluarga kami tiap kali lebaran itu gudeg manggar. Gudegnya sama kaya gudeg pada umumnya, hanya nangka muda (gori) digantikan dengan manggar. Manggar itu bunga kelapa. Teksturnya keras, makanya cocok digudeg, proses masak yang berjam-jam itu bakalan melunakkan manggarnya. Untuk jurusan masak nan ribet dan susah begini, dirujuk saja sama ahlinya yaa..Bulik aja daah.... :D :D


Yang penasaran sama bentuknya manggar, si bunga kelapa, begini nih bentuknya.
Picture taken from here.



Engga sempet motret si gudeg yang udah jadi, pas hari H langsung ludes masuk perut :D jadinya buat yang penasaran penampakan gudeg manggar seperti apa, saya pasangin aja foto dari detik food ya, bentuknya mirip begini nih. Rasanya, muantepp....


Malemnya, kita keleleran di pinggir jalan, nongkrong nonton takbiran. Takbiran keliling di Jogja itu ruameeee dan seru, peserta takbirannya anak-anak pengajian seantero Jogjakarta, dilombakan dan ada temanya. Tahun ini banyak yang mengambil tema Gaza Palestina sebagai simbol dukungan dan doa untuk rakyat Palestina, semoga bencana yang menimpa Palestina segera mereda. Karena temanya Gaza, jadi banyak yang pakai kembang api tembak dan mercon bumbung untuk meniru efek tembak-tembakan di medan pertempuran. Sayangnya Najwa ngga suka yang jedar jedor begitu, mungkin terlalu bising dan bikin kaget gitu ya...


Jalanan penuh orang yang menonton takbiran keliling anak-anak, sampai ada turis asing juga yang ikut nonton. Ini dijepret pake kamera hape aunty yang terbatas kemampuannya :D


Karena foto di atas lumayan jauh hasilnya dari aslinya :D, ini saya sertakan foto yang saya ambil dari detik news, yang diambil oleh fotografer profesional dan kamera yang juauuuuh lebih cuakep daripada sekedar kamera hape standar aunty-nya Najwa :D

Pokoknya seruu.. cuman di bagian jedar jedor itu yang Najwa ngga suka. Eeeh... tetiba di antara pawai takbiran, lewatlah teman Bulik yang kebetulan lagi ikut ngawal takbiran anak-anak, dan beliao adalah merangkap pengrajin tas rajut juga, dan punya stok benang nilon yang lagi saya cari-cari. Langsung saya cegat dan todong, "Mau beli benang, Mbak..." dan sukses saya giring pulang ke rumahnya untuk ngejembreng stok benang nilon yang beliao punya. Akhirnya di malam takbiran itu, berhasil jualah saya dapet segulung besar benang nilon, tinggal praktekkkkkk...


Senin, 28 Juli 2014

Hari raya Idul Fitri 1435 H, hari kemenangan, hari yang ditunggu umat muslim sedunia. Kami semua menunaikan sholat Ied di lapangan sekolah dekat rumah, dan dilanjutkan sarapan gudeg manggar nan mantep itu. Alhamdulillah nikmatnya....

Habis sarapan, semua siap-siap untuk capcus ke acara trah dari pihak Mbah Buyut Putri, yang kebetulan kali ini gilirannya di Gunung Kidul. Lumayan juauh jadi harus cepet-cepet berangkat. Untungnya jalanan lancar, mungkin karena hari pertama orang belom pada jalan-jalan ya. Kesan dan pesan dari Gunung Kidul? Puanaaaassssss..... Hahaha, tapi seru sih ngumpul rame-rame keluarga besar, dan tuan rumah menyediakan bakso yang wuenak, lumayan menghibur hati yang sempet bete karena kepanasan.

Dari Gunung Kidul sorenya langsung lanjut ke Bantul, silaturahmi ke pihak Mbah Buyut Kakung. Terrnyata Gunung Kidul - Bantul lebih jauh daripada Kota Jogja - Gunung Kidul, jadi sampai Bantul udah malem dan semua sudah gempor. Cuma silaturahmi sebentar, salam-salaman, plus makan sampe kenyang, udah terus kita balik ke rumah, istirohaaaaat....


Selasa, 29 Juli 2014

Silaturahmi ke simbah yang di Klaten. Rencananya dari Klaten lanjut ke Banyumas, tapi karena cucian yang lom pada kering sedangkan baju udah pada abis :D dan kegemporan kemarin belum usai, akhirnya dari Klaten kita balik Jogja lagi dan memutuskan, udah lah ke Banyumasnya besok ajah.


Rabu, 30 Juli 2014

Pagi-pagi buta tanpa sempat mandi tancap boyongan ke Banyumas. Najwa masih kriyip-kriyip waktu naik ke mobil, kasian amat :D. Tapi strategi Eyang Kakung untuk pergi pagi-pagi buta itu bener-bener mujarab, jalanan lancirrrrr kagak ketemu macet. Kita mampir makan dulu di Bakmi Nyemek di daerah Buntu langganan Eyang Uti, sekalian mandiin Najwa. Yang gede-gede malah malas mandi, ntar aja kalo dah sampe Banyumas mandinya. :D :D

Sampe rumah nenek di Banyumas jam 10-an, semua langsung ngejejer antri kamar mandi. Habis mandi, huwah, barulah terasa terang dunia ini, dari tadi perasaan butek melulu hawanya. Selesai mandi langsung berangkat ke trah Mbah Buyut Putri dari pihak Bapak, salam-salaman ketemu keluarga besar. Di sini Najwa mulai rewel, mulai anget :( kecapean kali ya diajak ngukur jalan terus dari kemarin.

Sorenya kita ke Purwokerto, Najwa udah mulei demam. Di Purwokerto sempet muter-muter cari hotel karena ternyata udah pada penuh. Akhirnya kita dapat di hotel Borobudur, lumayan nyaman kamarnya, ambil kamar suite supaya semua orang bisa masuk. Buat makan malam Eyang Kakung keluar beli soto sokaraja dibungkus dan dimakan di hotel. Soto ini punya ciri khas pakai ketupat, kerupuk, tauge dan kuahnya diberi bumbu kacang, nyamm! Mungkin karena lapar dan cape, soto isi rasanya jadi wuenak bingit, apalagi Ayahnya Naj yang baru pertama makan, langsung ketagihan dan masuk list makanan favorit. Di hotel Najwa juga relatif anteng karena akhirnya bisa leyeh-leyeh istirahat bobo di kasur empuk setelah seharian di jalan.

Jam sebelas malam Ayah dan Bunda diantar Eyang Kakung ke stasiun Purwokerto, hiks hiks hiks, udah waktunya balik ke Jakarta raya nan macet tiada tara. Sementara Najwa ditinggal dulu buat liburan sama Eyang Kung-Ti karena belum puas kangen-kangenan sama cucunya.


Kamis, 31 Juli 2014

Touch down Jakarta. Alhamdulillah telepon Eyang Uti, demam Najwa udah turun, berarti emang cuma karena kecapean aja. Begitu nyampe sama Ayah langsung mampir bengkel benerin kunci pintu si curut yang ngadat dari sejak sebelum Lebaran. Sore baru berhasil nginjek rumah dan langsung berupik abu. Maklum ditinggal seminggu, perasaan udah berlapis-lapis debunya.

Jadiiii, beberapa hari ke depan bakalan honeymoon, pacalan aja beldua sama Ayahnya Naj, karena cempluk cantik nan shalihah masih ditahan Eyang Kung-Ti yang masih pengen nguwel-uwel cucunya. Ya sudahlah, asal jangan lama-lama yaaa KungTiii......

Happy Eid Mubarak, everyone! Semoga menjadi liburan mudik yang menyenangkan untuk semua yaa...


Sunday, November 3, 2013

Diari Wiken : Happy Long Belated Weekend

Postingan ini sebenernya sudah nyangkut di draft selama lebih dari dua minggu. :D Tapi karena gak selesai-selesai sehubungan dengan padatnya jadwal virtual life dan real life :D Jadi baru sempet dipublish sekarang. Yah, udah susah-susah ditulis, sayang kan kalau nggak dipublish, hehe.

Akhirnya, datanglah loooong wiken yang ditunggu-tunggu. Plus-plus sih, plus sehari di depan dan sehari di belakang. Yang sehari di depan, ijin karena mudik. Yang sehari di belakang, ijin karena sakit. :D

Yaa.. sebenernya sudah agak-agak jauuh lewat sih long wiken-nya :D, tapi karena kemarin-kemarin lom sempet, gak papalah ya, rada telat yang penting tetep eksis.

So, beginilah kiranya kronologis long wiken ceria yang telah jauh berlalu itu :

Jumat

Jadi Jumatnya, saya ijin sehari karena mau mudik ke Tasikmalaya, ke rumah papah dan mamah. Soalnya ada adek sepupunya Ayah mau nikah hari Sabtu-nya. Secara Tasikmalaya itu ngga dekat, dan akadnya direncanain pagi, supaya ngga gedubrak-gedubruk kita pilih pulang sehari lebih awal. Berdua aja, hohoho. Iya, Najwa ngga diajak, soalnya cuma semalam di Tasik dan habis acara nikahan kita mau langsung pulang. Kalau Najwa ngikut, kasian ntar kecapean. Jadi Najwa ditinggal di Bogor sama Eyang Uti, sementara bapak-emaknya honeymoon. :D

Jumat siang pun kita mudik. Naik bis ajalah, biar ngirit dan ngga kecapean, karena kalau di bis kan bisa molor sepanjang jalan. :D Sampai di terminal buru-buru naik, jadi nggak sempat beli perbekalan. Cuma sempat beli teh botol aja, mikirnya ah nanti toh berhenti juga di tempat istirahat kan, bisa beli makan di sana.

Karena belom makan siang, jadi lumayan kelaparan di jalan, apalagi gak bawa perbekalan. Waktu akhirnya bis berhenti di rumah makan tempat peristirahatan, jingkrak-jingkrak deh di hati, udah kebayang aja nasi anget ayam goreng. :D Nungguin ayah sholat dulu, barulah kita ngacir masuk ke rumah makannya. Begitu masuk, ngelihat model prasmanan, lauk dijejer-jejer dan nggak ditutupin, dan banyak lalatnya. :( :( Mundur teratur deh. Iya sih, ngerti namanya juga di jalan, ga boleh rewel ini itu soal makan, tapi kalau udah banyak lalat gitu....jadi gimana ya, mau makannya nggak tega juga. Akhirnya batal deh kita beli makan. Jadinya beli crackers aja sama minum. Lumayan, sebungkus crackers ngeganjel perut sampai Tasikmalaya. :D

Sampai Tasik udah malam, kita turun bis dan disambung angkot, trus turun depan gang rumah. Bukannya langsung masuk rumah, tapi masuk warung tenda Batagor Kopo dahulu. Setelah sepiring batagor kopo dan sambalnya nan mantep bersemayam di perut, barulah rasanya legaaaa... :D

Habis makan baru masuk rumah papah mamah, disambut dengan cipika cipiki keluarga besarnya Ayah yang sebagian udah pada datang. Hiks hiks, sedikit nyesel juga ngga bawa Najwa karena Najwanya ditunggu-tunggu sama yang lain, dan pasti dia seneng banget kalau rame-rame begitu, tapi ya daripada kecapean semalam doang nginep. Lain kali ya Insya Alloh Najwa main lagi ke Tasikmalaya.

Karena udah malam jadi ngobrolnya sebentar aja, trus semua beranjak tidur deh. Simpan energi buat acara besok, biar mukanya fresh dan cantik-cantik. :D


Sabtu

Karena rencana akadnya jam delapan pagi, jadi dari pagi udah pada siap-siap, antri mandi dan sarapan. Mamah dan tante udah siapin sarapan mantep berupa lontong dan kari ayam. Sebagai info, di keluarga besar Ayah ini ada satu Tante yang jadi master chef andalan. Tiap kali ngumpul, selalu jadi kepala koki di dapur dan masak-masak yang enyak-enyak. Saya mah, jurusan ngupas-ngupas aja. Ngupas bawang, ngupas kentang, yang gampang-gampang ajah... :D

Habis mandi dan sarapan mulai deh pada dandan. Karena saya gak bisa dandan, maka saya nggak dandan. Cuma pakai pelembap, bedak, dan lipgloss aja, udah. :D Gak masalah sih, Ayah juga bilang udah ga usah pakai make up, gitu juga udah cantik (ceileeeee *merona*). Masalahnya cuman, kerudung ini gak tau gimana makenya. Kan seragam keluarga kombinasi dua warna, abu dan magenta. Kerudung juga ada dua, abu dan magenta. Saya gak tau nih mesti belibet lilit puntir gimana ini makenya, secara sehari-hari cuman ada satu gaya pakai kerudung, gaya dasar bin basic, dari pertama pakai kerudung ya gitu-gitu aja.

Karena udah mepet waktu dan udah berusaha praktek gaya-gaya hijabers nan cantik-cantik hasil browsing di internet, tetep gagal juga, ujung-ujungnya ikut ngantri di penata rias yang kebetulan memang ada yang datang ke rumah buat ngerias ibunya pengantin. Saya ngantri buat di make over kerudung aja, rias wajahnya sih enggak. Dan si ibu perias ini, cuma butuh waktu kurang dari 5 menit, sim salabim, udah jadi aja tuh kerudung ala kondangan. Rapi dan cakep lagi.

Pengalaman ini membuat saya jadi mikir, kayanya memang mesti perlu menguasai minimal satu gaya kerudung kondangan, jadi kalau mau kondangan ngga ribet dan bingung. Okeh, nanti kita browsing-browsing tutorial hijab yah! *tekad*


Jadi beginilah penampakannya setelah di make over, lumayan kan? :D


Selesai dandan dan semua orang siap, maka beramai-ramailah kita menuju lokasi acara pernikahan adek sepupu. Terrrrnyataa... jauuuuuuuh... :D Sempet deg-degan takut telat. Ya emang telat sih, tapi cuma 15 menit. Jadi rencana akad jam 8 pagi, nyampe lokasi rombongan kita jam 8.15. Langsung deh begitu mak-mak rempong ini nyampe, acara digelar.

Acara nikahannya adat Sunda, tentunya dengan MC, khotbah dan petuah sesepuh pakai Sundanese juga. Alhasil total roaminglah daku. Gak ada yang nyantol. :D Untungnya prosesi akad pakai Bahasa Indonesia, jadi minimal dari keseluruhan rangkaian acara, ada yang dingertiin dah.

Setelah proses akad, sungkeman, saweran, mempelai bersanding di pelaminan dan hiburan mulai dinyanyikan, kita makan-makan deh. Habis makan-makan, karena udah siang, akhirnya rombongan pamit pulang. Resepsinya sendiri kayanya dilanjut sampai sore.

Nyampe rumah, yang pertama dilakukan adalah, mandi! Di tempat acara dan sepanjang perjalanan pulang gerah banget rasanya, keringetan sampai baju basah. Begitu mandi dan ganti baju bersih, rasanya suci kembali seperti terlahir ke dunia (halah). Habis mandi kita capcus ke Swalayan, beli bingkisan buat sepupu yang baru lahiran. Trus bingkisannya kita titipin ke Tante karena kita gak sempet nengok, kan mau langsung pulang.

Sama papah dianterin pakai mobil ke pool bis, tadinya sih mau ngangkot, tapi berhubung ketambahan tentengan kardus oleh-oleh, papah kasian juga sama anak dan menantunya nan imut ini kalo berjubelan di angkot :D Sampai pool bis, persis pas bis Eksekutif ngetem di depan kita. Alhamdulillah, langsung naik. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, sebelum berangkat kita melengkapi dengan perbekalan makan dan minum segala rupa :D Ayah seneng banget nih dapat bis Eksejutif, karena selain longgar dan nyaman, di belakang ada smoking roomnya, jadi doi bisa ngeksis di belakang kalau lagi bete.

Bis mendarat di Kampung Rambutan sekitar jam setengah sepuluh malam. Langsung pindah ke angkot, dan ngangkot sampai stasiun KRL Tanjung Barat, trus lanjut naik KRL ke Bogor. Sampai rumah jam sebelasan. Di rumah udah pada tidur, dan ternyata adek-adek ipar-ponakan udah pada datang, hore, besok rame dong. :D

Walaupun kelelahan habis backpacking dua hari, sebagai nyonya rumah yang baik, sampai rumah saya pun bersih-bersih ala kadarnya. Urusan cucian, pembagian kasur (karena banyak yang mo dateng nginep), beres-beres dikitlah, browsingan dikit (masih sempet yeeee), baru habis itu bobok cantik. :D


Minggu

Eyang akung dan adek bontot (aunty-nya Najwa) nyampe dari Jogja. Perjalanan jauh, kecapean, jadi sampe Bogor rombongan langsung leyeh-leyeh istirahat. Karena ada Eyang Uti, urusan masak-masak diserahkan kepada Eyang Uti. Saya malas ngedapur urusan rapi-rapi dan bersih-bersih aja. :D

By the way, Najwa seneng banget karena ada adeknya, Ashraf. Biasanya sepi sih sendirian di rumah, nah sekarang ada lawannya. Mainan melulu berdua, tapi seringan yang gede menjajah yang kecil -___-" Nak, bermainnya berbagi yaaa, sama-samaa....


Yang rukun ya, duo ganteng dan cantik....


Sepagian gegulingan melepaskan lelah perjalanan, siangnya udah segeran. Trus para aunty ngajakin jalan. Karena riskan hujan (udah mendung soalnya), jadi kita milih ngemall aja, aman dari serbuan hujan. Pilihan jatuh ke mall Ekalokasari Plaza, orang Bogor sih suka nyingkat sebutannya jadi Ekalos. Soalnya adek belom pernah ke Ekalos dan konon katanya di sana ada permainan edukatifnya. Jadi ya sudah, kita capcus kesana bareng krucils. Eyang akung dan uti ditinggal di rumah buat bersih-bersih istirahat.

Jalan ke Ekalos lumayan macetos, maklum kalau liburan begini orang Jakarta pindah ke Bogor semua. Tapi syukurlah kita gampang dapat parkir, pas kebetulan kita lewat pas ada mobil yang keluar. Kita langsung naik ke lantai 2, tempat permainan anak-anak. Mainannya sih nggak banyak, tapi kebetulan Najwa suka, jadi ya langsung aja dia jejingkrakan begitu ngelihat tempat mainannya. Yang disasar pertama, woohoo, ya jelas kereta. Sebagai pecinta Thomas, Chuggington dan Cho Cho Soul, Najwa langsung duduk mantep, gak mau di gerbong pula, maunya di lokomotif kereta di samping mbaknya yang jadi masinis. Yah, mohon maklum ya Mbak, untung mbaknya sabar. :D Dua kali puteran, langsung digendong turun sama Bunda. Sudah, udah cukup. Bisa bangkrut nanti Bundanya kalau naik kereta gak berenti-berenti. :D

Habis naik kereta, lihat adek Ashraf naik barongsay. Ditawarin, tapi Najwa nggak tertarik. Ya sudahlah, lanjut kita ke counter berikutnya. Nah, habis permainan barongsay itu ada counter melukis-mewarnai. Maknya langsung tertarik, berbau edukatif nih. :D Setelah dilihat-lihat, ternyata menarik juga. Jadi ada berbagai bentuk, semacam bingkai begitu, yang bisa kita "isi" tengah-tengah bingkainya dengan cat aneka warna. Bingkai ini nanti ditaruh dulu di atas pelat (kaya loyang kue kering) trus dioven supaya menempel sama pelatnya, jadi nggak lari-lari/geser-geser ketika diwarnai nanti. Habis dioven dan didinginkan, baru kita warnai pakai cat yang disediakan di botol-botol plastik. Tinggal pencet aja botolnya buat ngisi warna-warna di bingkainya. Sempat khawatir juga, mau nggak ya Najwa main beginian, kan dia nggak terlalu suka mewarnai, nanti dah dibeli mahal-mahal eh taunya anaknya nggak mau, mubazir kan. Tapi pas saya tanya, Najwa mau mewarnai pakai ini? Dan saya tunjukin caranya, dia bilang mau. Okelah, kita coba aja.

Ternyata, Najwa tertarik looooh...walaupun belepotan (pakai celemek sih, jadi bajunya aman). Eh, cuman.... yang tertarik gak cuma Najwa, yang gede-gede juga. Awalnya Najwa sendiri yang sibuk mainan cat. Habis itu ayahnya lihat, kok kayanya asyik. Trus ayahnya ikutan deh. :D Eh, habis itu para aunty ikutan juga. Walhasil workshop anak-anak jadi workshop keluarga :D Hasil warnanya? Jangan ditanya, campur baur tiada dua. Tapi namanya seni, makin nyentrik makin apik bukan? *beladiri* Setelah dioven sampai catnya kering, trus disambung-sambung sampai akhirnya jadi hiasan gantungan lucu. Najwa suka banget sama hasil karyanya, kemana-mana dibawa. Kata Najwa, "Ke Ekalos lagi Bunda, mau main cat." Iya Nak, nanti kalau libur ya.. :)


Perasaan yang mau mewarnai tadinya Najwa, kenapa jadi ikutan semuanya?


Habis dari Ekalos trus kita main ke Paper Studio di lantai bawahnya, ternyata Paper Studio itu adalah toko craft khusus untuk yang suka buat scrapbook. Ada macam-macam bentuk hiasan dan bahan kertas di sana, kita jadi punya kesempatan buat berekspresi via scrapbook dengan banyak pilihan bentuk dekorasi. Ada beberapa yang udah jadi dan cakep-cakep banget. Definitely a must try item. Karena udah terlanjur pada laper jadi kemarin belom jadi beli sih, cuma lihat-lihat aja. Sayangnya gak boleh difoto, padahal banyak banget hiasan yang imut-imut bin cute, apalagi contoh scrapbook yang udah jadi di sana bagus-bagus deh. Kayanya dibikin sama orang yang punya bakat seni deh, kalau saya, entahlah apakah akan bisa menjadi seperti itu :D


Begini lho, yang namanya scrapbook itu kurang lebih. Jadi hiasan dekoratifnya dijual terpisah dan ditempel satu-persatu sesuai kreativitas kita. Picture taken from here.


Setelah puas lihat-lihat Paper Studio, walaupun nggak beli, hehe, akhirnya kami pulang dalam keadaan lapar. Sampai rumah udah ditunggu masakan eyang uti yang enak dan terasa makin enak karena lapar itu tadi :D Apalagi ada ampela cabai hijau, wow.

Malamnya semua bobok cantik karena kecapean, sweet dream..


Senin

Hari seninnya, aunty Bebe ngantor di Bogor, hehe. Emang sengaja dipas-pasin. Pas lagi di Bogor, ambil kantor yang Bogor, jadi ngga perlu bolos. Kan kantornya ngga ikut cuti bersama. #modus #akalbulus. Sementara maknya ngantor, Ashraf ditinggal di rumah, main-main sampai puas sama kakak Najwa.

Aunty Cicit punya rencana sendiri. Jalan-jalan ke Taman Safari sama Oom Aan. Anak muda, lain lah jurusannya. :D Maknya Najwa sih, di rumah aja, bebersih dan beberes, cuci-cuci, dari kemaren belom sempet. Sorenya, Auty Bebe, Ashraf, dan Bapaknya (iyalah, masa ditinggal) pulang. Naj dadah-dadah kiss bye ke adeknya. Penghuni rumah pun berkurang, ramenya juga berkurang, hiks.


Selasa

Hari raya kurban pun, tiba. Idul Adha. Pagi-pagi udah dibangunin Eyang Uti dan siap-siap untuk sholat Ied. Najwa pun ikutan juga. Kita ambil posisi shalat di luar masjid yang lebih berangin supaya Najwa ngga cranky kepanasan. Tapi tetap aja cranky, karena lupa bawa susunya. Pas ngerasa laper, mulai rewel deh Najwa. Daripada ganggu orang dengerin khotib, yaudah saya sama Najwa pulang duluan aja. Sampe rumah kasih maem ke Najwa trus masak-masak buat sarapan, supaya yang baru pulang dari masjid bisa langsung sarapan.

Habis sarapan, Eyang Akung, Eyang Uti dan Aunty siap-siap pulang ke Semarang. Sempat ada insiden karena Oom Aan yang didaulat jadi supir cabutan ternyata berangkat dari Serpongnya siang banget. Kan rencananya pagi. No body like waiting :D Tapi emang Oom Aan dari sononya udah woles gitu sih gayanya :D Akhirnya tetep juga berangkat (walaupun jadinya siangan dari jadwal).

Setelah ditinggal para Eyangs dan Aunties, mulai deh galauisasi :D. Ya kan kerasa banget tu, habis rumah rame trus tiba-tiba sepi nyet. Dan baru kerasa.....cuapekknyyaaaaa.... :D Tapi walau begitu, sungguh liburan yang meriah dan menyenangkan. Seru abis karena semuanya ngumpul. Sering-sering dong Eyangs dan Aunties main ke Bogornya yaaaa.....

Dan, besoknya, saya pun ijin gak ngantor karena sakit kecapean. ;p