-->

Pages

Showing posts with label baking. Show all posts
Showing posts with label baking. Show all posts

Sunday, January 31, 2021

Minggu Pagi dan Cinnamon Rolls

Hari ini saya janji ke anak-anak untuk sepedaan minggu pagi ke taman, tapi ternyata pagi ini mendung menggantung, tinggal dikit lagi bisa bresssss, hujan. Terpaksa janjinya dibatalkan. Anak bungsu manyun, kecewa karena dari semalam sudah berangan-angan mau gowes di taman. Saya mengganti janji bersepeda dengan membuat roti dan kentang goreng keju. Mendung-mendung begini, nikmat sekali untuk makan roti hangat ditemani kopi.


Januari, hujan berhari-hari. Dulu sebelum pandemi mungkin kami masih bisa jalan-jalan keluar, ngemall naik mobil di hari hujan. Tapi sejak pandemi Maret tahun lalu, kegiatan ngemall berhenti total. Semua kegiatan main kami ke luar selalu ke tempat-tempat outdoor. Kadang saya heran, ternyata bisa juga ya hidup berbulan-bulan tanpa mall. Rasanya nggak kehilangan juga, I don't miss that fancy places. Cuma masalahnya tempat-tempat outdoor begitu membutuhkan cuaca yang cerah supaya bisa nyaman jalan-jalannya. Nggak lucu juga sepedaan basah kuyup sama anak2. Jadi di bulan Januari yang hujan (literally) sehari-hari ini, praktis emak jadi mager keluar-keluar.


Jadi hari ini agenda kami sementara cuma di rumah. Saya punya janji juga bikin roti. Keluarga kami penggemar bolu dan roti sobek. Termasuk beberapa bolu dan roti sobek kategori jadul jadi resep favorit keluarga kami. Kami kurang tertarik dengan roti-roti kekinian yang fancy. Roti-roti kekinian umumnya multi layer, frosting tebal, dan ekstra manis. Walaupun kadang-kadang beli cake kekinian juga sih, misalnya pas ulang tahun.


Saya sendiri senang baking. Rasanya hepi bisa membuat sesuatu yang enak dari bahan mentah dengan tangan dan usaha sendiri. Apalagi kalau dimakan dengan semangat oleh anggota keluarga yang lain. Resep-resep yang saya coba umumnya resep simpel, dengan alat yang nggak terlalu macem-macem dan bahan yang gampang didapat di toko bahan kue kesayangan depan komplek, yang cukup ditempuh dengan cussssss jalan ke depan sebentar. Tokonya lumayan lengkap, ada butter, ada cream cheese, ada susu evaporasi, cukup lah untuk resep-resep yang saya coba. 


Pagi ini cinnamon roll homemade yang jadi menu sarapan. Roti kayu manis adalah favorit saya. Dulu saya nggak terlalu suka kayu manis, tapi sejak icip-icip cinnamon pretzels, saya jadi suka dengan aroma dan rasa ini. Enak sekali cinnamon rolls ini dimakan sambil ngopi anget-anget, di pagi hari bermendung sambil menulis blog ini. Saya senang mencuri waktu singkat di minggu pagi untuk me time. Kalau di hari yang lain, pagi hari adalah waktu sibuk. Walaupun sekarang sekolah anak-anak dilakukan via zoom, tetap saja pagi hari waktu rempong jaya emak-emak, supaya waktunya masuk zoom anak-anak sudah rapi, sudah sarapan, dan siap sekolah.

Cinnamon rolls yang saya buat ini resepnya pakai resep cinnamon rolls mbak Fitri Sasmaya (terima kasih mbak!), tipenya sobek yang padat tapi lembut. Saya buat tanpa glaze pun sudah enak. Resepnya saya ambil dari cookpad beliau, ijin share ya mbak. Recommended untuk dicoba, enak banget!


💚💚Cinnamon Rolls💚💚

Bahan dough:
230 g tepung terigu protein tinggi
50 g tepung terigu serba guna
1 sdm susu bubuk
50 g gula pasir
1 butir telur
1/4 sdt garam
50 g mentega

Bahan biang:
4 gram ragi instant
1 sdt gula pasir
120 ml air hangat

Filling:
30 gram gula palm
30 g gula pasir
1 sdt bubuk kayu manis /cinnamon powder

Olesan:
30 g butter dicairkan

Langkah:
💙Buat bahan biang, siapkan mangkok beri air hangat masukkan ragi dan gula pasir, aduk rata biarkan 10 menit sampai timbul buih2, tanda ragi aktif.
💙Siapkan mangkok masukkan, tepung terigu, gula, susu bubuk dan telur, tambahkan bahan biang. Uleni sampai setengah kalis dengan tangan.
💙Masukkan mentega dan garam, uleni sampai kalis elastis. 
💙Bulatkan, tutup dengan plastik wrap, biarkan mengembang 2xlipat, sekitar 1 jam. Kempeskan adonan.
💙Gilas dengan rolling pin, oles dengan mentega.
💙Campur gula pasir gula palm dengan bubuk kayu manis.
💙Taburkan secara merata diatas adonan yang telah dioles mentega, gulung.
💙Potong2 menjadi 11 bagian sama besar. Tata kedalam loyang yang telah dioles margarin tipis2. Saya pakai loyang bongkar pasang diameter 20cm. biarkan mengembang lagi, Oles dengan mentega cair.
💙Panggang dengan suhu 180 (oven dipanaskan 10 menit sebelum adonan dimasukkan) panggang selama 20-25menit, pakai api bawah saja, sesuaikan oven masing2. Angkat dan taruh di cooling rack.


Wednesday, December 27, 2017

Panen Sayuran, Resep Cake Gandum Oatmeal dan Cake Gandum Madu

Wiken ini sungguh wiken nan mantap jaya. Mantap panjang liburannya. Cocok banget buat jalan-jalan piknik. Nah, piknik kemana dong kita? Ke dapur. :D Tadinya sih sempat berencana mau jalan-jalan yang agak jauhan, suer. Tapi ada kebutuhan primer yang lebih mendesak, jadinya ya apa mau dikata. Dari kemarin mau nyari tukang bangunan buat ngerapiin rumah gak dapet-dapet. Lha kok pas libur jejer-jejer begini baru dapet. Yaaa sudahlah. Kalau nggak sekarang dicicil, susah lagi nanti nyari tukang. Yes, we are slowly renovating our house. Pelan-pelan tambal sulam dikit di sana dan di sini. Pinginnya suatu hari nanti jadi rumah yang nyaman sesuai harapan.



Lagipula mau kemana-mana juga macet (alesan sih). Tiap libur panjang begini udah kebayang aja bentuk Bandung, Bogor dan Puncak, pasti wewww... muacehehehet... (tetep alesan sih) :D Jadi yaaa.. kita liburan di rumah aja. Bersih-bersih, cuci-cuci gorden, jemur-jemur. Daaan wisata kuliner. Di rumah. :D

Beneran. Saya ngedapur melulu dari kemarin. Hidup berputar antara kompor, rak perkakas, rak bahan makanan, kulkas, sama tempat cucian piring. Rasanya kemarin masak melulu sama cuci piring melulu :D Tapi memasak untuk keluarga saat liburan (kalau hari kerja mah, suka nggak sempattt...) selalu membawa kebahagiaan dan kepuasan tersendiri. Memasak dengan cinta ♥♥.


Biasanya nih, penyakit libur panjang adalah tukang sayur keliling ikut libur. Suka malas keluar komplek ke warung sayur. Pagi di hari libur itu adalah waktu sakral buat mager. Jadi ya kemarin kita berdayakan apa yang ada aja. Apa yang ada di jemuran hidroponik saya. :D Paaas banget kebetulan tanamannya udah bisa dipanen, horeeeee... Tempo hari udah dibuat postingan tentang hidroponik ini ya. Di atas itu foto tumis tempe pokcoy hasil panenan kemarin. ENAK. Seriyes. Renyah krenyes-krenyes.



Hidroponik ini lebih daripada sekadar kebon ringkes buat yang kepingin jadi petani kota, tapi juga sebuah lingkungan ekosistem. Selain tanaman, ada satu ekor ikan cupang yang hidup di tempat penampungan air hidroponik untuk membersihkan jentik-jentik nyamuk. Saya juga sering menemukan belalang hinggap di tanaman hidroponik. Kadang-kadang malah ulat. Kalau ulat pasti langsung saya buang. Makan daun yang lain aja yaaa, jangan makan daun sayuran sayaaa...


Pagi beberapa hari belakangan ini saya modal baskom, pisau sama gunting, trus ke teras depan. Cekres cekres cekres. Panen. Udah deh, dapat bahan buat menu hari itu. Hari pertama, kangkung. Sempat panen sedikit bayam, tapi kami memutuskan untuk memasak tumis kangkung hari itu, jadi panen bayam tidak dilanjutkan.



Tumis kangkung belacan dengan terasi yang murah hati. Saya sukaaa harum terasi hmmm... :) Cuma saya nggak suka ngulek sambelnya. Karena kemarin blendernya mau dipakai untuk blender makanan adek, dan saya males nyuci blender dua kali (apalagi bekas terasi, adek pasti ngga mau makanannya bau terasi), terpaksa saya keluarkan perkakas andalan bibik. Ulekan. Hasilnya? Sambelnya enak. Tapi saya kapok. Saya amatir banget kalau udah soal ulekan. Selalu berantakan kemana-mana dan lama banget dapat tekstur yang dimaui. Pegel book... salut sama ibu-ibu yang bisa efektif efisien dan bersih rapi memakai ulekan *salim satu-satu*. Besok-besok jelas pakai blender saja. Saya punya rasa cinta dan kasih sayang yang besar pada blender saya yang selama ini selalu menggantikan peran ulekan. Ada yang bilang lain rasanya bumbu blenderan dan ulekan. Buat saya mah sama saja. :D Mr. Coffeeholic juga nggak masyalah. Daripada bete perkara ngulek, bisa-bisa batal jadi masakan penuh cinta. :D


Tumis kangkung terasi nyam nyam. Kata temen ini lebih cocok jadi bobor kangkung daripada tumis kangkung saking banyak airnya :D Tadinya ya nggak begini. Ini berhubung udah tinggal sisa karena kangkungnya udah diambilin :D Saking lapernya pada langsung ngambil dan makan, lupa belom dipoto haha... Lauknya ditemenin stok kulkas: telor asin. Nyam nyam.


Hari kedua kami panen bayam, ada bayam merah dan bayam hijau. Yang simpel-simpel aja, andalan sepanjang masa, pecel. Berhubung nggak ada tukang sayur, males keluar, dan kangkung udah abis dipanen kemarin, jadi bayamnya cuma ditemenin bahan yang tersisa di kulkas aja : taoge. Pecel simpel bin ngirit :D Yang penting enakk..


Untuk lauknya, rikuwes Mr. Coffeeholic minta tempe bacem. untungnya tetangga kami pengrajin tempe, jadi cukup ngesot aja kami sudah bisa dapat tempe. Tempe dibeli sehari sebelumnya pas baru saja dibuat, jadi masih bentuk kacang kedelai yang belum tumbuh jamur. Didiamkan semalam, paginya sudah berwarna putih cantik dan siap dimasak.


Dan tadi pagi kami panen pokcoy. Saya menemukan ulat di daun pokcoy yang membuat beberapa daun berlubang kecil-kecil. Tapi tak apalah, memang non pestisida kan, wajar kalau ulat nangkring di situ, enak dan aman dimakan soalnya :D


Tumis lagi. Bosen makan tumis pokcoy ala chinese food, jadinya dibikin tumis terasi (lagi) :D :D Anti mainstream ini namanya. Ah, saya jadi ngeces lagi nih bikin postingan ini. No no no, tak boleh makan lagi, sudah melewati batas waktu makan, kecuali kalau mau sukarela nambah kilogram berat badan (lagi).



Udah itu aja? Belooom... Itu baru main course :D Belom cemilan. Libur 4 hari nggak ada cemilan garing juga. Jadi sekalian kemarin nggak cuma cooking-cooking, tapi baking juga. Memberdayakan tepung gandum yang masih sisa banyak dari Cake Zucchini tempo hari. Karena nggak punya stok zucchini, jadi pakai resep lain. Trus ngeliat resep Cake Gandum Oatmeal ini bagus reviewnya, dan easy peasy. Wah, cocok nih. Saya males kalau baking yang susah-susah, sadar bukan ahlinya, ntar malah bantat gak jadi makan cake.


Bahannya kebetulan ada di rumah semua, jadi praktis tinggal cemplung-cemplung. Resepnya menggunakan takaran cup/teaspoon/tablespoon. Dan saya males (lagi) konversi ke ukuran gram, jadi saya keluarkan measuring cup/spoon sakti andalan untuk resep-resep US macam begini. Tinggal sendok, cemplung, sendok, cemplung. Praktisss... Ini ada link tentang measuring cup/spoon, monggo yang mau membaca lebih lanjut.


Resepnya sendiri mirip-mirip dengan Cake Zucchini tempo hari. Kuenya mengembang sempurna walaupun banyak menggunakan bahan yang berbeda dari resep cake pada umumnya. Mentega diganti dengan olive oil. Gula diganti dengan madu. Bahkan pengocokan juga seadanya saja dengan whisk, nggak menggunakan mikser listrik.


Hasilnya? Menurut Mr. Coffeeholic wuenak. Nggak berhenti nyemil tuh. Teksturnya cenderung kasar tidak selembut cake yang dibuat dengan tepung terigu serba guna. Oatmeal membuat kue jadi berasa nutty, kacang-kacangan gitu. Saya juga bingung, kok oatmeal kalau dipanggang jadi cake begini rasanya nutty? Rasa nutty oatmealnya inilah yang bikin kue ini enak.


Selera Mr. Coffeeholic yang jelas rendah lemak, rendah gula, rendah kalori sebenarnya kurang pas dengan selera saya. Dan kebetulan masih ada sisa tepung gandum yang jumlahnya pas banget untuk bikin satu resep lagi. Dan liburnya juga kan lama, butuh banyak cemilan :p Akhirnya gelar loyang lagi bikin satu cake lagi yang pake margarin, gula, sama susu: Cake Gandum Madu.


Yang ini baru cocok dengan saya :D Penggunaan madu dikombinasikan dengan gula memberikan cita rasa klasik untuk kue ini. Kalau yang kurang cocok dengan kue manis, bisa mengurangi takaran gula/madu dalam resepnya. Cake yang manis, legit, dan pas untuk teman minum kopi. Anybody?

Wuih.. Banyak juga ya hasil ngedapur liburan ini *lap keringet*. Membicarakan tentang makanan, apalagi makanan rumahan, selalu memberi perasaan nyaman yang menyenangkan. Membayangkan suasana rumah, berkumpul bersama keluarga dan makan masakan yang dibuat dengan penuh cinta. Ah, saya sangat bersyukur karenanya. Dan di akhir liburan, jemuran hidroponik saya sudah habis dipanen. Waktunya menyemai kembali.

♥♥ CAKE GANDUM OATMEAL ♥♥

Resep diadaptasi dari Genius Kitchen

Bahan :
2 cup tepung gandum
1 cup cooking oatmeal
2 teaspoon baking powder
1 teaspoon baking soda
1 teaspoon pala bubuk
1⁄2 cup madu
1⁄4 cup extra virgin olive oil
1 cup lemon juice (dari fresh lemon yang diperas airnya)
1 tablespoon ekstrak vanilla
3 butir telur ayam

Cara Membuat :

  • Panaskan oven (saya pakai oven tangkring tanpa indikator suhu, jadi azas kira-kira aja, api sedang agak kecil).
  • Lapisi loyang loaf dengan margarin agar cake tidak lengket, sisihkan.
  • Dalam mangkok besar, campurkan extra virgin olive oil dan madu. Kocok lepas dengan whisk sampai tercampur rata. 
  • Masukkan telur, kocok dengan whisk, sampai telur tercampur rata dengan adonan olive oil dan madu.
  • Masukkan lemon juice, baking powder, baking soda, vanilla, dan pala bubuk, kocok dengan whisk sampai tercampur.
  • Ganti whisk dengan sendok kayu besar, masukkan tepung gandum, aduk rata. Selanjutnya masukkan oatmeal, aduk rata.
  • Tuangkan adonan ke loyang.
  • Panggang selama kurleb 50 menit, sampai tes tusuk gigi keluar dari cake dalam kondisi bersih.
  • Biarkan cake mendingin dalam loyang selama 15 menit, baru keluarkan dari loyang dan dinginkan sempurna.


♥♥ CAKE GANDUM MADU ♥♥

Resep diadaptasi dari Joy The Baker

Bahan :
2 1/4 cup tepung gandum
2 teaspoon baking powder
3/4 teaspoon garam
12 tablespoon margarin
1 cup gula pasir
1/2 cup madu
2 teaspoon ekstrak vanilla
3 butir telur ayam
1 cup yoghurt plain

Cara Membuat :

  • Panaskan oven (sama kaya di atas lah, azas kira-kira :D)
  • Olesi loyang dengan margarin dan taburi tepung. Karena adonan ini jadinya banyak, nggak cukup pakai loyang loaf, jadi saya pakai loyang bolu yang berbentuk lingkaran dengan lubang di tengah.
  • Campurkan bahan kering: tepung gandum, baking powder dan garam dalam mangkuk, sisihkan.
  • Dalam mangkuk mikser, kocok margarin, gula dan madu sampai ringan dan mengembang. Tambahkan ekstrak vanilla. Tambahkan telur, satu-persatu, kocok sekitar satu menit untuk tiap telurnya. 
  • Turunkan kecepatan mikser. Tambahkan bahan kering dan yoghurt dalam tiga tahap, mulai dan akhiri dengan bahan kering. Kerok sisi mangkuk dengan spatula bila perlu agar semua adonan teraduk sempurna. 
  • Tuangkan adonan ke loyang.
  • Panggang selama kurleb 55 menit, sampai tes tusuk gigi keluar dari cake dalam kondisi bersih.
  • Biarkan cake mendingin dalam loyang selama 15 menit, baru keluarkan dari loyang dan dinginkan sempurna.

Oh, I love holiday baking, especially the big mug of milk coffee and cake that follows.


Monday, December 18, 2017

Resep Cake Zucchini dan Sayuran Sehat

Halo semua! Sudah setengah bulan Desember bergulir ya. Sebentar lagi tahun baruan dah kita. Tahun ini ada yang baru di rumah kami. Yang dirawat dan disayang-sayang supaya tumbuh dengan baik dan sehat. Selamat datang momongan baru : Hidroponik!



Tempo hari, saya dan Mr. Coffeeholic sepakat untuk mencoba jadi petani kota. Petani-petanian sih, secara lahan cuma sepetak doang adanya. Awalnya karena di kantor ada tanaman hidroponik, persis tempatnya di samping jendela ruangan saya. Keliatan ijo royo-royo, kinyis-kinyis seger banget. Kan rasanya jadi pingin punya di rumah. Tambah lagi Mr. Coffeeholic pola makannya cenderung plant-based diet, nggak kaya saya yang seputaran fat and sweets :D Kalau ada sayuran siap petik di halaman kan enak tuh, mau makan tinggal petik-petik. Fresh.



Akhirnya saya memesan satu set perangkat hidroponik yang bentuknya kaya jemuran ini ke teman (Akun Instagram: @drsukmana) yang sudah duluan mempraktekkan hidroponik. Silakan silakan yang mau pesan bisa menghubungi beliau haha.. endorse nih endorse. Konon kata teman (karena dia yang rajin browsing masalah hidroponik, saya mah terima mateng aja haha) namanya DFT atau Deep Flow Technique, gambaran apa itu DFT, bisa dilihat di link ini. Bahannya dari pipa pralon dengan diameter besar, di atas rangka baja ringan. Untuk mengalirkan nutrisi ke seluruh pipa, digunakan pompa air akuarium. Kami mulai dengan menanam kangkung, bayam merah, dan pokcoy. Mulai dengan menyemaikan dulu, baru setelah bibit berkecambah dan muncul daun, dipindahkan ke pipa hidroponik.



Sepintas nampaknya gampang ya, semai, lalu pindahkan ke pipa. Ternyata prakteknya tricky lho. Karena tidak melibatkan tanah sebagai media, tanaman hidroponik bergantung sepenuhnya pada nutrisi dalam air yang mengisi pipa.



Cara untuk memberikan nutrisi pada air adalah dengan menuangkan cairan nutrisi dengan komposisi yang tepat dan seimbang, sesuai kebutuhan tanaman (yang bisa jadi beda jenis beda kebutuhannya). Belum lagi kalau hujan. Tinggal di Bogor, namanya aja kota hujan, jelas banyaaaak hujannya. Air hujan yang mengguyur pipa hidroponik dan bercampur dengan air dalam pipa, mengubah kadar nutrisi hidroponik. Saya sempat kesulitan menstabilkan tingkat nutrisi ini, sampai akhirnya kami membeli TDS meter, untuk mengecek kadar PPM. PPM (part per million) adalah satuan untuk mengukur kepekatan larutan nutrisi dalam air. Lebih jelas tentang PPM dapat dibaca pada link ini.



Setelah masa-masa ruwet dengan kadar nutrisi larutan dapat kami lewati, problem berikutnya adalah sinar matahari. Musim hujan, langit mendung, susahnya mencari sinar matahari. Saya harus memindahkan posisi hidroponik untuk dapat memperoleh sinar matahari. Nutrisi sudah, sinar matahari sudah. Tapi kok tumbuhnya nggak seger-seger dan gendut-gendut kaya saya ya?



Ternyata masalah berikutnya adalah oksigen. Hidroponik memerlukan oksigen terlarut dalam air. Cara untuk menghasilkan oksigen terlarut dalam air adalah dengan memasang pompa secara terus-menerus. Selama ini saya hanya menyalakan pompa di pagi dan malam hari. Agar maksimal, pompa dinyalakan sepanjang hari menggunakan timer. Jadi tidak terlalu lama berhenti. Timer dapat mematikan dan menyalakan pompa secara otomatis setiap 10 menit.



Tentang tanda-tanda kekurangan nutrisi pada hidroponik, lebih lanjut dapat dibaca pada link iniiniini dan ini. Komunitas online sungguh mengagumkan ya, nyaris segala informasi yang kita perlukan dapat dicari di internet. Saya berterima kasih pada orang-orang yang dengan sukarela menulis dan membagikan ilmunya di dunia maya ini, sangat bermanfaat bagi pemula seperti saya.



Setelah penggunaan pompa dan pengecekan nutrisi, hasilnya mulai nampak pada tanaman hidroponik. Tanaman kami tergolong lambat tumbuh kembang dibandingkan dengan sesama rekan yang menyemai bibit hidroponik dalam waktu yang sama. Tapi sekarang sudah mulai tumbuh dengan subur dan segar, padahal sebelumnya sempat menunjukkan tanda-tanda kekurangan unsur hara.



Senang ya melihat tanaman yang kita rawat tumbuh dengan baik dan sehat :D Saya jadi nggak sabar untuk panen. Yippie..!



Setelah merawat hidroponik dengan penuh kasih sayang, akhirnya tiba juga waktuuuu... *drumroll* PANEEEEENNNN...! YUUHUUU! *joget-joget* :D See? See? Seger-seger kan? Bedanya dengan sayuran yang dijual di tukang sayur, sayur yang ditanam dan dipanen sendiri itu rasanya krenyes-krenyes, renyah. Mungkin karena bener-bener fresh ya. Baru dipetik langsung diolah. Wah, saya jadi semangaaat nih mau nanem brokoli dan kembang kol. Dua jenis sayuran yang favorit banget di rumah. Ok, langsung cusssss tokopedia beli bibit!



Masih berhubungan dengan pola makan sehat nih, ada rikuwes khusus dari Mr. Coffeeholic yang lebih dulu memulai disiplin menerapkan pola makan sehat dibanding saya yang entah kapan pasti akan segera menyusul :D. He said that he wants a healthy cake. Aah... cake. Saya suka cake. Rasanya sudah pernah ya saya tulis ya bahwa cake adalah salah satu hal favorit saya. I loove cake. Especially butter cake. Saya suka rasanya yang padat, mengenyangkan (poin penting ini haha), punya rasa "manis" yang cukup tidak berlebihan. Dan yang paling penting, bikinnya gampil. Termasuk easy peasy. Gak ribet dan bahannya hampir selalu tersedia di rumah. Saya jadi bisa manggang sewaktu-waktu, kalau lagi pingin cemilan. Rasanya makan roti homebaked itu ya, puaaass.. berasa sukses jadi istri dan ibu (lebay sih, tapi beneran inii). Bikin bahagia ☺️




Selama ini setiap saya memanggang cake, beliau nyicipinnya selalu jimpat-jimpit. Pokoknya ngambil secuil seuprit doang gitu. Nggak pernah mau makan banyak walaupun mengakui rasanya enak. Katanya, "high calories, high sugar". Makanya beliau selalu minta dipanggangin cake yang nggak pake gula, nggak pake tepung putih, dan nggak pake mentega. Lah, itu semua bahan andalan resep cake andalan saya.

Demi memenuhi permintaan tersebut, jadilah saya browsing-browsing healthy baking recipe. Dan mendarat di blog cookieandkate ini. Healthy zucchini bread! Tanpa mentega, tanpa gula pasir, dan mensubstitusi penggunaan tepung putih dengan tepung gandum. Wah, pas banget nih sesuai dengan spesifikasi permintaan 😁 dan review recook nya bagus! Saya pun langsung cuss pesen Go-send untuk mengirim tepung gandum dari toko bahan kue ke rumah (mana sempet mampir beli, ngantor bok!). Pulangnya saya tinggal mampir supermarket dekat rumah untuk beli zucchini, dan cusss langsung pulang untuk baking. Semangat!



Resep ini easy peasy (suer! Gampil!). Kate dengan cerdas mensubstitusi gula pasir dengan madu, mentega dengan olive oil, dan tepung terigu dengan tepung gandum. Kate menggunakan ukuran cup, bukan gram. Jadi daripada saya repot2 mengkonversi ukurannya, saya aduk-aduk lemari piring untuk mencari set pengukur cup dan spoon yang dulu pernah dibeli.



Saya memanggang kuenya dengan suhu rendah. Yah, maklum pakai oven tangkring tanpa pengatur suhu yang valid. Pakai azas kira-kira aja haha.. Alhamdulillah kuenya matang sempurna. Dan tebak gimana rasanya? WUENAK! Mr. Coffeeholic cocok banget dan makan banyaaak tanpa ragu :D. Worth the effort. Resep ini langsung masuk jajaran resep anti gagal andalan keluarga. I will definitely bake more of healthy zucchini bread!

(Pssst... lihat nggak alas selimut rajutnya? Cantik ya, cantik yaa.. :D Saya menulis tentang selimut rajut di postingan ini lho).




♥♥ HEALTHY ZUCCHINI BREAD ♥♥ 

Resep diadaptasi dari cookieandkate

Bahan :
¾ cup kacang mede panggang, cincang kasar
⅓ cup extra-virgin olive oil
½ cup madu
2 telur
½ cup susu UHT plain
1 teaspoon baking soda
2 teaspoons ekstrak vanilla
½ teaspoon garam
¼ teaspoon pala bubuk
1 ½ cup zucchini parut (Saya menggunakan satu zucchini agak besar. Setelah diparut, diperas airnya dan ditiriskan)
1 ¾ cup tepung gandum halus

Cara Membuat :

  • Panaskan oven, karena saya pakai oven tangkring jadi suhunya azas kira-kira :D. Api medium agak kecil lah. Lapisi loyang loaf 9” x 5” dengan margarin agar cake tidak lengket, sisihkan.
  • Dalam mangkok besar, campurkan extra virgin olive oil dan madu. Kocok lepas dengan whisk sampai tercampur rata. 
  • Masukkan telur, kocok sampai telur tercampur rata dengan adonan olive oil dan madu.
  • Masukkan susu, baking soda, vanilla, garam, dan pala bubuk, kocok dengan whisk sampai tercampur.
  • Ganti whisk dengan sendok besar, masukkan zucchini dan aduk. Masukkan tepung gandum, aduk kembali. Terakhir masukkan kacang mede cincang, aduk rata.
  • Tuangkan adonan ke loyang.
  • Panggang selama 55-60 menit, sampai tes tusuk gigi keluar dari cake dalam kondisi bersih. 
  • Biarkan cake mendingin dalam loyang selama 10 menit, baru keluarkan dari loyang dan dinginkan sempurna.
Kate juga menunjukkan cara mensubstitusi resep menjadi resep vegan, dairy-free, egg-free bahkan gluten-free, silakan kunjungi halaman blognya!


Monday, November 27, 2017

Lemon Drizzle Cake

Saya sukaaaaa cake. Terutama jenis cake padat mengenyangkan seperti bolu :D. Mungkin karena kebiasaan ibu saya di jaman dulu kala yang sering bikin kue bolu di rumah. Bolu menjadi bagian dari kenangan masa kecil yang menyenangkan. Witing tresna jalaran saka kulina. Dari kebiasaan masa kecil, sukanya terbawa sampai sekarang.



Kadang-kadang saya baking. Kadang doang, kalo pas mood. Walaupun anak saya sering minta dibikinin kue, tapi mengingat umur, saya nggak memaksakan diri :D Boro-boro ngeluarin oven dan temen-temennya, pulang kantor nyampe rumah kadang cuma pingin boboran minyak angin, pijet-pijet boyok sama urut-urut kaki.

Kue bolu, atau yang sekarang tren perkulineran disebut butter cake, teksturnya nggak terlalu manis (dibandingkan sama kue tart dan sebagainya yang muanis buanget), padat tapi nggak seret. Enak dimakan bareng kopi atau teh, terutama di sabtu atau minggu pagi (waktu-waktu paling sering turun gunung bikin kue). Dan yang jelas, bikin kenyang! That kind of cake makes my tummy happy *elus-elus perut*

Dan yang paling penting dari semuanya, saya suka baking butter cake karena guampang! Easy peasy. Kalo yang ribet-ribet, macam bahannya dipisah-pisah jadi bahan A, B, C, D, E, F dan seterusnya, pakai teknologi tingkat tinggi macam au bain marie (et dah ngomongnya aja belibet), atau yang berpotensi menghasilkan cucian piring ruarrrr biasah, saya mundur teratur daah.. Butter cake yang saya suka adalah cake yang simpel, gampang bikinnya, bisa pake perkakas baking minimalis di rumah, yang bahannya ada di warung bahan kue depan komplek. Tapi rasanya enak. :D

Salah satu resep andalan butter cake saya adalah Mrs. Ng SK Vanilla Butter Cake yang linknya pernah saya posting di sini. Butter cake tersebut ngehits buanget di kalangan food blogger, dan resepnya memang terbukti anti gagal (buat saya yang pengetahuan per-baking-annya bisa digolongkan selevel playgroup) dan hasilnya enyaaak menurut saya. Cuma prosesnya rada ribet sih, karena resepnya menggunakan metode mengocok putih telur secara terpisah, nambahin cucian piring juga nih! :D

Beberapa waktu lalu iseng-iseng blogwalking per-baking-an, saya mendarat di postingan ini. Foto cakenya nampak moist dan lembut, bahannya sederhana, caranya gampang tapi unik, menggunakan semacam sauce yang dituangkan di atas permukaan cake yang matang untuk kemudian diserap oleh cakenya. Sauce yang dituangkan di permukaan kue ini membuat cake menjadi moist dan lembut. Dan rasanya, lemon! Oh oh oh, saya penasaran banget. Udah terbayang rasa kue lemon asam manis segar yang cocok banget buat kudapan minum kopi atau teh. Gak pakai banyak mikir, pulang kantor langsung mampir toko bahan kue trus sampe rumah ngeluarin oven. Saya menggunakan buah lemon segar sesuai resep asli (kebetulan di bakul buah deket rumah pas adaaaa, jarang-jarang nih padahal, tukang baking lagi ketiban nasib baik). Yang saya suka lagi, resepnya untuk ukuran kue satu loyang loaf. Pas banget sama kebutuhan, kadang kalo baking resep untuk kue ukuran besar hasilnya suka nggak maksimal.

Taraaaa! Jadiii.. dan bener asem seger moist enaaak, lemonnya kerasa banget... Mr. B yang biasanya susah makan cake pun bilang rasanya enyak. Duh, saya harus buru-buru taroh di blog nih biar nggak ilang resepnya! Btw ada yang ngeh ngga alas fotonya pake proyekan rajutan Spicier Life Blanket nan selow progressnya? Warna vintage-nya cakep yah, cuma agak gelap sebenarnya buat selera saya, next time pingin mroyek nuansa bright pastel.

LEMON DRIZZLE CAKE

125 gram mentega

175 gram gula pasir

2 buah lemon, parut kulitnya (bagian tipis dan kuning di permukaan buah) dan peras airnya

2 butir telur, kocok lepas

175 gram tepung terigu serbaguna

1/2 sendok teh baking powder

60 ml susu UHT plain

50 gram gula pasir untuk saus lemon


  • Ayak tepung terigu dan baking powder, sisihkan.
  • Panaskan oven 170 C, oles loyang loaf dengan margarin.
  • Kocok mentega, gula pasir dan parutan kulit lemon sampai mengembang.
  • Masukkan telur secara bertahap.
  • Turunkan kecepatan mikser, masukkan tepung dan susu secara bertahap, dahului dengan tepung, masukkan susu, dan akhiri dengan tepung kembali.
  • Oven selama kurang lebih 40 menit sampai mengembang dan bagian atasnya matang.
  • Sesaat sebelum cake keluar dari oven, siapkan saus lemon : panaskan air lemon dan gula pasir, aduk sampai larut (tidak sampai mendidih).
  • Segera setelah cake keluar dari oven, masih di dalam loyang, tusuk-tusuk permukaannya dengan tusuk gigi, kemudian tuangkan saus lemon ke seluruh permukaan kue.
  • Biarkan cake berada di loyangnya sampai semua saus lemon diserap oleh cake dan cake dingin.


Cake ini recommended untuk dicoba. Bagi yang tidak suka lemon yang rasanya cenderung asem banget, bisa diganti dengan nutrisari yang rasa asamnya lebih mild. Next request by my daughter: make vanilla butter drizzle cake!


Sunday, October 23, 2016

Mrs. Ng SK Vanilla Butter Cake




Hujan rintik sepanjang Minggu di sini membuat saya males kemana-mana. Enakan di rumah menikmati sejuk hujan. Apalagi sambil ngeteh dan makan kue. Ditambah dorongan anak-anak yang juga pas minta emaknya bikin kue, saya browsing-browsing resep cake yang recommended plus barangnya ada di rumah semua :D. Males atuh hujan-hujan keluar ke toko bahan kue. :D Pilihan jatuh ke vanilla butter cake ini, yang ternyata pada masanya pernah ngehits (banget) di lingkungan para cooking blogger. Vanilla butter cake ini aslinya resep Mrs. Ng SK yang dituturkan secara lisan kepada Wendy Table for 2…. or more kemudian Wendy menulisnya di blog. Versi Indonesia-nya ada di blog Mba Hesti's Kitchen.

Bahannya gampang, cuma sempet ke warung depan bentar beli terigu karena stok di rumah ngga sampai 200 gram. Hasilnya beneran enak banget, manisnya pas, ringan, lembut, fluffy, tidak seperti butter cake pada umumnya yang teksturnya padat dan mengenyangkan, anak-anak suka sekali. Pembuatan butter cake ini mengocok putih telur terpisah dari kuning telur sampai kaku. Metode ini menghasilkan cake yang lembut. 

Versi asli dari Mrs. Ng SK harusnya flat dan tidak retak permukaannya, cake saya masih belum flat dan agak retak atasnya, mungkin karena proses mengaduk putih telur ke adonan kuning telur belum merata. Kocokan putih telur dimasukkan ke adonan kuning telur dengan teknik FOLD, namun saya kesulitan mengaduknya sampai rata karena ada pasukan krucil yang ingin ikut berpartisipasi aktif dalam proses pengadukan, jadi daripada over mix karena kebanyakan tangan, ya sudah saya masukkan saja ke oven :D Walaupun hasilnya tidak flat dan agak retak bagian atasnya, namun matang sempurna sampai dalam.

Metode pengocokan terpisah juga membuat saya lumayan rempong karena bolak-balik nyuci + ngeringin whisker, secara mikser cuma ada satu :D Tapi syukurlah pokoknya hasilnya wuenak, recommended ini resep untuk dicoba :D


Tampilan roti setelah dikeluarkan dari loyang, bagian atasnya agak retak, dan dicuwil sama anak-anak sesaat sebelum difoto -___- jadi bolong begitu, maafkan


Matang sempurna sampai dalam, empuk, lembut dan enak walaupun hanya menggunakan 4 butir telur


Mrs. Ng SK Vanilla Butter Cake

Bahan :

230 gram salted butter (saya pakai 100 gram unsalted butter dan 130 gram margarin)
200 gram telur tanpa kulit (saya pakai 4 butir telur ukuran sedang)
50 gram dan 150 gram gula pasir halus
200 gram self raising flour (saya pakai all purpose flour ditambah 1 sdt baking powder, ayak)
60 ml susu cair
1 vanilla bean, keruk isinya (saya pakai 1 sdt vanilla bubuk)

Cara Membuat :

1. Panaskan oven 180 C (saya pakai otang alias oven tangkring, jadi suhunya kira-kira saja api sedang agak kecil). Siapkan loyang segi empat ukuran 8 inchi atau 20 cm (saya pakai loyang bulat diameter 19 cm). Alasi kertas roti dan oles mentega sisi-sisinya (tidak punya kertas roti jadi saya pakai olesan mentega ditaburi tepung terigu). Olesan mentega membantu sisi cake untuk mengembang dengan baik.

2. Pisahkan putih telur dan kuning telur. Kocok putih telur sampai berbusa lalu masukkan 50 gram gula pasir, sambil terus dikocok sampai kaku (jambul petruk). Sisihkan.

3. Kocok mentega dan gula pasir sampai mengembang dan pucat. Tambahkan vanilla bubuk dan kocok sebentar. Tambahkan kuning telur satu-persatu sambil dikocok sampai rata.

4. Turunkan kecepatan mikser. Masukkan separuh tepung dan kocok sampai rata. Masukkan susu dalam dua tahap, kocok rata. Masukkan sisa tepung, kocok sampai rata.

5. Masukkan separuh adonan putih telur, kocok rata. Masukkan sisa adonan putih telur, matikan mikser, dan aduk dengan teknik FOLD (teknik FOLD atau aduk balik pernah ditulis mba Ricke Just My Ordinary Kitchen).

6. Masukkan adonan ke loyang, ratakan. Oven selama kurang lebih 45 menit (saya karena pakai oven tangkring api kira-kira :D jadi sekitar 50 menitan) sampai tes tusuk gigi bersih tidak ada lagi adonan yang basah/menempel.

Resep ini beneran enak dan recommended untuk dicoba. Cocok untuk teman minum teh atau ngopi, apalagi di suasana hujan begini. :)

Saturday, July 16, 2016

Risoles Roti Tawar

Mumpung anak sholeh lagi bobo pules, dan ada ide untuk ditulis di blog, buru-buru deh nyamber laptop. Sayang soalnya, ide dan waktu mahal harganya hihihi….






Jadi begini ceritanya, tempo hari pas acara buka bersama Pesantren Kilat anak-anak, salah satu snack menu berbukanya Risoles, tapi yang bikin sedikit lain risoles ini nggak pakai kulit risoles biasa melainkan pakai roti tawar. Pas dicoba enaaaaak.. saya sampai ngambil lebih dari sebiji :D Habis itu kepikiran terus pingin bikin. Mumpung kemarin ada banyak roti tawar di rumah, ya udah saya coba bikin. Resep isiannya diadaptasi dari Dapur Mama Aisyah (Terima kasih Mama Aisyah, resepnya recommended banget!) Saya pakai setengah resep jadi 10 risoles dan masih ada sisa ragout yang disimpen di kulkas, buat next time kalau mau bikin lagi.


Bahan :


10 roti tawar putih kupas (tanpa kulit), saya pakai Sari Roti

1 buah kentang ukuran besar, potong dadu kecil, rebus hingga agak empuk
1 buah wortel ukuran besar, potong dadu kecil, rebus hingga agak empuk
1/2 bawang bombay ukuran besar, cincang halus
3 siung bawang putih, cincang halus
2 sdm margarin untuk menumis
3 sdm munjung tepung terigu
125 ml susu cair
50 gram keju cheddar parut
2 butir telur, kocok lepas
tepung bread crumbs secukupnya (karena di rumah nggak ada stok tepung panir)
mayonaise secukupnya
air putih secukupnya
garam secukupnya
gula pasir secukupnya
merica secukupnya

Cara membuat :

Membuat ragout :
1. Panaskan margarin, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum dan layu. Masukkan tepung terigu, aduk rata. Masukkan susu cair, tambahkan air secukupnya, aduk terus hingga tercampur dan mulus. 
2. Masukkan wortel dan kentang, masak hingga sayuran matang. Tambahkan keju parut, aduk hingga keju meleleh dan tercampur rata. Tambahkan bumbu (garam, gula pasir, merica). Aduk rata dan cicipi.

Membuat risoles :
1. Ambil selembar roti tawar, olesi mayonaise. Tambahkan satu sendok makan ragout, tekuk menjadi berbentuk segitiga. 
2. Celupkan ke dalam kocokan telur. Gulingkan ke tepung panir (saya pakai tepung roti/bread crumbs) sambil dipencet sedikit supaya menempel.
3. Panaskan minyak yang cukup untuk menggoreng risoles sampai terendam. Setelah minyak panas, masukkan risoles, goreng sampai kuning keemasan, tiriskan.



Kentang dan wortel dipotong dadu, rebus sampai empuk, lalu tiriskan.





Bawang bombay dan bawang putih ditumis sampai harum dan layu.



Ragout yang siap diisikan ke kulit risoles.




Setelah roti tawar diisi ragout, celupkan ke telur dan gulingkan di tepung panir/tepung roti.




Risoles siap untuk digoreng atau disimpan di kulkas.






Goreng risoles dengan minyak panas sampai kuning keemasan.


Kata anak-anak enyaaak, alhamdulillah… Bikinnya juga cepat, semalam sayuran diiris halus, masuk kulkas. Pagi tinggal cemplung-cemplung. Rasanya crunchy, creamy dan ngeju. Snack recommended ini buat cemilan keluarga sambil ngeriung di hari libur. :)




Happy snacking! :)