-->

Pages

Showing posts with label yarn. Show all posts
Showing posts with label yarn. Show all posts

Wednesday, April 8, 2020

Hari Ke-23 #dirumahaja

Finally, my first hand knit sweater! Akhirnya setelah berbulan-bulan disambi ini dan itu, selesai juga ini sweater. Saya sendiri pun kaget, eh bisa selesai juga ya. Alhamdulillah, hikmah #dirumahaja 😀



Ini adalah Super Simple Summer Sweater, pattern dari Joji Locatelli. Saya memilih pattern ini karena reviewnya bagus di Ravelry dan beginner friendly, yang paling penting ini mah, secara saya newbie banget di bidang per-knitting-an. Polanya sederhana, cocok untuk pemula, bahkan bisa disambi nonton atau baca 😀 Yaaa... ada lah, salah salah itung dikit di sana-sini, dimaafkan lah ya namanya juga pemula. Alhamdulillah setelah jadi nggak gitu keliatan salah2nya 😂

Benang yang digunakan adalah mix Himalaya Everyday Worsted dan Himalaya Everyday New Tweed. Ini benang favorit saya. Himalaya Everyday adalah benang rajut impor dari Turki. Karakter benangnya lembut, empuk dan enak dirajut, anti pilling acrylic, nggak gampang pecah pilinannya, recommended untuk rajutan wearable.

Benang yang saya pakai adalah materi timbunan yang udah dibeli dari kapan tau 😂 belinya di bolabolabenang, kayanya pas lagi sale. Biasalah emak2, suka gatel liat sale padahal ngga jelas juga beli mau dipake buat apa 😂 untunglah dia sekarang telah menemukan jodoh pattern nya 💗



Alhamdulillah, pencapaian ini lumayan bikin mood merajut naik kembali. Jadi semangat lanjut ke proyekan berikutnya. Being busy is good in time like this, apalagi kalau hasilnya sesuatu yang bermanfaat.

Stay safe, dear friends.


Friday, November 24, 2017

Meet Little Miss Annie!

Halooo... apa kabar? Today is Friday, yay! Nggak kerasa ya ujug-ujug udah Jumat aja. Jumat barokah, Jumat semangat, dan besok sudah wikeeeeen *joget zig zag*. Di kantor juga hawanya udah liburan nih, tinggal menunggu detik-detik bel berbunyi: tenggo!! (begitu teng langsung go). 

Padahal masih dua jam lagi.

Beberapa hari ini karena Mr. B sibuk kerjaan kantor, jadinya nyonya rumah berperan penuh ngurusin rumah, termasuk taneman hidroponiknya Mr. B, ikan cupangnya Mr. B, buku-bukunya Kakak, juga mobil-mobilan motor-motoran sampe kereta-keretaannya Adek *lap keringet*. Jadinya rajutan selimut tempo hari belom kepegang lagi. Tapi untungnya, sempet ngerjain proyekan kecil-kecilan lain. 

I am crochet addict. I've been bringing crochet almost everywhere I go. Even to the office. Iyes, ini mainan ke kantor pun ngikut. Dibawa-bawa naik KRL :D Saya selalu membawa bekal makanan dari rumah karena sekalian masak buat yang di rumah, jadi di kantor nggak perlu keluar ruangan untuk beli makan siang. Ini menyumbang signifikan hemat waktu istirahat, dan juga hemat ongkos (mak irit yes) :D. Tambah lagi sosial media diblok di jaringan internet kantor, jelas mengurangi waktu "tenggelam" di sosial media. Lha gimana mau tenggelam, ngakses halaman login aja gak bisa. Jadi kalau udah cape/bosen browsingan, atau pas lagi mood enak untuk nge-craft, saya merajut. 




Proyekan on-the-go ini biasanya proyekan kecil, ringkes bentuknya dan ringkes benangnya. Nggak seperti blanket yang butuh 15 gulung benang lain-lain warna, kalau blanket mau ngikut ke kantor bisa-bisa saya kudu bawa travel bag :D Kali ini saya lagi kepingin bikin amigurumi. Udah lamaaaa banget nggak bikin amigurumi. Kemaren main-main di Pinterest, sempet ngelihat amigurumi matryoshka yang ultra lucu! Lucu banget, imut, feminin, manis. Aw aw aw kepingin bikiiiiin... tapi pattern-nya berbayar, dan akun Paypal pas lagi abis saldonya :D Ada beberapa pola yang free di internet, salah satunya nesting doll ini, yang juga another "lucu bangeeet", tapi sepertinya polanya agak rumit :D. Saya lagi pengen proyekan gampang kaya cemilan kacang, yang nggak pake berhitung mumet. 



Saya sudah lama suka matryoshka (ada juga yang menyebut babushka doll). Boneka yang jadi icon suvenir Rusia ini punya keunikan tersendiri. Satu set matryoshka terdiri dari beberapa buah boneka dengan berbagai ukuran, dari paling besar sampai paling kecil. Uniknya, setiap boneka bisa dimasukkan ke dalam boneka yang ukurannya lebih besar, demikian seterusnya sampai tinggal boneka terbesar. Karena itu disebut juga sebagai Russian nesting doll.

Sumber : Wikipedia

Walaupun populer sebagai suvenir khas Rusia, konsep nesting doll sebenarnya berasal dari Cina yang kemudian dibawa ke Jepang. Suatu ketika set boneka Jepang ini ditemukan seorang kolektor seni Rusia yang kemudian membawanya pulang dan memprakarsai pembuatan nesting doll khas Rusia. Sejak itu, nesting doll ini populer sebagai suvenir Rusia. Cerita lengkapnya bisa dibaca di sini.


Sumber : Wikipedia


Russian nesting doll disebut dengan banyak nama, salah satu yang paling terkenal (yang pertama kali saya kenal juga) adalah Matryoshka. Matryoshka berasal dari Matryona, nama anak perempuan yang populer di Rusia pada masa itu. Nama ini dianggap mewakili Russian nesting doll yang umum mencitrakan perempuan tradisional Rusia, digambarkan memakai busana tradisional, dan merupakan pengurus keluarga (anak-anak dan rumah). Konsep Matryoshka terasa relevan, bahwa keluarga merupakan prioritas utama saya. Hal ini juga yang membuat saya jatuh hati pada matryoshka, selain karena cuteness-nya. Karena tahu istri (dan anaknya juga) suka Matryoshka, beberapa waktu lalu Mr. B membawa wooden set Matryoshka asli dari Moskow, oleh-oleh temen yang baru pulang dari sana. Cantiik sekali bonekanya, cuma saya belom sempet pepotoan.


Set pertama Russian Nesting Doll (sumber : Wikipedia)


Kembali ke proyekan amigurumi boneka, selesai juga setelah saya kerjakan selama beberapa hari, seperti biasa sesempetnya dan seada-adanya benang. Benangnya pun ini sisaan dari proyekan Spice of Life Blanket tempo hari. Mostly katun bali big ply, dan campuran sedikit soft cotton big ply. Untuk tekstur benang, soft cotton lebih lembut dan lebih ringan dari katun bali.

Pattern-nya? Ngarangisasi. Asli ngarang sambil jalan. Kalau suruh ngulang lagi, entahlah bisa sama apa enggak hahaha... Ilmu kira-kira aja. Kalau seharusnya matryoshka terdiri dari beberapa boneka dengan berbagai ukuran, saat ini yang saya baru membuat satu boneka saja. Walau cuma satu boneka yang penting terinspirasi dari matryoshka *maksa*.

Soooo.... jeng jerejeng jeng jeng.... Please welcome Little Miss Annie. Miss Annie adalah gadis kecil periang dan bersemangat. Dia tinggal di pertanian, senang bercocok tanam dan menghasilkan makanan dari tumbuhan yang ditanam. 




Polanya relatif gampang, saya menambahkan sulam untuk hiasan badan Miss Annie. Sulam yang gampang-gampang aja, tapi hasilnya aw aw aw lucuuu.... udah kaya matryoshka yang bertebaran di Pinterest belom?




Tapi untuk sementara saat ini Miss Annie tinggal di kantor, untuk menemani saya di jam kerja :D Mudah-mudahan semangat dan keceriaannya menular ke seantero ruangan, termasuk saya. Jangan khawatir, saya sudah siapkan tempat yang nyaman di sudut meja untuknya. Dan ada akses internet 24 jam, Miss Annie bisa browsingan tips-tips dan ilmu baru pertanian, asalkan bukan browsingan sosial media karena alamat sosmed diblok semua :D 




Semoga betah ya Miss Annie!


Saturday, October 28, 2017

Spice of Life Blanket (Finished!)

Sudah masuk bulan Oktober. Hujan mulai sering mengguyur. Kalau di sisi lain bumi, sudah mulai masuk musim gugur kan ya? Pergantian musim selalu membawa mood yang berbeda. Kalau buat saya, musim hujan membuat lebih slow, lebih melankolis, lebih syahdu. Plus bawa flu juga karena jadi sering hujan-hujanan. Beberapa waktu lalu ketika hujan deras melanda Jakarta pagi hari, saya sukses merendam sepatu sneakers di jalanan yang banjir. Yah, begitulah, selalu ada plus dan minus di setiap hal dalam hidup kita bukan?





Nggak terasa sudah tiga perempat tahun 2017 kita lewati ya. Berapa resolusi awal tahun yang sudah tercapai? Sudah semua, atau malah resolusinya berubah di tengah perjalanan? Resolusi terbesar saya yang alhamdulillah tercapai tahun ini adalah lulus sekolah. Perdjoeangan bok, buat emak berbuntut dua untuk ngelarin sekolah. Apalagi di saat-saat genting batas akhir sidang, eh malah bibik yang ngasuh anak-anak minta pulang kampung a.k.a berhenti. Doh, bayangpun setelah itu saya harus jinjing anak sholih kemana-mana karena nggak ada yang ngasuh di rumah, nguber pembimbing, ngolah data, sementara kakaknya dititip di penitipan (gak mungkin keles bawa dua bocah, naik KRL, bawa laptop + buku2 rujukan) *lap keringet*. Alhamdulillah selesai tepat waktu. Masih rada nggak percaya sih sekarang, kok bisa lulus juga ya? :D Tapi Alloh Maha Baik, selalu menunjukkan jalan dan menurunkan pertolongan :) 





Salah satu resolusi lain yang nggak ngira bakal tercapai adalah bikin selimut. Selimut ini lho, selimut. Blog post pertamanya udah saya posting beberapa waktu lalu di sini. Yang kata temen saya si tukang rajut mood2-an ini kalaupun saya bikin, paling selesainya ntar kalo anak udah lulus SD. :D Terrrnyataaa….. tetot! Ramalanmu salah, teman! Kelar niiih.. kelaaar… hahaha sumpah bangganya minta ampun. Karena nggak ngira juga bakalan kelar. 





Sekali lagi terima kasih se-gunung Galunggung buat teman-teman di komunitas rajut Have Fun With Yarn karena sudah menyelenggarakan Crochet Along (CAL) yang super menyenangkan ini. Walaupun saya sempat telat dua hari dari deadline upload foto jadi si selimut karena jadwal kantor lagi nggak rukun (banget) sama hobi. Ini juga membuktikan bahwa sisi kreatif saya lebih tereskploitasi maksimal kalau dikejar deadline (penyakit ini mah ya, hahaha). Soalnya CAL ada satpamnya, the very talented Wulan. Makasih banyak yaa Wulan atas kesabaran dan pengawasannya, hahaha….





Pola Spice of Life Blanket ini beginner friendly menurut saya, tutorialnya jelas, foto-fotonya juga jelas. Masalahnya hanya pada beberapa jenis stitch, lebar rajutannya tidak sama. Sehingga kita harus ngakalin dengan ganti nomer hook yang sesuai supaya rajutannya tetap stabil lebarnya. Contohnya untuk stitch yang banyak chain/rantai yang lebar rajutannya relatif lebih kecil, saya pakai hook dua nomer di atas hook yang biasa saya pakai supaya nggak mengkerut. Trial and error aja, karena tensi rajut masing-masing orang nggak sama.





Supaya selimutnya lebih rapi dan lebarnya sama di kedua sisi, saya sempatkan blocking. Blocking ini memperbaiki bentuk selimut supaya lebih "persegi" dan rapi. Karena saya pakai benang sisaan which is mostly katun bali, hasil jadi selimutnya jadi berat. Susah juga dipake selimut kalau berat :D Jadi rencananya saya lapis kain di sisi dalamnya, terus mungkin bakal dipakai untuk cover sofa atau taplak. Belom tau juga si jadinya kaya gimana, nunggu sempet ke penjahit untuk jahit kainnya. Secara mesin jahit portabel murmer punya saya gak bakal kuat untuk jahit kain + rajutan + pelapis.






Spice of Life Blanket
Benang : Katun Bali Big Ply dan Soft Cotton Big Ply
Hook : Tulip 5/6 dan 7/8 tergantung jenis stitch


Sangat menyenangkan membuat selimut, dan sudah berencana untuk merajut selimut lainnya. Doakan saya ya, walaupun nggak ada satpamnya (seperti waktu CAL), tapi tetap konsisten ngerjain proyekan :D


Friday, September 29, 2017

Hexagonal Bag, Tas Rajut untuk Nias Barat

Follow my blog with Bloglovin
Beberapa hari ini Jakarta (dan kota-kota lain juga) dirundung mendung menggantung. Dua hari berturut-turut hujan mengguyur di pagi hari. Saya jadi harus berjibaku rebutan ojek, bajaj, dan sarana lain untuk mencapai kantor dari stasiun KRL. Yaaa, termasuk berjibaku mencari jalanan kering, yang nggak selalu berhasil dan berbuah satu-dua (bahkan tiga) celupan sepatu sneakers ke dalam genangan :'( 

Tapi kabar baiknya adalaaaah... Today is friday, and friday is friyay! Lupain susah rempongnya jalanan di hari kemarin, karena besok udah libuuur... Udah ada rencana buat besok? Saya jelas sudah. Some walks with the kids, maybe. And some crochets, definitely. :D Ngomong-ngomong soal rajutan, saya masih ngerjain proyekan ini. Baru selesai separo dari seluruh pattern week 4 huhuhu... banyak banget ya row-nya di pattern terakhir, hiks. Malem ini mau ngebut, moga2 kekejar.


Sambil nungguin WIP selimut, kayanya saya belum jadi upload tas tempo hari ya? Kelupaan. Untuk yang ga sempet baca postingan sebelumnya, sekitar awal tahun ini mbak Emilia (Emak Farah) mengajak teman-teman perajut untuk merajut tas sekolah bagi adik-adik SD Negeri Pulau Bawa, Kecamatan Sirombu, Nias Barat. Tas rajut ini untuk mendukung mereka yang tetap semangat pergi sekolah walaupun dalam banyak keterbatasan. Dengan gedung sekolah cuma dari papan ala kadarnya, seragam yang mungkin hanya ada satu-dua, sepatu mungkin tidak punya, bahkan membawa buku pun hanya dengan plastik kresek, mereka tetap pergi sekolah. Hebat ya.. Saya jadi malu. Menjadi pengingat buat saya yang masih mengeluh dari A sampai Z padahal sudah begitu banyak nikmat Alloh SWT dilimpahkan kepada saya :'(. 









Respon terhadap Mbak Emilia sangat baik, alhamdulillah. Tidak hanya tas rajut, tapi bantuan perlengkapan sekolah lain juga mengalir. Terima kasih ya Mbak, sudah mengajak kami berbagi, semoga ke depan ada kesempatan lagi untuk bergabung di event serupa.


Saya juga ikut berpartisipasi. Karena keterbatasan waktu, saya hanya membuat satu tas rajut saja. Tapi walaupun hanya satu, membuatnya dengan penuh cinta lho. Perlu waktu berminggu-minggu untuk menyelesaikan satu tas rajut ini, secara bikinnya juga disempet-sempetin di sela-sela waktu luang. Alhamdulillah selesai, dan bisa dikirim. Mudah-mudahan bermanfaat.


Tas ini menggunakan teknik tapestry crochet dengan pola ngarang :D Pokoknya mengarang indah. Motif hexagonal biasa, yang mudah dan nggak perlu pakai chart. Saya menggunakan benang polycherry, habis berapa gulung ya, lupa. :D Udah agak lama soalnya.








Mudah-mudahan tas ini bisa bermanfaat untuk siapapun yang menerimanya di sana. Mungkin belum sempurna, masih ada mirang-miring salah itung di beberapa tempat, sambungan bawah juga masih kurang rapi, tapi semoga yang menerimanya suka dan merasakan ada cinta dalam setiap rajutannya :D





Saya jadi kangen bikin tas tapestry crochet lagi (padahal masih ada proyekan tas yang belum kelar, uhuk). Mungkin nanti deh abis kelar rajutan selimut ini, selimut selanjutnya, dan atasan. Hahaha, banyak amat ya. Biasa, penyakit khas crafter. Banyak maunya, terbatas kemampuannya. :D



Selamat liburan ya, happy weekend everyone!

Tuesday, September 26, 2017

Spice of Life Blanket

Mumpung masih ada waktu nih sebelom jam pulang kantor, mari update blog. Masih seputaran proyekan kreatif bareng temen2 have fun with yarn. Setelah tempo hari akhirnya berhasil bikin atasan rajut pertama saya lewat event Knit Along (KAL) nya yang seru banget, kali ini HFWY sukses menebar racun kedua, yaitu mengajak saya bikin selimut lewat event Crochet Along (CAL). Tadinya nggak pingin ikutan, tapi kok ya begitu ngelihat hasilnya cuantik-cuantik seliweran di depan mata, runtuhlah tembok pertahanan :D Nggak pernah ngebayangin saya bakal bikin selimut, secara selimut itu kan gede banget. Lha wong bikin pouch kecil aja berminggu-minggu, gimana mau bikin selimut. Kata temen saya Opat yang sesama perajut angin-anginan dan mood-moodan, "Itu selimut tar kelarnya pas anakmu lulus SD, Mbak." :D

Tapi karena nggak tahan lihat foto instagrammable bertebaran buat selimut ini, akhirnya bonek aja, bondo nekad gabung ikutan CAL. Benangnya aja seada-adanya, semua pakai benang sisaan, katun bali big ply, soft cotton big ply, ada juga katun big ply. Hooknya pake ukuran 5.0, 6.0, 7.0, tergantung benang, mana aja yang bikin rajutannya lurus nggak meletat meletot secara ukuran benangnya beti alias beda-beda tipis :D :D Colorway? Gak jelas juga, lha wong namanya benang sisaan. Pokoke yang penting saya ikutan.

Saya enjoy banget merajut selimut ini, polanya beginner friendly, banyak foto2  yang membantu banget dalam memahami berbagai jenis tusukan (stich) baru. Merajut selimut ini malah jadi momen relaksasi saya buat mengendorkan urat leher ama kepala yang spaneng di kantor sepanjang hari :D Polanya relatif mudah, tiap baris ganti model tusukan/stitch dan ganti warna, jadi nggak gampang bosan. Saran saya sih perhatiin hasil rajutan dengan baik tiap selesai ngerjain beberapa baris, kalo ada yang mencurigakan semisal nampak mencong atau mengkerut, coba hitung stitch-nya siapa tau ada yang kurang atau kelewat. Saya sempet pengen nangis gara2 salah itung, selimutnya mengkerut, dan harus dedel berbaris2!

Progress CAL lumayan lancar sejauh ini.
Week 1, slamet sukses upload sesuai jadwal.
Week 2, ngos-ngosan karena kudu ngulang rajutan, separo lebih didedel karena salah itung :D

Di luar dugaan, ternyata hasilnya cantik lho! Nggak percaya? Lihat aja nih foto2nya. Cakep, warna2 earthy dan bold. Saya jadi ketagihan bikin selimut. Kayanya habis ini saya mau bikin selimut lagi deh :D Yang penting sekarang kelarin dulu week 3, secara pattern week 3 ada 60-an lebih baris, bakal lebih ngos-ngosan dari week 2. Dan karena wiken kemaren rempong ngajak halan-halan anak2, jadi rajutan ngga kepegang. Semoga masih bisa ngejar sesuai jadwal deh. Sumangaaattt!

Woops, udah jam pulang nih, segini dulu ya, tar update lagi kalo progressnya udah nambah ;)

Pola : Spice of Life Blanket by Sandra Cherry Heart
Benang : Campuran katun bali big ply, katun big ply, dan soft cotton big ply.







Tuesday, September 12, 2017

Breanah Croptop KAL dan Review Benang Rajut Onzie

Agustus kemarin menjadi bulan sibuk dengan banyak hal baru. Saya mulai aktif ngantor lagi nih setelah dua tahun leyeh-leyeh nikmat tiada tara jadi IRT haha.. Berbarengan di bulan Agustus juga, saya bergabung dengan komunitas perajut Indonesia di akun have fun with yarn.



Komunitas have fun with yarn ini beneran seruuuuu banget, inspiratif, penuh semangat, dan memacu saya untuk belajar banyak hal baru di dunia rajut-merajut. Awalnya, saya cuma terbiasa dengan rajutan crochet. Rajutan crochet menggunakan satu jarum yang sering disebut hook/hakpen. Selama ini saya hanya mengerjakan rajutan crochet untuk aksesoris saja seperti dompet dan tas. Saya jarang bikin rajutan wearable alias rajutan yang dipakai di badan, karena saya kurang sreg dengan hasil rajutan wearable menggunakan teknik crochet yang menurut saya hasilnya lebih tebal, kurang cocok dengan iklim tropis, dan motifnya banyak bolong-bolongnya (pola yang banyak beredar sih begitu, jarang saya lihat rajutan crochet yang rapat). Saya lebih suka rajutan wearable yang menggunakan teknik knitting, knitting ini merajut dengan dua jarum yang sering disebut knitting needle/jarum knitting. Saya sebenarnya sudah lamaaaaaa kepingin banget belajar knitting. Efek racun dari komik-komik Jepang yang bercerita kalau tiap valentine banyak anak cewek yang merajut sweater untuk anak cowok yang disukai, romance amat yes :D Buat yang ingin tahu lebih jelas tentang bedanya crochet dan knitting bisa lihat di sini.




Have fun with yarn mengajak saya melintasi batas kemampuan ini :D Pertama gabung dengan grupnya, pas banget ada pengumuman KAL (knit along) atau event merajut knitting bersama-sama. Dalam KAL biasanya para anggota akan diberikan pola yang sama, dan dikerjakan secara bertahap sesuai jadwal yang ditentukan. Serunya, kalau KAL kita jadi terpacu untuk mengerjakan, karena ada deadline jadwal dan banyak temen barengannya :D. Nah, tempo hari itu ada pengumuman Lacy Croptop KAL, bikin atasan berbentuk croptop dengan motif lace. Aduh lihat foto bentuk jadinya yang unyuuuuu banget, saya gak tahan banget buat ndaftar ikutan KAL. Bonek nih, bondo nekat, level beginner aye-aye mo bikin croptop. Tapi yaaaaa, ndaftar juga sih hahahaha....


And I was so lucky to join the KAL. Moderatornya mbak Sally Yanita super sabar dan super keren, ilmu yang dibagi banyaaaaak... Walaupun harus banyak kuota internet soalnya streaming Youtube melulu :D Lhaaa gimana lagi, lebih enak nonton video kan buat belajar knitting, kalo cuma gambar atau penjelasan doang mah belibet. Total KAL nya ada 6 minggu, bertahap dari bikin krah, lalu bagian dada, bagian body, terakhir lengan. 


Selain belajar teknik baru, saya juga kenalan sama benang baru. Yang tadinya cuma tahu benang tas (polycherry dan nylon) yang relatif keras teksturnya, sekarang pakai benang lembuuuutt... tangannya ampe kaget biasa kerja keras sekarang harus pake perasaan :D Saya pakai benang onzie, beli di mayacraft. Benangnya tebal, tapi lembut, dan lentur, enak banget dirajutnya. Dan cakepnya lagi, saya udah coba cuci benang ini pake mesin cuci, cuci barbar lah dicampur ama baju lain pake rinso dan dikeringin juga :D dia gak berubah dan gak luntur, hanya sedikit berbulu tapi masih tolerable, masih cakep lah dipakenya. Jenis benangnya karena ply nya tebal, ya hangat lah ya dipake.




Untuk croptop ini, asalnya panjangnya pas puser seksi2 gitu, tapi untuk versi saya, saya panjangin bodynya sampai bawah. Jadi sebenernya udah bukan croptop lagi, melainkan top doang ga pake crop :D. Saya buat untuk ukuran anak saya, XS, dan jadi bagus deh, pas dipake sama anak saya (memuji diri sendiri nih haha). Oiya, polanya free lhoo... di-reveal oleh moderator di minggu terakhir KAL. Untuk yang berminat, bisa download polanya di sini.




Secara keseluruhan, saya puas banget sama hasilnya, dan udah punya banyak rencana proyekan knitting baru nih di kepala. Nagih beneran! :D Sekali lagi terima kasih yaa.. buat komunitas super seru have fun with yarn, buat moderator, buat para master knitting baik hati yang upload video knitting di Youtube. Lope lope lope you all!


Monday, February 13, 2017

Progress on Hexagonal Tapestry Crochet

I love tapestry crochet and its infinite possibilities to create motif. I saw this beautiful hexagon motif on Molla Mills Instagram account and I really want to have one like that for me. It is actually one of the pattern in her book, that took forever to be translated to English (originally published in Finnish). I can't stand seeing the beauty of that hexagon motif bag so I decide to make one for me. 




I made several tapestry crochet bags and pouches before, but all were made using single crochet stitches, a common way to make tapestry crochet. This hexagon motif, as can be seen in her post, was made using double crochet stitches. This is my first time of making tapestry crochet with double crochet.






One of the difficulties in using double crochet to make tapestry crochet is the nature of the stitch which is "more loose" than single crochet stitch. It is easier to have holes since it is not as tight as single crochet. The possibility of having unused yarn unproperly hidden is greater, so the unused color can be seen from front side of the work.

Another difficulties is to maintain tension. To make it neater and have less holes, the tension needs to be tight. While in the other hand, I am a kind of crocheter who tend to crochet in loose tension. I don't really like muscle work :D If you see it carefully, you'll notice that the bottom of the bag is wider than the upside because I crochet "more loose" in the bottom before realized the holes was everywhere and my unused color was seen here and there :D.






This bag took lots of stitches and time (since I am a very slow crocheter), because it is big in size. I love big size bag, that's why I make this one :D I think of doing a crochet strap rather than using double leather handles like Molla Mills did. It's gonna be a cute hobo bag. Well, I have decided it. I'm gonna make a hobo bag. 

This post was made as part of #yarnlovechallenge day 12: Progress


Monday, December 19, 2016

A Scarf for Beginner

I've been falling for knitting since long time ago. I learned basic knitting from an owner of local yarn shop in the city where I spent my college years. She was a sweet, kind, talented old lady (she spoke Indonesian, Javanese and Dutch in mixed language), and she ran the only local knitting yarn shop that I knew at that time. It was just a short class, and I was able to finish a scarf. It was years ago. After that short class I was pushed to go back again to my regular yet under-pressured activities in the final year of my study, then forgot to practice knitting (she called it breien, it is knitting in Dutch). I never touched knitting needle again.





Then years later, I learned crochet. I learned with the help of a local crochet community in my town. The crochet habit and the fun in doing it last till now, I'm still crocheting stuff for me or for fulfilling orders. While crochet gives me a very enjoying and relaxing activity to do - and I love it, it is way different from knitting, especially the final result. Crochet makes bulkier stitches, and in some ways it creates "hole" more than knitting. Crochet, for me, is more suitable to make decorative stuff as bag, jewellery, rug, or blanket. Some crocheters made a very stunning and beautiful wearable stuff, but - for me again - it has different impression comparing to wearable stuff created by knitting. I love how knitters all over the internet made their clothes, or hats, or sock, or scarves. I befriend some avid knitters on instagram and impressed by their creativity. I am still curious and want to practice it again, like years ago. Oh, I tried to knit hat several months ago but it was frogged since I made mistake and didn't know what to do.





Then I tried again. I bought a needle from a needle craft fair. It was a circular metal needle in 3,5mm size, and it matched the requirements for big ply cotton yarn. I only have few cotton yarns in my stash, since most of my yarn are polyester (I crochet decorative stuff from polyester yarn). So with that circular metal needle, and a big ply cotton yarn, I started knitting again. A scarf pattern for beginner, very simple, only knit and purl stitches. I enjoy it so much. Some messy parts here and there, but just let it flow. Gotta start somewhere, right? At least I know I am on the right track. Just keep going.








Wednesday, August 27, 2014

WIP : Grey Nylon Bag Project

Another Wednesday is coming, hope everyone's having a good morning so far.

Mau update WIP nih. Untuk yang belum pernah dengar istilah WIP, kependekan dari Work In Progress. WIP umum digunakan untuk mengacu pada project yang sedang dikerjakan saat ini. Untuk kali ini, karena saya sedang mengerjakan Grey Nylon Bag, maka project itu menjadi WIP saya.

Grey Nylon Bag ini slow progress project, soalnya disambi-sambi sesempetnya :D Misalnya pas kepagian nyampe kantor atau kalau udah leyeh-leyeh di rumah dengan tenang. Jadi ya ngga bisa cepat. Yang penting, slow but sure.

Tas kali ini menggunakan motif checkerboard texture yang saya temukan di Pinterest, namanya motif Front Post Double Crochet Around Single Crochet Square. Bagi yang berminat, polanya tersedia free di situs Red Heart.

Ini bentuk aslinya si checkerboard kalau mengikuti pola aslinya dari Red Heart :


Polanya simpel, hanya menggunakan dua jenis tusuk, yaitu Front Post Double Crochet (FPDC) dan Single Crochet (SC) saja. Saya sempat bingung dengan FPDC, untunglah sumber informasi melimpah, mana lagi kalau bukan mengandalkan Youtube. :D

Saya sedikit memodifikasi pola tersebut supaya teksturnya lebih terlihat, jadi bukan 1 FPDC 1 SC, tapi 3 FPDC 3 SC. Hasilnya lumayan sih, according to me :D

Progress sejauh ini kurang lebih penampakannya sejauh ini :



Kepinginnya sih selesainya nggak lama-lama, supaya bisa "lompat" ke kit knitting yang udah otewe dalam pengiriman. Hehe, as I said before, I want to learn knitting because I want to make my own garment. Walaupun entah perlu berapa lama supaya bisa menguasai tekniknya, secara otodidak begini. :D


Sunday, August 24, 2014

Benang, Jarum dan Rajutan

Sejak dulu saya suka hal-hal yang berbau handmade craft, secara tidak langsung beberapa di antaranya membuat saya jatuh hati pada dunia per-handmade-an dan menjadikannya hobi. Salah satunya adalah rajut-merajut.

Pertama kali mengenal rajutan dari Ibu dan Tante saya yang memang gemar merajut. Lama-kelamaan saya tertarik dan ingin mencoba sendiri. Sayangnya, ketika ketertarikan itu ada, saya telah berkeluarga dan tinggal terpisah dari orang tua. Jaraknya jauh pula. Sehingga tidak ada lagi guru yang bisa mengajarkan satu-persatu tekniknya dan mengawasi dari balik bahu kita, untuk menegur setiap kali ada langkah yang salah. Being taught and watched by experienced handcrafter is one of the easiest and fastest way to learn something new.

Yah, apa boleh buat, karena sudah terlanjur jauh, jadi harus mengusahakan sendiri. Saya memilih belajar crochet terlebih dahulu, crochet adalah rajutan dengan menggunakan jarum yang disebut hook/hakken. Crochet dikerjakan dengan satu jarum dengan ukuran sesuai dengan ukuran benang yang digunakan untuk proyek. Saya memilih crochet karena nampaknya lebih simpel dibandingkan saudaranya sesama kerajinan rajut, yaitu knitting.

Sebagai langkah awal, saya bergabung dengan salah satu kopdar yang diadakan Komunitas Rajut Bogor. Dalam pertemuan tersebut saya dikenalkan dengan dasar-dasar crocheting. Selama 2 jam saya belajar membuat pola square, dengan nunak-nunuk dan dedel-mendedel karena kebanyakan salahnya daripada benernya. :D

Pertemuan pertama itu cukup menjadi bekal dan sangat menyenangkan karena berjumpa dengan para ahli-ahli crochet yang merajut dengan cepat sekaliiii, dan tidak semuanya perempuan lho, ada juga bapak-bapak yang luwes memakai hakken atau jarum crochet. Kopdar tersebut sebenarnya temanya membuat sandal rajut, tapi karena saya masih bau kencur jadi saya tidak ikut membuat sandal rajut, tapi hanya belajar membuat pola square yang itupun hasilnya acak adut. :D

Setelah pertemuan pertama tersebut, sisanya saya lebih banyak selftaught atau otodidak belajar sendiri. Sumbernya ya Youtube dan seabrek website tentang crocheting yang mudah ditemukan di Google. Dan ada satu lagi situs yang saya temukan dan sangat bermanfaat untuk belajar merajut, yaitu Ravelry. Ravelry adalah semacam sosial media, tapi khusus untuk para perajut. Isinya, ya segala tetek bengek perajutan, mulai dari tips, jenis benang, berbagai pola baik yang gratis maupun berbayar, forum, foto-foto dan sebagainya. Pokoknya segala macam tentang perajutan baik knitting maupun crocheting, tumplek blek di sini. Rasanya seperti nemu harta karun. :D

Alice, salah satu crafter blogger favorit saya, mendefinisikan Ravelry seperti ini :

If you crochet or knit then you need to be on Ravlery.  It's free.  It's run by people who love running a site about knitting and crocheting.  It's amazing  AMAZING amazing.

Why?

If you've ever seen a knitting pattern in a book or a magazine and wondered:

"What would that look like on a normal person who looks kind of like me?"
"Is this easy to make?"
"Can you make this in a different kind of yarn successfully?"

Then Ravelry is going to blow your mind.



Dari hasil ngubek-ubek dan coba sana-sini, lumayan sudah jadi 4 project di Ravelry. Satu dompet dan tiga tas. Dua di antaranya adalah tas nylon. Tas nylon terutama di Jogja sedang happening banget nih, dipicu oleh suksesnya brand tas nylon Dowa. Memang kalau menengok tas-tas Dowa baik di situsnya maupun di counternya, cantik-cantik bangeeeet...

Pemerintah Jogja pun tanggap dengan hal ini dan membuat program-program pelatihan untuk menggerakkan pengrajin home industry. Salah satu peserta program-program pelatihan itu adalah Tante saya. Jadilah pas pulang mudik kemarin sebagaimana sudah diceritakan di sini, saya sekalian dapat pelatihan gratis super kilat dari Tante, tentang perihal merajut tas nylon. Pulang-pulang pun dibawain benang nylon warna peach.

Namanya proyek pertama, ya belum bisa halus bahkan banyak baris yang salah hitung ha ha ha :D Tapi sebagaimana pepatah, kalau nggak salah, ya nggak belajar. Proyek pertama ini walaupun sudah selesai, tapi kayanya harus dibongkar deh karena salahnya kebanyakan, sayang kalau difinishing tapi hasilnya nggak cakep.


Proyek pertama, Pink Nylon Bag yang masih kurang rapi


Untuk kerajinan tas nylon ini, kendala ada di finishing. Pemasangan tali dan aksesoris kulit imitasi sulit untuk dipasang oleh orang awam, demikian pula dengan pembuatan inner dan pemasangan ritsluiting. Bahan benang nylon tebal dan keras, sehingga mesin jahit biasa tidak kuat menjahit tembus, bisapun dengan tangan (hand sewing). Kelemahan hand sewing adalah jahitannya tidak serapi dan tidak sekuat jahitan mesin konveksi garmen yang biasa digunakan untuk kerajinan tas. Karena faktor-faktor tersebut, maka finishing masih dikerjakan oleh pihak lain di luar perajut, kecuali perajut skala menengah yang sudah memiliki pegawai finishing dan mesin sendiri.

Untuk rajutan saya pun, finishing saya titipkan ke Tante yang ada di Jogja, walaupun risikonya ya kena ongkos kirim bolak-balik. Soalnya saya belum menemukan pengrajin tas yang bisa membantu melakukan finishing tas rajut di Bogor. Itupun baru akan saya lakukan pada proyek tas nylon yang kedua karena proyek pertama nan acak adut tadi nampaknya perlu revisi yang cukup banyak. :D :D :D

Proyek kedua, Grey Nylon Bag. Karena sudah paham caranya, mudah-mudahan tidak ada salah hitung baris lagi, dan bisa lebih rapi dari sebelumnya


Targetnya sih ingin segera menyelesaikan rajutan tas nylon kedua ini, membenahi yang pertama kemudian menyelesaikan finishingnya. Untuk berikutnya, saya ingin mencoba knitting. Saya sangat tertarik dengan knitting karena knitting memberikan lebih banyak peluang dalam hal garmen, contoh : kaos kaki, sweater dan cardigan. Teknik crochet tidak seleluasa knitting bila digunakan dalam hal tersebut. Saya sudah mengorder knitting kit dan mudah-mudahan bisa segera mempelajarinya dalam waktu dekat. Kepinginnya sih, bisa segera mempelajari knitting untuk sweater atau cardigan, tapi itu butuh proses yaaa.. Karena sekali lagi, self taught, modalnya browsingan sama streamingan Youtube. :p


”…beauty is twice beauty
and what is good is doubly good
when it is a matter of two socks
made of wool in winter.”


-- pablo neruda --