-->

Pages

Showing posts with label taraaa!. Show all posts
Showing posts with label taraaa!. Show all posts

Wednesday, April 8, 2020

Hari Ke-23 #dirumahaja

Finally, my first hand knit sweater! Akhirnya setelah berbulan-bulan disambi ini dan itu, selesai juga ini sweater. Saya sendiri pun kaget, eh bisa selesai juga ya. Alhamdulillah, hikmah #dirumahaja ๐Ÿ˜€



Ini adalah Super Simple Summer Sweater, pattern dari Joji Locatelli. Saya memilih pattern ini karena reviewnya bagus di Ravelry dan beginner friendly, yang paling penting ini mah, secara saya newbie banget di bidang per-knitting-an. Polanya sederhana, cocok untuk pemula, bahkan bisa disambi nonton atau baca ๐Ÿ˜€ Yaaa... ada lah, salah salah itung dikit di sana-sini, dimaafkan lah ya namanya juga pemula. Alhamdulillah setelah jadi nggak gitu keliatan salah2nya ๐Ÿ˜‚

Benang yang digunakan adalah mix Himalaya Everyday Worsted dan Himalaya Everyday New Tweed. Ini benang favorit saya. Himalaya Everyday adalah benang rajut impor dari Turki. Karakter benangnya lembut, empuk dan enak dirajut, anti pilling acrylic, nggak gampang pecah pilinannya, recommended untuk rajutan wearable.

Benang yang saya pakai adalah materi timbunan yang udah dibeli dari kapan tau ๐Ÿ˜‚ belinya di bolabolabenang, kayanya pas lagi sale. Biasalah emak2, suka gatel liat sale padahal ngga jelas juga beli mau dipake buat apa ๐Ÿ˜‚ untunglah dia sekarang telah menemukan jodoh pattern nya ๐Ÿ’—



Alhamdulillah, pencapaian ini lumayan bikin mood merajut naik kembali. Jadi semangat lanjut ke proyekan berikutnya. Being busy is good in time like this, apalagi kalau hasilnya sesuatu yang bermanfaat.

Stay safe, dear friends.


Friday, March 27, 2020

Hari Ke-11 #dirumahaja

Hari ke-9 di rumah, banyak-banyak memfokuskan diri pada hal-hal positif dan pikiran positif. Di saat seperti ini nggak hanya fisik yang harus sehat, mental juga harus sehat. Fokus di keluarga, jadikan setiap kesempatan kita bersama orang2 tercinta menjadi momen bahagia. 

Stress pasti ada. Perubahan pola keseharian baik bagi kami orang tua maupun anak-anak tentunya memerlukan adaptasi, dan adaptasi itu bisa mulus, bisa juga tersendat-sendat. Yang paling membutuhkan usaha adalah memindahkan sekolah ke rumah. Terus terang saya nggak punya background pendidikan anak, pun stok sabar untuk mengajari anak2 ๐Ÿ˜… 

Momen #dirumahaja kali ini benar2 mengajarkan saya arti pendidikan dan betapa besar jasa para pendidik. Mulai dari daftar tugas sekolah, bagaimana menyampaikan ke anak2, dan apa hasil dari tugas2 itu yg bermanfaat untuk keseharian, sungguh membuat saya memutar otak dan menghela nafas melatih kesabaran berkali2. Terpujilah wahai engkau bapak ibu guru.







Kesibukan sekolah di rumah ini walaupun ada kalanya membikin stres kami sebagai orang tua, namun sisi positifnya juga, waktu untuk nongkrongin berita covid19 jadi banyak berkurang, otomatis healing juga untuk kesehatan mental kami. Karena sungguh berita mencemaskan yang terus-menerus itu nggak sehat untuk psikologis kita.

Usaha makan sehat insyaAlloh masih terus diupayakan. Cara instan versi kami ya via juicer. Slow juicer yang dibeli beberapa waktu lalu sangat bermanfaat. Segala macam stok sayur dan buah sudah coba kami masukkan ke slow juicer, hasilnya enak semua. Tanpa gula tambahan, kadang dibubuhi garam himalaya sedikit agar ada rasa umami.












Saya juga menyelesaikan tas rajut proyekan tempo hari. The state of the world needs bright colors, so I crocheted one. 



Semoga hari-hari kelabu yang meliputi dunia belakangan ini bisa segera berganti dengan hari-hari ceria yang penuh warna kembali. Aamiin. Stay safe, stay healthy, stay at home save lives.

Wednesday, December 13, 2017

Bersantai Nyaman di Selimut Rajut Empuk

Saya selalu menikmati waktu di rumah. Apalagi setelah seharian menyita energi di kantor. Kami senang berkumpul di ruang keluarga dan santai-santai bersama. Biasanya saya ngobrol dengan anak-anak, dengan Kakak menanyakan bagaimana sekolahnya, dengan Adek hari ini main kemana aja, dan topik santai remeh temeh non berat lainnya. Just to relax our brains and our minds. Kadang saya membaca, kadang merajut, dan kadang menulis draft postingan. 

Malam juga waktunya baking dan makan camilan. Ah, favorit saya adalah kue padat yang manis. Bolu, butter cake, muffin, they are on top of my list. Saya menulis beberapa resep butter cake di blog ini lho. Lemon Drizzle Cake yang menebarkan aroma wangi jeruk ke seluruh penjuru rumah. Juga Vanilla Butter Cake yang jadi tren dunia di kalangan baking blogger. Kalori? Yah, cuma satu atau dua potong bukan masalah sih nampaknya, yang penting kita bahagia :D




Rencana saya untuk menulis postingan ini beberapa kali tertunda karena kebanyakan acara. Hahaha... biasa, emak-emak sok sibuk sono sini. Dan belom mood juga sih, haha. Kebanyakan alesan ini mah. Akhirnya malam ini muncul juga moodnya. Dan duduklah saya sambil ngetik draft postingan ini, di h-a-p-e. Yup, itung-itung olahraga jari. Mumpung jagoan kecil lagi sibuk wuss wuss balapan hotwil. Jadi di sinilah saya, duduk ngopi di meja makan, nemenin jagoan kecil yang sibuk ngatur tim formula satunya, sambil ngetik postingan ini.




Masih inget blanket yang ini? Selimut pertama yang bikin saya luar biasa bangga karena berhasil merajut sampai selesai nggak cuma nambahin sejuta WIP yang udah ada. Dari awal memang saya ingin memberi lapisan pada bagian dalam selimut. Maksudnya biar bisa untuk gelaran. Apa ya bahasa Indonesianya gelaran? Pokoknya macam duduk/santai di lantai pakai alas/tikar. Terus idenya muncul lagi, kenapa nggak dibikin empuk sekalian? Kan enak kalau alas duduk di lantainya empuk menul-menul kaya balmut (bantal selimut).




Demi ide itu akhirnya saya bela-belain beli dakron lembaran sama kain katun. Tapi kemudian muncul masalah selanjutnya, gimana jahitnya? ๐Ÿ˜… Mesin jahit saya, Singer portabel model paling ekonomis jelas tak mampu menembus ketebalan lapisan rajutan - dakron - katun. Akhirnya sempat dianggurinlah itu selimut rajut selama beberapa waktu. Sampai suatu sore saya kebetulan lewat depan ruko jasa konveksi kaos. Jasa konveksi kaos itu kan pakai mesin jahit konveksi tipe heavy duty, kenapa nggak saya coba masukin orderan ke mereka aja?




Singkat kata, akhirnya jasa konveksi kaoslah yang membantu saya mewujudkan cita-cita bikin selimut empuk menul-menul. Langkah jahitnya sebenarnya mudah saja, bungkus dulu dakron lembaran dengan kain katun, kemudian baru "karpet" dakron itu dijahit ke sisi dalam selimut. Jangan lupa untuk menjahit tindas di beberapa titik di tengah karpet (atau jahit lurus melintasi karpet dari satu sisi ke sisi lainnya), untuk "mengunci" dakron agar tidak berubah posisi dan tidak menggulung ketika dicuci.







Taraaa! Do you see it? Do you see? Selimut empuk menul-menul is in da house yeaaaah! Coba tebak sapa yang paling girang? Jelas para krucils yang langsung leyeh-leyeh ceria di atas tikar selimut. Selimutnya empuk dan lembut, motifnya dan warnanya juga cantik. Pokoknya semua sukaaa..terutama sih, saya. Puas rasanya membuat sesuatu yang bermanfaat. Dan jelas jadi punya alasan untuk merajut satu selimut lagi dan menambah sejuta WIP yang sudah ada.

Ah, iya, hari ini harbolnas kan? Sayang sekali toko benang bukan termasuk penyedia jasa yang hobi memberi diskon besar saat harbolnas. Tapi euforia harbolnas menyemangati saya untuk belanja benang juga. Lagian ada proyekan spesial yang mau dibikin, tapi belum ada benangnya. Walaupun telah nyata adanya sejuta WIP yang belom tau kapan kelarnya. 

Jangan khawatir.

Seperti kata teman saya, 


"Semua akan terajut pada waktunya." ๐Ÿ˜




Friday, November 24, 2017

Meet Little Miss Annie!

Halooo... apa kabar? Today is Friday, yay! Nggak kerasa ya ujug-ujug udah Jumat aja. Jumat barokah, Jumat semangat, dan besok sudah wikeeeeen *joget zig zag*. Di kantor juga hawanya udah liburan nih, tinggal menunggu detik-detik bel berbunyi: tenggo!! (begitu teng langsung go). 

Padahal masih dua jam lagi.

Beberapa hari ini karena Mr. B sibuk kerjaan kantor, jadinya nyonya rumah berperan penuh ngurusin rumah, termasuk taneman hidroponiknya Mr. B, ikan cupangnya Mr. B, buku-bukunya Kakak, juga mobil-mobilan motor-motoran sampe kereta-keretaannya Adek *lap keringet*. Jadinya rajutan selimut tempo hari belom kepegang lagi. Tapi untungnya, sempet ngerjain proyekan kecil-kecilan lain. 

I am crochet addict. I've been bringing crochet almost everywhere I go. Even to the office. Iyes, ini mainan ke kantor pun ngikut. Dibawa-bawa naik KRL :D Saya selalu membawa bekal makanan dari rumah karena sekalian masak buat yang di rumah, jadi di kantor nggak perlu keluar ruangan untuk beli makan siang. Ini menyumbang signifikan hemat waktu istirahat, dan juga hemat ongkos (mak irit yes) :D. Tambah lagi sosial media diblok di jaringan internet kantor, jelas mengurangi waktu "tenggelam" di sosial media. Lha gimana mau tenggelam, ngakses halaman login aja gak bisa. Jadi kalau udah cape/bosen browsingan, atau pas lagi mood enak untuk nge-craft, saya merajut. 




Proyekan on-the-go ini biasanya proyekan kecil, ringkes bentuknya dan ringkes benangnya. Nggak seperti blanket yang butuh 15 gulung benang lain-lain warna, kalau blanket mau ngikut ke kantor bisa-bisa saya kudu bawa travel bag :D Kali ini saya lagi kepingin bikin amigurumi. Udah lamaaaa banget nggak bikin amigurumi. Kemaren main-main di Pinterest, sempet ngelihat amigurumi matryoshka yang ultra lucu! Lucu banget, imut, feminin, manis. Aw aw aw kepingin bikiiiiin... tapi pattern-nya berbayar, dan akun Paypal pas lagi abis saldonya :D Ada beberapa pola yang free di internet, salah satunya nesting doll ini, yang juga another "lucu bangeeet", tapi sepertinya polanya agak rumit :D. Saya lagi pengen proyekan gampang kaya cemilan kacang, yang nggak pake berhitung mumet. 



Saya sudah lama suka matryoshka (ada juga yang menyebut babushka doll). Boneka yang jadi icon suvenir Rusia ini punya keunikan tersendiri. Satu set matryoshka terdiri dari beberapa buah boneka dengan berbagai ukuran, dari paling besar sampai paling kecil. Uniknya, setiap boneka bisa dimasukkan ke dalam boneka yang ukurannya lebih besar, demikian seterusnya sampai tinggal boneka terbesar. Karena itu disebut juga sebagai Russian nesting doll.

Sumber : Wikipedia

Walaupun populer sebagai suvenir khas Rusia, konsep nesting doll sebenarnya berasal dari Cina yang kemudian dibawa ke Jepang. Suatu ketika set boneka Jepang ini ditemukan seorang kolektor seni Rusia yang kemudian membawanya pulang dan memprakarsai pembuatan nesting doll khas Rusia. Sejak itu, nesting doll ini populer sebagai suvenir Rusia. Cerita lengkapnya bisa dibaca di sini.


Sumber : Wikipedia


Russian nesting doll disebut dengan banyak nama, salah satu yang paling terkenal (yang pertama kali saya kenal juga) adalah Matryoshka. Matryoshka berasal dari Matryona, nama anak perempuan yang populer di Rusia pada masa itu. Nama ini dianggap mewakili Russian nesting doll yang umum mencitrakan perempuan tradisional Rusia, digambarkan memakai busana tradisional, dan merupakan pengurus keluarga (anak-anak dan rumah). Konsep Matryoshka terasa relevan, bahwa keluarga merupakan prioritas utama saya. Hal ini juga yang membuat saya jatuh hati pada matryoshka, selain karena cuteness-nya. Karena tahu istri (dan anaknya juga) suka Matryoshka, beberapa waktu lalu Mr. B membawa wooden set Matryoshka asli dari Moskow, oleh-oleh temen yang baru pulang dari sana. Cantiik sekali bonekanya, cuma saya belom sempet pepotoan.


Set pertama Russian Nesting Doll (sumber : Wikipedia)


Kembali ke proyekan amigurumi boneka, selesai juga setelah saya kerjakan selama beberapa hari, seperti biasa sesempetnya dan seada-adanya benang. Benangnya pun ini sisaan dari proyekan Spice of Life Blanket tempo hari. Mostly katun bali big ply, dan campuran sedikit soft cotton big ply. Untuk tekstur benang, soft cotton lebih lembut dan lebih ringan dari katun bali.

Pattern-nya? Ngarangisasi. Asli ngarang sambil jalan. Kalau suruh ngulang lagi, entahlah bisa sama apa enggak hahaha... Ilmu kira-kira aja. Kalau seharusnya matryoshka terdiri dari beberapa boneka dengan berbagai ukuran, saat ini yang saya baru membuat satu boneka saja. Walau cuma satu boneka yang penting terinspirasi dari matryoshka *maksa*.

Soooo.... jeng jerejeng jeng jeng.... Please welcome Little Miss Annie. Miss Annie adalah gadis kecil periang dan bersemangat. Dia tinggal di pertanian, senang bercocok tanam dan menghasilkan makanan dari tumbuhan yang ditanam. 




Polanya relatif gampang, saya menambahkan sulam untuk hiasan badan Miss Annie. Sulam yang gampang-gampang aja, tapi hasilnya aw aw aw lucuuu.... udah kaya matryoshka yang bertebaran di Pinterest belom?




Tapi untuk sementara saat ini Miss Annie tinggal di kantor, untuk menemani saya di jam kerja :D Mudah-mudahan semangat dan keceriaannya menular ke seantero ruangan, termasuk saya. Jangan khawatir, saya sudah siapkan tempat yang nyaman di sudut meja untuknya. Dan ada akses internet 24 jam, Miss Annie bisa browsingan tips-tips dan ilmu baru pertanian, asalkan bukan browsingan sosial media karena alamat sosmed diblok semua :D 




Semoga betah ya Miss Annie!


Saturday, October 28, 2017

Spice of Life Blanket (Finished!)

Sudah masuk bulan Oktober. Hujan mulai sering mengguyur. Kalau di sisi lain bumi, sudah mulai masuk musim gugur kan ya? Pergantian musim selalu membawa mood yang berbeda. Kalau buat saya, musim hujan membuat lebih slow, lebih melankolis, lebih syahdu. Plus bawa flu juga karena jadi sering hujan-hujanan. Beberapa waktu lalu ketika hujan deras melanda Jakarta pagi hari, saya sukses merendam sepatu sneakers di jalanan yang banjir. Yah, begitulah, selalu ada plus dan minus di setiap hal dalam hidup kita bukan?





Nggak terasa sudah tiga perempat tahun 2017 kita lewati ya. Berapa resolusi awal tahun yang sudah tercapai? Sudah semua, atau malah resolusinya berubah di tengah perjalanan? Resolusi terbesar saya yang alhamdulillah tercapai tahun ini adalah lulus sekolah. Perdjoeangan bok, buat emak berbuntut dua untuk ngelarin sekolah. Apalagi di saat-saat genting batas akhir sidang, eh malah bibik yang ngasuh anak-anak minta pulang kampung a.k.a berhenti. Doh, bayangpun setelah itu saya harus jinjing anak sholih kemana-mana karena nggak ada yang ngasuh di rumah, nguber pembimbing, ngolah data, sementara kakaknya dititip di penitipan (gak mungkin keles bawa dua bocah, naik KRL, bawa laptop + buku2 rujukan) *lap keringet*. Alhamdulillah selesai tepat waktu. Masih rada nggak percaya sih sekarang, kok bisa lulus juga ya? :D Tapi Alloh Maha Baik, selalu menunjukkan jalan dan menurunkan pertolongan :) 





Salah satu resolusi lain yang nggak ngira bakal tercapai adalah bikin selimut. Selimut ini lho, selimut. Blog post pertamanya udah saya posting beberapa waktu lalu di sini. Yang kata temen saya si tukang rajut mood2-an ini kalaupun saya bikin, paling selesainya ntar kalo anak udah lulus SD. :D Terrrnyataaa….. tetot! Ramalanmu salah, teman! Kelar niiih.. kelaaar… hahaha sumpah bangganya minta ampun. Karena nggak ngira juga bakalan kelar. 





Sekali lagi terima kasih se-gunung Galunggung buat teman-teman di komunitas rajut Have Fun With Yarn karena sudah menyelenggarakan Crochet Along (CAL) yang super menyenangkan ini. Walaupun saya sempat telat dua hari dari deadline upload foto jadi si selimut karena jadwal kantor lagi nggak rukun (banget) sama hobi. Ini juga membuktikan bahwa sisi kreatif saya lebih tereskploitasi maksimal kalau dikejar deadline (penyakit ini mah ya, hahaha). Soalnya CAL ada satpamnya, the very talented Wulan. Makasih banyak yaa Wulan atas kesabaran dan pengawasannya, hahaha….





Pola Spice of Life Blanket ini beginner friendly menurut saya, tutorialnya jelas, foto-fotonya juga jelas. Masalahnya hanya pada beberapa jenis stitch, lebar rajutannya tidak sama. Sehingga kita harus ngakalin dengan ganti nomer hook yang sesuai supaya rajutannya tetap stabil lebarnya. Contohnya untuk stitch yang banyak chain/rantai yang lebar rajutannya relatif lebih kecil, saya pakai hook dua nomer di atas hook yang biasa saya pakai supaya nggak mengkerut. Trial and error aja, karena tensi rajut masing-masing orang nggak sama.





Supaya selimutnya lebih rapi dan lebarnya sama di kedua sisi, saya sempatkan blocking. Blocking ini memperbaiki bentuk selimut supaya lebih "persegi" dan rapi. Karena saya pakai benang sisaan which is mostly katun bali, hasil jadi selimutnya jadi berat. Susah juga dipake selimut kalau berat :D Jadi rencananya saya lapis kain di sisi dalamnya, terus mungkin bakal dipakai untuk cover sofa atau taplak. Belom tau juga si jadinya kaya gimana, nunggu sempet ke penjahit untuk jahit kainnya. Secara mesin jahit portabel murmer punya saya gak bakal kuat untuk jahit kain + rajutan + pelapis.






Spice of Life Blanket
Benang : Katun Bali Big Ply dan Soft Cotton Big Ply
Hook : Tulip 5/6 dan 7/8 tergantung jenis stitch


Sangat menyenangkan membuat selimut, dan sudah berencana untuk merajut selimut lainnya. Doakan saya ya, walaupun nggak ada satpamnya (seperti waktu CAL), tapi tetap konsisten ngerjain proyekan :D


Friday, September 29, 2017

Hexagonal Bag, Tas Rajut untuk Nias Barat

Follow my blog with Bloglovin
Beberapa hari ini Jakarta (dan kota-kota lain juga) dirundung mendung menggantung. Dua hari berturut-turut hujan mengguyur di pagi hari. Saya jadi harus berjibaku rebutan ojek, bajaj, dan sarana lain untuk mencapai kantor dari stasiun KRL. Yaaa, termasuk berjibaku mencari jalanan kering, yang nggak selalu berhasil dan berbuah satu-dua (bahkan tiga) celupan sepatu sneakers ke dalam genangan :'( 

Tapi kabar baiknya adalaaaah... Today is friday, and friday is friyay! Lupain susah rempongnya jalanan di hari kemarin, karena besok udah libuuur... Udah ada rencana buat besok? Saya jelas sudah. Some walks with the kids, maybe. And some crochets, definitely. :D Ngomong-ngomong soal rajutan, saya masih ngerjain proyekan ini. Baru selesai separo dari seluruh pattern week 4 huhuhu... banyak banget ya row-nya di pattern terakhir, hiks. Malem ini mau ngebut, moga2 kekejar.


Sambil nungguin WIP selimut, kayanya saya belum jadi upload tas tempo hari ya? Kelupaan. Untuk yang ga sempet baca postingan sebelumnya, sekitar awal tahun ini mbak Emilia (Emak Farah) mengajak teman-teman perajut untuk merajut tas sekolah bagi adik-adik SD Negeri Pulau Bawa, Kecamatan Sirombu, Nias Barat. Tas rajut ini untuk mendukung mereka yang tetap semangat pergi sekolah walaupun dalam banyak keterbatasan. Dengan gedung sekolah cuma dari papan ala kadarnya, seragam yang mungkin hanya ada satu-dua, sepatu mungkin tidak punya, bahkan membawa buku pun hanya dengan plastik kresek, mereka tetap pergi sekolah. Hebat ya.. Saya jadi malu. Menjadi pengingat buat saya yang masih mengeluh dari A sampai Z padahal sudah begitu banyak nikmat Alloh SWT dilimpahkan kepada saya :'(. 









Respon terhadap Mbak Emilia sangat baik, alhamdulillah. Tidak hanya tas rajut, tapi bantuan perlengkapan sekolah lain juga mengalir. Terima kasih ya Mbak, sudah mengajak kami berbagi, semoga ke depan ada kesempatan lagi untuk bergabung di event serupa.


Saya juga ikut berpartisipasi. Karena keterbatasan waktu, saya hanya membuat satu tas rajut saja. Tapi walaupun hanya satu, membuatnya dengan penuh cinta lho. Perlu waktu berminggu-minggu untuk menyelesaikan satu tas rajut ini, secara bikinnya juga disempet-sempetin di sela-sela waktu luang. Alhamdulillah selesai, dan bisa dikirim. Mudah-mudahan bermanfaat.


Tas ini menggunakan teknik tapestry crochet dengan pola ngarang :D Pokoknya mengarang indah. Motif hexagonal biasa, yang mudah dan nggak perlu pakai chart. Saya menggunakan benang polycherry, habis berapa gulung ya, lupa. :D Udah agak lama soalnya.








Mudah-mudahan tas ini bisa bermanfaat untuk siapapun yang menerimanya di sana. Mungkin belum sempurna, masih ada mirang-miring salah itung di beberapa tempat, sambungan bawah juga masih kurang rapi, tapi semoga yang menerimanya suka dan merasakan ada cinta dalam setiap rajutannya :D





Saya jadi kangen bikin tas tapestry crochet lagi (padahal masih ada proyekan tas yang belum kelar, uhuk). Mungkin nanti deh abis kelar rajutan selimut ini, selimut selanjutnya, dan atasan. Hahaha, banyak amat ya. Biasa, penyakit khas crafter. Banyak maunya, terbatas kemampuannya. :D



Selamat liburan ya, happy weekend everyone!

Tuesday, September 12, 2017

Breanah Croptop KAL dan Review Benang Rajut Onzie

Agustus kemarin menjadi bulan sibuk dengan banyak hal baru. Saya mulai aktif ngantor lagi nih setelah dua tahun leyeh-leyeh nikmat tiada tara jadi IRT haha.. Berbarengan di bulan Agustus juga, saya bergabung dengan komunitas perajut Indonesia di akun have fun with yarn.



Komunitas have fun with yarn ini beneran seruuuuu banget, inspiratif, penuh semangat, dan memacu saya untuk belajar banyak hal baru di dunia rajut-merajut. Awalnya, saya cuma terbiasa dengan rajutan crochet. Rajutan crochet menggunakan satu jarum yang sering disebut hook/hakpen. Selama ini saya hanya mengerjakan rajutan crochet untuk aksesoris saja seperti dompet dan tas. Saya jarang bikin rajutan wearable alias rajutan yang dipakai di badan, karena saya kurang sreg dengan hasil rajutan wearable menggunakan teknik crochet yang menurut saya hasilnya lebih tebal, kurang cocok dengan iklim tropis, dan motifnya banyak bolong-bolongnya (pola yang banyak beredar sih begitu, jarang saya lihat rajutan crochet yang rapat). Saya lebih suka rajutan wearable yang menggunakan teknik knitting, knitting ini merajut dengan dua jarum yang sering disebut knitting needle/jarum knitting. Saya sebenarnya sudah lamaaaaaa kepingin banget belajar knitting. Efek racun dari komik-komik Jepang yang bercerita kalau tiap valentine banyak anak cewek yang merajut sweater untuk anak cowok yang disukai, romance amat yes :D Buat yang ingin tahu lebih jelas tentang bedanya crochet dan knitting bisa lihat di sini.




Have fun with yarn mengajak saya melintasi batas kemampuan ini :D Pertama gabung dengan grupnya, pas banget ada pengumuman KAL (knit along) atau event merajut knitting bersama-sama. Dalam KAL biasanya para anggota akan diberikan pola yang sama, dan dikerjakan secara bertahap sesuai jadwal yang ditentukan. Serunya, kalau KAL kita jadi terpacu untuk mengerjakan, karena ada deadline jadwal dan banyak temen barengannya :D. Nah, tempo hari itu ada pengumuman Lacy Croptop KAL, bikin atasan berbentuk croptop dengan motif lace. Aduh lihat foto bentuk jadinya yang unyuuuuu banget, saya gak tahan banget buat ndaftar ikutan KAL. Bonek nih, bondo nekat, level beginner aye-aye mo bikin croptop. Tapi yaaaaa, ndaftar juga sih hahahaha....


And I was so lucky to join the KAL. Moderatornya mbak Sally Yanita super sabar dan super keren, ilmu yang dibagi banyaaaaak... Walaupun harus banyak kuota internet soalnya streaming Youtube melulu :D Lhaaa gimana lagi, lebih enak nonton video kan buat belajar knitting, kalo cuma gambar atau penjelasan doang mah belibet. Total KAL nya ada 6 minggu, bertahap dari bikin krah, lalu bagian dada, bagian body, terakhir lengan. 


Selain belajar teknik baru, saya juga kenalan sama benang baru. Yang tadinya cuma tahu benang tas (polycherry dan nylon) yang relatif keras teksturnya, sekarang pakai benang lembuuuutt... tangannya ampe kaget biasa kerja keras sekarang harus pake perasaan :D Saya pakai benang onzie, beli di mayacraft. Benangnya tebal, tapi lembut, dan lentur, enak banget dirajutnya. Dan cakepnya lagi, saya udah coba cuci benang ini pake mesin cuci, cuci barbar lah dicampur ama baju lain pake rinso dan dikeringin juga :D dia gak berubah dan gak luntur, hanya sedikit berbulu tapi masih tolerable, masih cakep lah dipakenya. Jenis benangnya karena ply nya tebal, ya hangat lah ya dipake.




Untuk croptop ini, asalnya panjangnya pas puser seksi2 gitu, tapi untuk versi saya, saya panjangin bodynya sampai bawah. Jadi sebenernya udah bukan croptop lagi, melainkan top doang ga pake crop :D. Saya buat untuk ukuran anak saya, XS, dan jadi bagus deh, pas dipake sama anak saya (memuji diri sendiri nih haha). Oiya, polanya free lhoo... di-reveal oleh moderator di minggu terakhir KAL. Untuk yang berminat, bisa download polanya di sini.




Secara keseluruhan, saya puas banget sama hasilnya, dan udah punya banyak rencana proyekan knitting baru nih di kepala. Nagih beneran! :D Sekali lagi terima kasih yaa.. buat komunitas super seru have fun with yarn, buat moderator, buat para master knitting baik hati yang upload video knitting di Youtube. Lope lope lope you all!


Thursday, March 24, 2016

Dompet Koin Gamaguchi

Beberapa waktu terakhir ini ada tren kekinian di kalangan para perajut lokal, yaitu rajutan dompet koin dengan behel. Tren ini pertama kali saya ketahui dari master perajut Mak Jibenk Hidayat, yang saya kagumi karena selalu berhasil menciptakan karya-karya unik dan cantik. Salah satunya adalah dompet koin ini yang beliau sebut dengan nama gamaguchi.

Gamaguchi adalah dompet koin khas Jepang yang menggunakan behel dan memiliki bentuk khas, biasanya berbentuk mini fat bottomed purse. Bodinya yang endut dengan alas lebar tapi mungil (susah juga bilangnya ya :D) membuat gamaguchi jadi terlihat imut. Saya pun tertarik untuk mencoba membuatnya. Walaupun demikian, niat itu baru sebatas niat saja sih, karena saya belum punya behel, spare part paling penting dari gamaguchi. Tapi siapa sangka, saat saya pulang kampung ternyata Ibu memiliki beberapa behel gamaguchi yang belum dipasang bodi dompet, bahkan ada beberapa ukuran. Langsung saja beberapa behel itu pun berpindah tangan. :D Thanks Mom, love you so much!

Setelah behel didapat, langkah berikutnya adalah perburuan pola. Setelah beberapa waktu browsang-browsing dan panteng sana-sini, saya menemukan pola dengan foto hasil akhir dompet yang sepertinya cocok dengan selera saya. Kemudian saya mulai merajut pola tersebut. Merajut gamaguchi adalah proyek yang cepat dan menyenangkan. Secara umum pola tersebut mudah diikuti, masalah hanya muncul saat harus memasang rajutan yang sudah berfuring ke dalam behel dompet. :D Yah, perlu kesabaran dan ketelatenan lah. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya saya berhasil. Untuk percobaan pertama, hasilnya lumayan cantik menurut saya :D. 



Bagi yang berminat ingin mencoba merajut gamaguchi, pola aslinya saya ambil dari sini, thanks a lot Mรฒnica Cifuentes Ogando (witchnofret) for the pattern!

Pola Dompet Rajut Gamaguchi

Material : 
Benang Poly Cherry coklat tua
Hakpen 3 mm
Behel untuk dompet koin ukuran 8 cm

Pola :

1. Magic ring dengan 6 single crochet (sc). Untuk tutorial single crochet bisa dilihat di sini. Tutorial magic ring bisa dilihat di sini atau melalui video Youtube di sini.

2. 6 increment (inc). Total ada 12 sc. Increment adalah melakukan dua sc dalam satu lubang, tutorial increment bisa dilihat di sini.

3. * 1 sc, 1 inc *, ulang dari tanda * ke * sebanyak 6 kali. Total 18 sc.

4. * 1 inc, 2 sc *, ulang dari tanda * ke * sebanyak 6 kali. Total 24 sc.

5. 2 sc, * 1 inc, 3 sc *, ulang dari tanda * ke * sebanyak 5 kali, 1 inc, 1 sc. Total 30 sc.

6. 1 sc, * 1 inc, 4 sc * ulang dari tanda * ke * sebanyak 5 kali, 1 inc, 3 sc. Total 36 sc.

7. 4 sc, * 1 inc, 5 sc * ulang dari tanda * ke * sebanyak 5 kali, 1 inc, 1 sc. Total 42 sc.

8. 1 sc, * 1 inc, 6 sc * ulang dari tanda * ke * sebanyak 5 kali, 1 inc, 5 sc. Total 48 sc.

9. 5 sc, * 1 inc, 7 sc * ulang dari tanda * ke * sebanyak 5 kali, 1 inc, 2 sc. Total 54 sc.

10. 2 sc, * 1 inc, 8 sc * ulang dari tanda * ke * sebanyak 5 kali, 1 inc, 6 sc. Total 60 sc.

11. 7 sc, * 1 inc, 9 sc * ulang dari tanda * ke * sebanyak 5 kali, 1 inc, 2 sc. Total 66 sc.

12. Ulang pola baris ke-11 sampai mencapai 32 baris.


Setelah selesai baris ke-32, selanjutnya adalah memasang furing dan memasangkannya ke dalam behel. Proses memasang ke dalam behel juga suatu perjuangan tersendiri karena harus dijahit tangan :D bagian paling sulit adalah membuat jahitan tangannya tetap rapi :D.



Contoh karya-karya cantik rajutan dompet gamaguchi bisa dilihat di blog mbak Rosa, saya juga mupeng melihatnya, manis-manis sekaliii.....

Masih ada sisa beberapa behel yang belum dipasangi rajutan. Saya ingin membuat lagi, mungkin bereksperimen dengan model stitch yang lain atau aplikasi. Well, let's see. :D

Thursday, March 17, 2016

February Me Made

Tak terasa sudah pertengahan Maret. Time flies, doesn't it? Begitu cepatnya waktu berlalu, mendorong kita untuk tidak mensia-siakan setiap waktu yang dimiliki. 

Bulan februari kemarin ada beberapa hasil karya. Masih seputar tapestry crochet seperti postingan bulan  Januari lalu, dan satu karya rikues anak shalihah :D.




Black is not my favorite color, but he loves black. Ini pesenan Mr. Coffeeholic, katanya minta yang maskulin, jangan pakai warna-warna mellow :D Jadi saya buat pouch ini dengan kombinasi hitam putih. Muat pernak-pernik perkakas beliau dan langsung dipake. :D



Yang nomer dua ini rajutan sayang anak. "Desi mau berangkat sekolah, Bunda. Boleh nggak punya tas baru?" Wokeih, proyek super cepat sayang anak, pakai stitch double crochet biar cuepet selesai, sekali naik langsung tiga :D :D Kapan ya terakhir kali pakai double crochet? Sampai lupa. Saking belakangan ini mainannya tapestry melulu yang cuma pakai single crochet.



Rikues kakak yang baru sempet dibuat sekarang : Snow Globe. Can you see the glitter sparkling? Memanfaatkan botol selai bekas hasil nembak tetangga (saya jarang makan selai jadi jarang punya botol bekas beginian :D). 

Bahannya gampang banget, cuma botol selai cuci bersih. Boneka plastik favoritnya dilem ke tutup. Isi air bersih (saya pakai Aqua) sampai penuh, taburkan bubuk glitter (saya beli di Gramedia), tutup rapat botolnya, balik. Tadaaaaaa…. hujan salju glitter buatan deh. Saking sukanya, langsung minta bikin tiga. :D

Demikianlah Me Made bulan Februari, semoga tetap semangat untuk Me Made bulan-bulan selanjutnyaa….


Monday, February 15, 2016

January Me Made

Ah.. nggak kerasa udah pertengahan bulan Februari ya. Time flies. Apa aja yang terjadi di bulan kemarin, ngapain aja ya saya? :D

Lumayan sih, ada beberapa hasil tapestry crochet yang kemarin diposting di sini. 



Chevron Pouch

Pretty Princess Pouch sisi depan

Pretty Princess pouch sisi belakang

Semuanya gift untuk sahabat, sebagai ucapan terima kasih karena sudah banyak bikin ruwewewepot kemarin-kemarin haha (maksudnya biar ke depan mau direpotin lagi :p).

Saya juga lagi mulai belajar knitting, yaitu merajut dengan dua jarum. Kalau pouch di atas dibuat dengan teknik crochet, yaitu merajut dengan satu jarum. Knitting biasa dipakai untuk merajut wearable items seperti sweater, cardigan, kaos kaki. Walaupun crochet juga bisa sih, tapi saya lebih suka lihat hasil rajutan knitting kalau berhubungan dengan wearable items. Lebih rapat dan nggak bulky. 




Baru jadi segini dan sudah sutris hahaha… Lebih gampang crochet sih menurut saya, baru lima baris aja udah ujug2 nambah sendiri itu stitches, where did those come from? *trus gigit gigit kaki meja*

Udah didedel 4 kali dan masih terulang juga hal yang sama, hahahaha…… Ya maklum, gurunya berbasis browsing sama youtube. Jadi begitu ada masalah, bingung deh mau nanya siapa :p.

Selain printilan rajut-rajutan, saya juga baca lumayan banyak buku komik. Reviewnya di blog yang satunya aja ya, nanti, kalau mood :p.

Semoga bulan ini lebih banyak hal-hal bermanfaat, lebih baik dari bulan kemarin, dan obsesinya sih: I want to make my first knitting scarf! Doain aja yaaa…. :D

Hi, February, semoga ada banyak cinta di bulan ini untuk semuanya yaaa…