-->

Pages

Monday, November 20, 2017

November updates and 20+ more...

Nggak terasa sudah hampir sampai di penghujung 2017 ya, November sudah berlalu hampir setengahnya. Kadang suka berpikir, cepat sekali waktu berlalu ya. Kemana aja kita, udah ngapain aja tahun ini? Berhitung lebih banyak manfaat atau mudharat.




Di belahan lain dunia tidak cuma lembaran kalender yang diganti, cuaca juga berubah. Feed bloglovin saya yang dipenuhi blog-blog craft luar negeri penuh dengan cerita dan foto-foto musim gugur yang bernuansa kuning, orange, merah dan cokelat; my kind of favorite color, actually. 

Ada beberapa blogger inspiratif yang selalu saya tunggu updatenya, bahkan suka saya baca-baca postingan lamanya. Salah satunya adalah Lucy Attic 24. Saya ngefaaaans banget sama Lucy ♥♥♥. Lucy banyak menulis tentang rajutan crochet, hobi saya banget jenis craft yang satu ini. Tapi tidak hanya itu, Lucy juga menulis tentang kehidupannya sebagai ibu merangkap tukang ngurusi rumah, saya banget juga ini. Cuma bedanya, hehehe, Lucy menulis tentang kesehariannya di country side dari musim ke musim. Dan setiap musim itu menjadi inspirasi kreatif yang dituangkan dalam rajutan, pemilihan warna, juga interior rumah. She wrotes it beautifully. And she took some good pictures of it. Membaca blog Lucy seperti membaca perjalanan kreatif yang penuh warna dari keseharian seorang istri, ibu, dan crafter. Much alike me, in the mooooore creative and inspiring way :D

By the way, Lucy sudah mengumumkan Woodland Blanket CAL yang akan berlangsung mulai Januari. Saya berencana ikut, mudah-mudahan Spicier Blanket yang sedang saya kerjakan saat ini bisa segera selesai, jadi bisa move on ikutan Woodland. Biar ada alasan buat belanja benang lagi, asiiik... :D Merajut selimut itu asik banget lho, soooo relaxing.. bagi saya ini adiksi baru. Apalagi pattern Cherry Heart yang sedang saya kerjakan ini enjoyable banget untuk saya, relatif mudah, tutorialnya jelas, dan hasilnya: cantik. Buat saya ini menjadi terapi jiwani, semacam yoga untuk menyeimbangkan yin dan yang yang akhir-akhir ini suka berantakan :D Sometimes life gets tough, but doing my passion truly give me break from daily stressors and freshen my brain.




Rajutan selimut saya masih di seputaran Spicier Life Blanket CAL, yang baru sampai pattern part 3 (padahal aslinya mah udah selesai ini CAL wakakak...). Seperti biasa, speed selow senyampenya. Yang penting kita bahagia :D Saya suka sekali warna blanket kali ini, karena pilihan sendiri. Karena temanya spice, jadi saya pilih warna-warna perbumbu-dapuran. Yaaa sebisanya mencocokkan warna sih, karena warna benang yang dijual juga terbatas, nggak seperti Stylecraft Special DK yang punya 89 shade warna dan bikin nangis mupeng tiap kali liat katalognya. Saya memakai benang lokal murah meriyah soft cotton big ply. Bobot benangnya sedikit lebih ringan dan lebih lembut dibanding benang katun bali big ply yang saya pakai untuk selimut tempo hari, walaupun belum seringan benang impor yang rata2 mengandung komposisi akrilik. Pak bos cari nafkah yang rajin ya, supaya istrinya bisa merajut Woodland blanket pakai Stylecraft DK :D Kalau blanket yang tempo hari, itu kan pake benang sisaan. Theme-nya acakadut alias seada-adanya benang sisa, kalo abis ya udah :D






Beberapa hari terakhir sempet jalan-jalan ke luar kantor (dalam rangka tugas juga sih haha...). Yang pertama sempat ke almamater UI. Karena masih pagi, jadi masih sepi... pas banget buat foto-foto. Rasanya baru kemarin ya ngukur jalan pinggir danau ini setiap hari, pulang pergi ke perpustakaan, nyari wangsit buat theshit eh thesis :D Mungkin karena tertekan beban tesis, jadi nggak bisa menikmati suasana. Sekarang setelah masa-masa berat itu berlalu (halah!) rasanya berdiri di pinggir danau begini tuh tenaaaang... damaiiii.. udaranya segar, masih sepi pula, nggak ada suara bising kendaraan. Kalau nggak ingat kudu buru-buru lanjut ke kantor kayanya bakalan duduk nggelar rajutan trus merajut di sini menikmati pagi. Almamater saya ini hebat menjaga lingkungannya tetap bersih, hijau dan asri. Sampai2 kalau ada kuliah sore/malam nyari jajanan susaaaaah XD Di almamater sebelumnya, yang namanya bakul jajanan/makanan kaki lima berjajar dengan sukses di sepanjang trotoar jalan. Kalau lapar tinggal jalan selemparan koin, tinggal pilih mau apa. Nah, di almamater yang ini mo ke Indomaret aja kudu naik ojek atau bis kuning :D 






Yang kedua, minggu kemarin ada meeting di Novotel Bogor. Walaupun hotel lama, tapi cakep. Suasananya ala ala vintage rustic. Kesan tropis eksotisnya dapet banget, serasa masuk ke hotel-hotel di Bali. Ada banyak kombinasi warna kayu dan warna hijau, saya suka sekali gaya interiornya. Asik banget buat foto2, sayang cuacanya pas hujan. Sayangnya  lagi, jalan masuknya dari pusat kota jauuuuuuh.... susah cari makanan/cemilan (lagi2 makanan haha... yah namanya juga emak2, selain bawaan dari sononya gampang baper, juga gampang laper). Tapi berkat Go Food-nya Gojek, selamatlah kami para emak2 hahaha...




Mr. B juga minggu lalu halan-halan sekalian dines, ke Bromo. Hiks, pengen itut sebenernya... Dan Mrs. B cuma dapat kiriman foto-foto. Untung foto-fotonya bagus, lumayan lah ada yang bisa dilihat sama diupload. Hiks, walaupun lebih seneng lagi kalo ke sana dan motret sendiri. Cepet gede dong krucils biar emak bisa ikut halan-halan juga... (malah curhat). Such a beautiful view, beautiful color of nature. Kepingin suatu hari nanti bisa mengambil inspirasi warna dari alam untuk palet warna, seperti yang Lucy selalu lakukan. Masih harus banyak belajar sih.

And finally, weekend is the time for some delicious festive treats. Mulai bikinan rumahan sampe jajanan :D I love sweets, while Mr. B loves savoury taste and (lots) of fruits and vegetables. 





Ok, sekian dulu updatenya. Oiya, ada rapi-rapiin tampilan blog dikit, biar lebih enak buat browsingan. Semangat mengawali minggu yang baru, dan tetap sehat semuanya yaaa... 


Wednesday, November 1, 2017

Mommy Talk : Our Short Escape

"Een Dag In De Lands Plantentuin te Buitenzorg."




Begitu mungkin kata Oma-Oma Belanda, "sehari di kebun raya Bogor". Eh..nggak sampai sehari sih, cuma dua atau tiga jam aja kok :D Minggu kemaren anak-anak pada bosen, pingin halan-halan, tapi suasana lagi mager karena hari-hari isinya mendung-hujan. Kalau kita yang udah tua-tua gini, yang udah abis energi dari senen ampe jumat ngukur jalan, pas libur kadang pengennya ya libur aja, guling-guling di rumah, nggak ngapa-ngapain. Tapi anak-anak mah lain, baterenya Lithium Ion, ngga kenal capek ngga kenal males, muterrrrr terus maunya. Ya sudah, biar adil, sini nggak terlalu kecapean, tapi sono juga nggak bosan, kita cari short escape. Yang deket2 dari rumah aja biar kalo ujan gampang pulangnya (modus) :D




Akhirnya dipilih kebun raya bogor jadi tujuan lokasi. Deket, trus ganti suasana biar nggak mol lagi mol lagi, terus juga mendung (modus lagi) jadi nyonya bisa leluasa jalan-jalan tanpa kuatir kulit gosong terpanggang :D




Kebun raya ini memang lokasi fotoable banget. Tanamannya terawat, suasananya asri dan bersih. Tempatnya juga luaaas... puas deh buat muter-muter asal kuat kakinya. Kita juga sempat naik bis wisata keliling kebun raya.



Bahkan kita berkesempatan melihat bunga bangkai yang sudah sampai tahap menjelang mekar, alias walaupun masih kuncup tapi udah besaaar kuncupnya. Seumur-umur jadi warga Bogor, baru kali ini dapat momen melihat bunga bangkai. Karena bunga ini nggak selalu ada. Ada siklusnya, jadi setelah mekar, dia layu rontok, dan setelah beberapa waktu baru tumbuh kembali. Kata petugasnya, bunganya baru akan mekar 2-3 hari lagi, jadi minggu depan mungkin sudah mekar sempurna. Untuk sejarah kumplit kebun raya Bogor bisa dicek di tautan ini.




Habis itu pulangnya kita mampir ke Kedai Kita. Dulu tempat makan ini pernah jadi favorit sewaktu buntut baru satu. Tapi semakin ke sini kok ya semakin rame, yang dari sisi pariwisata berarti promo wisata Bogor berhasil sih, sehingga wisatawan domestik semakin banyak berdatangan. Tapi dari sisi warga kota Bogor, kalau rameee buanget gitu jadi malah jadi males ya :D mending cari lokasi lain yang nggak terlalu susah nyari tempat buat duduk. Alhamdulillah kemarin begitu nyampe Kedai Kita langsung dapat di tempat duduk yang nyaman. Kita pesan nasi goreng dan pizza kayu bakar. Wood-fired oven pizza ini memang jadi signature dish-nya Kedai Kita. Anak saya suka pizza-nya (dah emang dasarnya penggemar pizza haha).







Dari sisi kreatif, minggu ini nggak banyak kemajuan berarti sih. Saya masih proses dengan rajutan (calon) tas ini. Dan progress membaca juga masih belum selesai jadi ya belum bisa mereview. Tapi bagi saya bukunya bagus, jadi nanti pasti akan saya review. Doakan saja semoga cepat selesai bacanya ya :D



Cuaca yang nggak menentu, panas-mendung-hujan dan balik panas lagi, membuat badan rentan kena flu. Kayanya udah saatnya mengeluarkan stok suplemen vitamin. Tetap sehat-sehat yaa semuaa...


Saturday, October 28, 2017

Spice of Life Blanket (Finished!)

Sudah masuk bulan Oktober. Hujan mulai sering mengguyur. Kalau di sisi lain bumi, sudah mulai masuk musim gugur kan ya? Pergantian musim selalu membawa mood yang berbeda. Kalau buat saya, musim hujan membuat lebih slow, lebih melankolis, lebih syahdu. Plus bawa flu juga karena jadi sering hujan-hujanan. Beberapa waktu lalu ketika hujan deras melanda Jakarta pagi hari, saya sukses merendam sepatu sneakers di jalanan yang banjir. Yah, begitulah, selalu ada plus dan minus di setiap hal dalam hidup kita bukan?





Nggak terasa sudah tiga perempat tahun 2017 kita lewati ya. Berapa resolusi awal tahun yang sudah tercapai? Sudah semua, atau malah resolusinya berubah di tengah perjalanan? Resolusi terbesar saya yang alhamdulillah tercapai tahun ini adalah lulus sekolah. Perdjoeangan bok, buat emak berbuntut dua untuk ngelarin sekolah. Apalagi di saat-saat genting batas akhir sidang, eh malah bibik yang ngasuh anak-anak minta pulang kampung a.k.a berhenti. Doh, bayangpun setelah itu saya harus jinjing anak sholih kemana-mana karena nggak ada yang ngasuh di rumah, nguber pembimbing, ngolah data, sementara kakaknya dititip di penitipan (gak mungkin keles bawa dua bocah, naik KRL, bawa laptop + buku2 rujukan) *lap keringet*. Alhamdulillah selesai tepat waktu. Masih rada nggak percaya sih sekarang, kok bisa lulus juga ya? :D Tapi Alloh Maha Baik, selalu menunjukkan jalan dan menurunkan pertolongan :) 





Salah satu resolusi lain yang nggak ngira bakal tercapai adalah bikin selimut. Selimut ini lho, selimut. Blog post pertamanya udah saya posting beberapa waktu lalu di sini. Yang kata temen saya si tukang rajut mood2-an ini kalaupun saya bikin, paling selesainya ntar kalo anak udah lulus SD. :D Terrrnyataaa….. tetot! Ramalanmu salah, teman! Kelar niiih.. kelaaar… hahaha sumpah bangganya minta ampun. Karena nggak ngira juga bakalan kelar. 





Sekali lagi terima kasih se-gunung Galunggung buat teman-teman di komunitas rajut Have Fun With Yarn karena sudah menyelenggarakan Crochet Along (CAL) yang super menyenangkan ini. Walaupun saya sempat telat dua hari dari deadline upload foto jadi si selimut karena jadwal kantor lagi nggak rukun (banget) sama hobi. Ini juga membuktikan bahwa sisi kreatif saya lebih tereskploitasi maksimal kalau dikejar deadline (penyakit ini mah ya, hahaha). Soalnya CAL ada satpamnya, the very talented Wulan. Makasih banyak yaa Wulan atas kesabaran dan pengawasannya, hahaha….





Pola Spice of Life Blanket ini beginner friendly menurut saya, tutorialnya jelas, foto-fotonya juga jelas. Masalahnya hanya pada beberapa jenis stitch, lebar rajutannya tidak sama. Sehingga kita harus ngakalin dengan ganti nomer hook yang sesuai supaya rajutannya tetap stabil lebarnya. Contohnya untuk stitch yang banyak chain/rantai yang lebar rajutannya relatif lebih kecil, saya pakai hook dua nomer di atas hook yang biasa saya pakai supaya nggak mengkerut. Trial and error aja, karena tensi rajut masing-masing orang nggak sama.





Supaya selimutnya lebih rapi dan lebarnya sama di kedua sisi, saya sempatkan blocking. Blocking ini memperbaiki bentuk selimut supaya lebih "persegi" dan rapi. Karena saya pakai benang sisaan which is mostly katun bali, hasil jadi selimutnya jadi berat. Susah juga dipake selimut kalau berat :D Jadi rencananya saya lapis kain di sisi dalamnya, terus mungkin bakal dipakai untuk cover sofa atau taplak. Belom tau juga si jadinya kaya gimana, nunggu sempet ke penjahit untuk jahit kainnya. Secara mesin jahit portabel murmer punya saya gak bakal kuat untuk jahit kain + rajutan + pelapis.






Spice of Life Blanket
Benang : Katun Bali Big Ply dan Soft Cotton Big Ply
Hook : Tulip 5/6 dan 7/8 tergantung jenis stitch


Sangat menyenangkan membuat selimut, dan sudah berencana untuk merajut selimut lainnya. Doakan saya ya, walaupun nggak ada satpamnya (seperti waktu CAL), tapi tetap konsisten ngerjain proyekan :D