-->

Pages

Tuesday, December 24, 2013

Handmade Pirate (And Friends) Stuff

Kami sekeluarga adalah penggemar Disney Junior. Sebenarnya sih, Najwa penggemarnya, tapi karena nyaris tidak pernah menonton channel tivi lain, saya dan ayahnya lama-lama juga jadi suka pada karakter-karakter Disney Junior. Witing tresno jalaran soko kulino.

Salah satu favorit saya adalah Jake and The Neverland Pirates. Saya bahkan mendownload lagu opening theme-nya dan bela-belain sampai menghafal versi Inggrisnya supaya bisa nyanyi-nyanyi bareng Najwa walaupun serialnya sudah selesai ditonton. :D

Jake and The Neverland Pirates adalah cerita tentang tiga orang bajak laut kecil (Jake, Izzy dan Cubby) yang tingal di Pulau Never dan berlayar di laut Never. Serial kartun ini bercerita tentang petualangan ketiga sahabat tersebut dan bagaimana cara mereka mengatasi rintangan yang ditemui, termasuk gangguan yang paling sering datang dari Kapten Hook dan kru kapalnya. Serial ini diakhiri dengan menghitung koin emas yang diperoleh Jake dan kawan-kawannya setiap kali menyelesaikan masalah bajak laut, dan menyimpannya dalam peti harta karun.

Quote favorit Najwa adalah adegan sebelum petualangan dimulai :
"Aku membawa pedangku." kata Jake.
"Aku membawa petaku." kata Chubby.
"Dan aku membawa debu ajaibku. Peri memberikannya pada kita agar kita bisa gunakan untuk terbang, tapi hanya untuk keadaan darurat." kata Izzy.

Kami sering bermain peran, paling sering ayahnya menjadi Kapten Hook, saya menjadi Izzy, dan entah kenapa, dibandingkan Jake, Najwa lebih memilih menjadi Tuan Smee (kru kapal Hook). Mungkin karena ayahnya berperan sebagai Hook, jadi Naj memilih tokoh yang dekat dengan ayahnya, yaitu Tuan Smee. Lagipula Tuan Smee punya karakter unik yang khas dan lucu, bisa jadi itu juga yang menarik minat Naj.

Kesukaan pada serial Jake and The Neverland Pirates kemudian melebar ke hal-hal lain yang berbau bajak laut. Najwa pun minta topi bajak laut. Oke, untuk kali pertama saya membuat dari bahan kertas. Tapi tak berapa lama topi itu pun rusak, karena Naj memakainya terus-terusan bahkan saat tidur. Kemudian saya membuat kembali topi yang dibungkus dengan kertas pelapis agar lebih kuat, ternyata sama saja. Bahan kertas membuat topi jadi mudah robek. Akhirnya, setelah rusak dua kali, saya jadi berpikir untuk memilih bahan yang lebih kuat dan tidak mudah robek, daripada capek bolak balik bikin melulu.





Pilihan pun jatuh ke kain flanel, karena teksturnya yang tebal dan kaku, gampang dibentuk dan dijahit, dan sudah pasti lebih awet dibanding kertas. Untungnya toko alat jahit di dekat rumah punya stok kain flanel. Kain flanel yang dijual di toko tersebut potongannya kecil-kecil, bukan kain meteran yang biasa ada di toko craft besar, jadi saya terpaksa memecah pola dan menyambung dua kain flanel untuk membuat bagian utama topi.

Saya membuatnya lengkap dengan tengkorak dan tulang bersilang, logo khas bajak laut. Logo tengkorak ini merupakan salah satu favorit Najwa. Yah, anak cewek jaman sekarang, tengkorak pun suka. :D




Karena dijahit tangan dan ukuran topi yang besar, jadi butuh waktu yang lumayan lama. Belum sempat salah ukur di awalnya, terlalu besar untuk ukuran kepala Naj, jadi harus dipotong. Syukurlah, walaupun sempat "adjustment" beberapa kali, hasil akhirnya lumayan juga.





Dan, topi made in Bunda pun menjadi salah satu favorit Naj. Bahkan jalan-jalan ke Mall pun dipakai! :D


Kesukaan bajak laut ini jadi berlanjut ke "pernak-pernik" laut lainnya. Salah satunya, ikan-ikanan. Terinspirasi saat liburan lalu ketika kami berkunjung ke Sea World, Najwa jadi ngefans dengan ikan pari. Bentuknya yang besar, lebar, dan unik, menarik perhatian Naj di Sea World. Akhirnya, sampai pulang pun ikan pari ini disebut-sebut dan diceritakan terus.

Ayahnya sempat membuat ikan pari dari kain perca, namun sayangnya karena ukurannya kecil, ikan pari itu hilang waktu dibawa Naj jalan-jalan. Sedihnya bukan main. Akhirnya saya buatkan lagi saja yang ukurannya lebih besar, mumpung stok kain flanelnya masih ada. Kali ini, saya tawarkan ke Naj, mau warna apa. Dan dengan mantap ia menjawab, "Pink!"




Sebagai teman si ikan pari, saya pun bertanya mau dibuatkan apa lagi, Naj meminta putri duyung. Kali ini, tokoh putri duyung, teman si Jake, namanya Marina. Oke, dengan stok kain flanel yang masih ada, taraaaa.....jadilah Marina.





She loves them all. Terutama topi bajak lautnya. :D Naj kadang mengajak teman-teman lautnya bobo sama-sama, dan bobonya pun pakai topi bajak laut. Hoho, meriah!