-->

Pages

Thursday, October 24, 2013

Produktivitas ala Emak Masa Kini: Tipis dan Tidak Harus Mahal


Gambar diambil dari sini


Opini umum yang mencuat pertama kali ketika mendengar kata "Emak", pasti tak jauh-jauh dari urusan ibu-ibu. Masakan dan perdapuran, urusan anak dan suami bahkan tak jarang asosiasinya sampai ke arisan, infotainment, dan kegiatan ngerumpi. Gadget, mungkin akan menjadi hal kesekian (atau mungkin malah tidak sama sekali) yang akan muncul di kepala orang-orang.

Zaman nenek dan ibu kita dulu, ketika teknologi belum seramah dan seefisien sekarang, mungkin iya, hanya segelintir Emak yang akrab dengan gadget. Gadget masih merupakan barang eksklusif yang lebih cenderung menjadi barang maskulin dan lebih cocok dipakai pria.

Tapi faktanya, di masa teknologi informasi saat ini, gadget telah menjadi kebutuhan utama para Emak, yang disejajarkan sama pentingnya dengan daftar resep andalan, popok dan susu, bahkan tas dan sepatu. Kehadiran gadget tidak lagi hanya memenuhi kebutuhan sosialisasi semata, namun juga turut memberikan kontribusi pada pekerjaan sehari-hari, pemenuhan kebutuhan akan informasi, dan meningkatkan kepercayaan diri para Emak.

Bagi saya pribadi (yang termasuk dalam golongan Emak), istri, ibu satu putri dan juga bekerja, gadget sudah menjadi kebutuhan primer yang tidak lepas dari keseharian. Sebagai Emak dengan setumpuk kegiatan, gadget membantu saya mengorganisir bebagai kebutuhan, menjadi alat komunikasi, mendukung pekerjaan, sekaligus menjadi sarana relaksasi di waktu me-time.

Saat ini, selain smartphone, notebook adalah gadget terpenting bagi saya. Notebook membantu saya dalam melakukan pekerjaan kantor maupun di saat-saat me-time, untuk menulis, blogging, browsing, update sosial media, bertukar cerita dengan sahabat di berbagai tempat, dan hal-hal lainnya.

Para Emak seperti saya, sebagai sesama pengguna notebook yang sama-sama menjadikan notebook sebagai salah satu kebutuhan primer, pastilah mengharapkan kehadiran notebook andalan yang ramah Emak. Tuntutan aktivitas keseharian yang khas karakteristik Emak, menjadi faktor penentu pula yang menentukan suatu gadget, khususnya notebook, tergolong ramah Emak atau tidak.


Tipis, Ringan dan Ergonomis

Bawaan Emak itu, banyak. Tengok saja tasnya. Mulai dari dompet, botol susu, popok, baju ganti anak, cemilan, tissue, alat make up, charger, you name it. Ibarat kantong Doraemon, apapun yang dibutuhkan Emak pasti akan masuk ke dalam tasnya. Konsekuensinya tentu saja tas akan semakin berat.

Belum ditambah lagi Emak masa kini dengan mobilitas kesana kemari dan segudang kegiatan, pasti lebih cenderung memilih kepraktisan. Sudah bukan lagi masanya, kemana-mana menenteng tas khusus laptop yang tebal dengan notebook berat dan menghambat gerak. Emak membutuhkan gadget yang tipis, ringan dan compact. Kebutuhan terpenuhi, namun bahu tidak miring sebelah karena terlalu terbebani.

Sejalan dengan tuntutan tersebut, para produsen pun berlomba-lomba menciptakan produk yang sesuai keinginan konsumennya. Mulai dari pembalut sampai televisi, semua merk menawarkan teknologi terbaru mereka yang lebih tipis, dan lebih praktis.

Demikian pula para produsen produk-produk teknologi informasi. Menyadari bahwa notebook telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern, bahkan menjadi salah satu kebutuhan primer yang diakses dan digunakan dalam keseharian, diciptakanlah berbagai inovasi notebook tipis, ringan dan ergonomis.

Trend ini menguntungkan para Emak. Dengan aktivitas mulai dari urusan domestik, pekerjaan sampai me-time, kehadiran notebook tipis seolah menjawab kebutuhan Emak dengan tepat. Notebook tipis tentulah lebih handy, lebih ringan, lebih mudah masuk tas, dan lebih mudah dibawa-bawa.


Produktivitas Meningkat

Kecuali kita memiliki pengasuh, asisten rumah tangga, supir pribadi, tukang kebun dan koki, mengatur tetek-bengek urusan per-Emak-an bukanlah hal yang mudah, sekaligus tetap harus tampil cantik dan wajah bersinar.

Setiap pertimbangan dan pilihan yang dibuat Emak, tentunya harus mendukung dan memudahkan semua urusan itu. Satu dari sekian pilihan itu adalah pilihan atas gadget apa yang akan digunakan Emak untuk mendukung kegiatan kesehariannya.

Bagi saya, kehadiran notebook boleh dikata menjadi salah satu sumber daya yang membantu saya memenej dan mengorganisir banyak hal mulai dari urusan rumah, urusan kantor, sampai hobi. Sebagai contoh, dalam pekerjaan, saya menggunakan notebook untuk mengetik dan mengolah data, mencari informasi dan referensi, serta mengirimkan email. Dalam urusan rumah, saya menggunakan notebook untuk mencatat perencanaan keuangan dan pengeluaran, menyimpan file resep-resep, membayar transaksi melalui mobile banking, mengedit foto-foto, dan merekam milestone tumbuh kembang putri saya. Sementara dalam urusan me time, saya menggunakan notebook untuk menulis, blogging dan blogwalking, update sosial media, dan banyak lagi.

Seringkali berbagai urusan itu bersinggungan satu sama lain sehingga harus dikerjakan bersama. Sambil kerja, sembari nyicil ngeblog. Sambil nulis, sembari transfer bank dan booking tiket. Maka dari itu saya membutuhkan notebook yang reliable, yang mampu melakukan hal-hal tersebut, sekaligus sesuai dengan karakreristik saya tersebut.

Teknologi diciptakan dengan tujuan untuk membantu manusia agar dapat bekerja dengan lebih cepat, lebih efektif dan lebih efisien. Salah satu bentuk keefektifan itu adalah melalui desain yang lebih ringkas, lebih tipis, praktis, dan mudah digunakan.

Notebook yang tipis jelas menjadi pilihan saya.
Lebih tipis, lebih baik.
Lebih mudah dibawa, lebih transferable, lebih ringan.
Lebih produktif.


Tidak Harus Mahal

Sebagai Emak-Emak yang cinta penghematan, tentunya harga murah dan terjangkau menjadi pertimbangan utama dalam memilih notebook. Berbagai kebutuhan lain yang menanti untuk dipenuhi, dan kebiasaan para Emak yang suka membandingkan harga di antara produk-produk yang setipe, gadget yang menawarkan kualitas serupa namun dengan harga yang lebih murah tentunya menjadi pilihan utama.

Memang apabila dibandingkan dengan gadget dengan harga yang mahal, tentunya ada konsekuensi yang harus dipangkas dengan alasan ekonomis sesuai harga yang dibrandol. Namun demikian, sebelum terpesona dengan gadget mahal dengan spesifikasi selangit, Emak perlu menentukan, spesifikasi apa yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Emak. Tinggal di kota besar dan cuma perlu smartphone untuk sekadar telepon, browsing dan eksis di sosial media? Tentunya tidak perlu sampai bayar mahal-mahal untuk beli telepon satelit.

Sebagai Emak, kebutuhan saya akan perangkat notebook adalah yang mampu mendukung keperluan standar perkantoran (dengan perangkat lunak pengolah kata, angka dan data), internetan (browsing, chatting, email), multimedia (sebatas mendengarkan lagu dan memutar film/video), dan beberapa hal lain yang masih tergolong standar. Dengan demikian maka saya akan memilih notebook yang mampu memenuhi kebutuhan saya dengan spesifikasi tersebut, dengan penawaran harga yang terbaik di kelasnya, tentunya tanpa mengorbankan kualitas.

Dari seluruh pertimbangan di atas, notebook yang lebih tipis, memenuhi spesifikasi kebutuhan dan mendukung produktivitas dalam melakukan aktivitas harian, baik sebagai seorang wanita, seorang istri, seorang ibu, maupun seorang pekerja, tentunya akan menjadi pilihan saya.

Dan jika semua itu bisa diperoleh dengan harga yang lebih murah dan terjangkau, mengapa harus membayar lebih mahal?


Notebook lebih tipis, membuat Emak lebih produktif, dan relatif tidak mahal.



Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia