-->

Pages

Thursday, October 31, 2013

Jadi Emak Keren, Siapa Takut?


Gambar diambil dari sini


Sepuluh tahun yang lalu, ketika masih menenteng diktat kuliah, memakai sepatu kets, dan menstarter Honda Astrea kemana-mana, saya selalu merasa menjadi mahasiswa super keren karena super pethakilan kemana-mana, bahkan lebih banyak mondar-mandir dibanding setrika.

As time goes by, terutama ketika saya sudah punya "buntut", perasaan super keren itu meluntur perlahan. Tidak lagi merasa sekeren dulu, ketika belum banyak lipatan lemak bersembunyi di tubuh dan lincah bergerak kesana kemari. Sekarang boro-boro, jalan cepat saja capek. Tidak lagi merasa sekeren dulu, yang selalu praktis karena cukup membawa tas kecil yang manis, yang penting diktat dan buku catatan masuk ke dalam. Sekarang boro-boro, tas yang saya bawa pasti model tote bag besar, pokoknya kantong doraemon yang muat segala hal, mulai dari popok sampai charger.

"Benarkah saya tak lagi sekeren dulu?" Bertanya lebih jauh ke diri sendiri, dan melihat kembali apa yang sebenarnya saya keluhkan. Apa saja sih?

Lemak. Iya sih, definitely. Bawaan waktu hamil dulu. Tapi, sudah jauuuh berkurang. Saya naik 23 kilo selama hamil, dan saat ini ketika anak saya masuk kelompok bermain, saya sudah kehilangan 20 kilo. Tinggal 3 kilo lagi. Gak buruk-buruk amat lah. :D

Waktu yang terbatas. Sebenarnya sih, bukan waktunya. Tapi karena ada lebih banyak hal yang harus diurus : pekerjaan kantor, rumah, suami, anak, maka rasanya waktu yang saya miliki tak lagi sebebas merpati dulu ketika belum punya tanggung jawab apa-apa selain ujian akhir semester.

Kesempatan me time. Dulu, saya bisa mengeram seharian di rental komik atau toko buku, membaca gratisan memilih buku untuk dihabiskan di akhir minggu. Atau, nongkrong bareng teman-teman di coffee shop, membicarakan tetek bengek mulai dari ibu kost menyebalkan sampai mantan pacar. Sekarang boro-boro. Mau keluar sendiri saja, susahnya setengah mati. Bisa keluar sendiri hanya pas ngantor. Rasanya bersalah kalau meninggalkan rumah, anak dan suami untuk suka ria seorang diri, karena setiap hari kerja dan jam kerja saya sudah meninggalkan mereka.

Dan mungkin kalau diteruskan, daftar ini akan makin panjang kali lebar. Bukankah mengeluh adalah pekerjaan yang paling gampang?

Tapi, masa iya sih, saya akan terus merutuki diri sendiri macam begitu. Yang ada nanti malah bukannya mendapatkan solusi, tapi makin menambah masalah dalam hidup yang sejatinya sudah penuh masalah. Daripada menghitung apa yang tidak kita miliki, lebih baik menghitung apa yang sudah kita miliki kan? Kemudian saya menghitung sepuluh hal terbaik yang saya miliki dan menulisnya di sini.

Setelah menuliskannya, saya baru menyadari, bahwa saya memiliki hal-hal terbaik dalam hidup, dan yang paling penting adalah, saya bahagia karenanya. Nah. Coret sudah galauisasi dan keluhanisasi ini dan itu. Apa yang saya miliki saat ini, jauh lebih penting dari semua itu.

Tapi, ah, tapi, balik lagi. Apa nggak bisa ya, bahagia dan mensyukuri semua itu, sambil tetap merasa super keren seperti sepuluh tahun yang lalu? Boleh kali. Kalau saya jadi emak yang keren, Najwa juga pasti bangga dan makin sayang sama emaknya. Kalau saya jadi istri keren, suami juga pasti makin cinta, ibadah kaaaan...

Oke, jadi saya sampai pada kesimpulan, bersyukur tetep, tapi jadi keren juga harus diusahakan. Mulai menginventarisir nih, apa saja yang bisa membuat saya jadi keren. Tentunya, indikator sudah tidak lagi sama seperti sepuluh tahun yang lampau, bukan lagi sepatu kets dan motor Honda. Saat ini, "keren" bagi saya adalah menjadi emak yang melek teknologi, update informasi, lebih kreatif dan efektif, serta makin gaya.

Untuk mencapai hal itu, saya butuh partner. Partner yang mendukung gaya emak masa kini. Yang praktis, canggih, sekaligus up to date. Nah, untuk urusan ini, notebook Acer Aspire E1-432 adalah calon partner potensial yang menjawab kebutuhan mak-mak yang butuh jadi keren.

Slim, jelas. Paling tipis di kelasnya, dan...gaya. Notebook ini bakal meng-upgrade dadakan level gaya emak yang memakainya. 30% lebih tipis, namun tetap dengan fitur yang hadir lengkap. Baterainya pun tahan lama, sehingga tidak perlu harus selalu ketemu colokan sepeti netbook yang saya pakai saat ini. Bahkan, punya DVD-RW. Kecuali anda seperti suami saya yang sosial medianya adalah forum advanced teknologi informasi yang membicarakan hal-hal rumit dan tak saya mengerti, sekali waktu anda masih membutuhkan fasilitas ini. Percayalah, karena netbook saya tidak memiliki fasilitas itu bahkan hanya sekedar untuk membaca CD, itu menambah satu kerepotan tersendiri untuk hal-hal tertentu.

Acer Aspire E1-432, Si Notebook Slim


This gadget is powerful. Jangankan hanya untuk mengolah data pekerjaan kantor. Mau browsing? Blogging? Update sosial media? Email? Reunian online? Edit foto? Belanja di online shop? Bayar tagihan? Apa yang Emak butuhkan untuk keperluan standar dari sebuah notebook, ada. Semua urusan mobile dan online Emak, dijamin kian praktis dan efektif.

Untuk masalah keterbatasan waktu, punya notebook andal yang bisa membantu menyelesaikan pekerjaan kita, jelas menghemat waktu. Misalnya nih, bayar tagihan nggak perlu jauh-jauh ke ATM karena bisa pakai mobile banking. Pekerjaan kantor bisa saya bawa pulang sehingga tidak perlu lembur. Waktu yang selama ini habis untuk mondar-mandir urusan offline itu jadi bisa saya alihkan ke hal lain.

Dan untuk me-time, jangan ragukan lagi. Mau menulis novel, bergabung di forum kristik, mencari resep, membaca artikel fashion terbaru, membeli buku online, jadi mudah. Praktis, Mak. Mau online lebih gampang, kapanpun, di manapun.

Oh, dan urusan lemak ya. :D Terkait ini, mari mencanangkan resolusi. Harus lebih banyak bergerak, lebih banyak berolahraga, biar lemak lebih banyak terbakar. Kalau notebook yang ditenteng atau dibawa di tas lebih tipis, mestinya kita jadi lebih ringan bergerak, kan? Jadi lebih mobile, lebih lincah. Gak hanya notebooknya yang slim, badan juga jadi lebih slim.

Masihkah galau masalah per-keren-an ini? Saya tidak lagi. Saya berujung pada kesimpulan, bahwa keren itu adalah teori relativitas yang harus diupayakan. Teori relativitas, karena indikator keren di tiap masa hidup kita berbeda. Namun demikian, untuk menjadi keren di setiap masa itu, perlu usaha untuk memperbaiki diri, terus belajar sembari tak lupa mensyukuri apa yang sudah kita miliki.

Dan jangan lupa, kita butuh partner. Sebagaimana pasangan hidup, menemukan partner yang tepat adalah daya dukung signifikan terhadap urusan per-keren-an ini. Notebook slim dan tipis, yang membuat mobile dan online makin praktis, adalah salah satunya.

Siap upgrade level keren?


Gambar diambil dari sini


Yuk..... Jadi sekeren Mak Angelina Jolie. ;)




Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.

Catatan :
Blog post ini terdiri dari 998 kata tidak termasuk judul dan kalimat penutup keikutsertaan dalam event 30 Hari Blog Challenge.