-->

Pages

Sunday, February 7, 2021

Berkebun dan Memanen

Saya senang berkebun. Bela-belain sampe saking kepinginnya punya tanah yang bisa untuk berkebun, pada saat rehab rumah kemarin saya membongkar sebagian plester garasi samping dan teras, supaya ada area tanah terbuka yang bisa untuk bercocok tanam. Bentuk tanah calon kebon pas direhab, sempat saya tulis di sini



Yang saya tanam macem-macem. Ada tanaman hias daun, ada tanaman hias bunga, ada sayuran dan ada juga buah. Saya bahkan pernah mencoba hidroponik walaupun nggak bertahan lama karena instalasi hidroponiknya dibongkar pas rehab, dan baja ringannya dipakai untuk nambahin baja ringan kanopi 😅. Setelah kami timbang-timbang, untuk saat ini kami belum cocok berhidroponik. Selain karena hidroponik perlu space untuk instalasinya, yang menurut hemat kami lebih baik untuk bercocok tanam langsung di tanah, juga karena maintenance nya yang lumayan ribet. Nutrisi harus rutin dicek, harus rajin ditambah, dan nutrisinya harus dibeli khusus. Bentuk instalasi hidroponik kami yang sederhana juga rentan masalah. Kesenggol dikit miring, airnya bocor. Kena bola anak-anak pas lagi main, airnya bocor. Tanaman yang ditanam juga terbatas jenisnya, kalaupun bervariasi harus yang sejenis kebutuhan nutrisinya. Ribet pokoknya mah. Jadi untuk saat ini kami off dulu berhidroponik.


Sekarang karena neneknya anak-anak tinggal di rumah kami, pasukan berkebun bertambah. Ibu saya juga hobinya berkebun, malah lebih giat daripada saya. Terutama urusan repotting yang buat saya adalah pekerjaan paling bikin males😁. Alhamdulillah tandanya orang tua sehat, masih lincah bercocok tanam. Dengan adanya dua orang hobiis kebon di rumah, koleksi tanaman praktis nambah terus. Ya nambah karena beli, minta, atau tanaman yang sudah ada berkembang biak. Pokoknya sampai pak misuwa sudah mulai ngeluarin warning, ini teras jangan sampe ngga bisa buat lewat karena isinya pot semua 😂. Tapi yang namanya hobi ye kan, tetep aja kalo ada kesempatan nambah koleksi 😁. 


Jadi sekarang kebun semakin ngrembuyuk, penuh tanaman. Saya sampai bingung mengkategorikan ini kebun, atau taman, karena macem-macem yang ditanam. Kebun dan taman kecil-kecilan ini juga sedikit-sedikit sudah menghasilkan. Saya sudah lepas kolpri beberapa koleksi janda bolong alias monstera adansonii ke teman-teman yang berminat. Sudah ada beberapa tanaman juga yang dibagi-bagi. 




Untuk tanaman buah kalau pas berbuah banyak suka dibagi-bagi ke tetangga atau teman. Yang langganan berbuah ada pepaya, tekokak (turkey berry), belimbing wuluh dan ceremai. Untuk jeruk sayur, jambu kristal dan jambu deli sudah beberapa kali berbuah, tapi karena versi tabulampot (tanaman buah dalam pot), maka tumbuhnya terbatas dan buahnya tidak sebanyak tanaman yang ditanam bebas di tanah. Untuk alpukat dan brokoli, masih dalam tahap pertumbuhan, belum sampai panen 😁😁.


Cangkang telur, bagus untuk nutrisi tanaman, ulek lembut agar mudah ditaburkan

Saya masih penasaran dengan brokoli, karena pernah menanam di hidroponik dan gagal karena diameter pipa hidroponiknya kurang besar. Batang brokoli ternyata bisa tumbuh besar sehingga diameter pipa yang kecil menghambat pertumbuhan. Kali ini saya menanam di media tanah menggunakan polibag. Sejauh ini sih tumbuh sehat, pernah layu karena kepanasan, tapi setelah dipindah ke tempat teduh, tanamannya segar kembali. Kalau berhasil sukses sampai panen, mungkin saya akan menanam lebih banyak.



Rasanya senang bisa menanam sesuatu yang bermanfaat dan makan hasil panen sendiri (walaupun saya tidak pandai makan buah dan harus masuk juicer dulu baru bisa ikut makan). Apalagi kalau sampai bisa dibagi-bagi. Setiap usaha yang dilakukan untuk merawat tanaman rasanya terbayar karena bisa bermanfaat untuk banyak orang. 

Apakah kalian sudah mencoba berkebun? Kalau belum, kamu perlu mencoba. It's good for body and soul 😉

Sunday, January 31, 2021

Minggu Pagi dan Cinnamon Rolls

Hari ini saya janji ke anak-anak untuk sepedaan minggu pagi ke taman, tapi ternyata pagi ini mendung menggantung, tinggal dikit lagi bisa bresssss, hujan. Terpaksa janjinya dibatalkan. Anak bungsu manyun, kecewa karena dari semalam sudah berangan-angan mau gowes di taman. Saya mengganti janji bersepeda dengan membuat roti dan kentang goreng keju. Mendung-mendung begini, nikmat sekali untuk makan roti hangat ditemani kopi.


Januari, hujan berhari-hari. Dulu sebelum pandemi mungkin kami masih bisa jalan-jalan keluar, ngemall naik mobil di hari hujan. Tapi sejak pandemi Maret tahun lalu, kegiatan ngemall berhenti total. Semua kegiatan main kami ke luar selalu ke tempat-tempat outdoor. Kadang saya heran, ternyata bisa juga ya hidup berbulan-bulan tanpa mall. Rasanya nggak kehilangan juga, I don't miss that fancy places. Cuma masalahnya tempat-tempat outdoor begitu membutuhkan cuaca yang cerah supaya bisa nyaman jalan-jalannya. Nggak lucu juga sepedaan basah kuyup sama anak2. Jadi di bulan Januari yang hujan (literally) sehari-hari ini, praktis emak jadi mager keluar-keluar.


Jadi hari ini agenda kami sementara cuma di rumah. Saya punya janji juga bikin roti. Keluarga kami penggemar bolu dan roti sobek. Termasuk beberapa bolu dan roti sobek kategori jadul jadi resep favorit keluarga kami. Kami kurang tertarik dengan roti-roti kekinian yang fancy. Roti-roti kekinian umumnya multi layer, frosting tebal, dan ekstra manis. Walaupun kadang-kadang beli cake kekinian juga sih, misalnya pas ulang tahun.


Saya sendiri senang baking. Rasanya hepi bisa membuat sesuatu yang enak dari bahan mentah dengan tangan dan usaha sendiri. Apalagi kalau dimakan dengan semangat oleh anggota keluarga yang lain. Resep-resep yang saya coba umumnya resep simpel, dengan alat yang nggak terlalu macem-macem dan bahan yang gampang didapat di toko bahan kue kesayangan depan komplek, yang cukup ditempuh dengan cussssss jalan ke depan sebentar. Tokonya lumayan lengkap, ada butter, ada cream cheese, ada susu evaporasi, cukup lah untuk resep-resep yang saya coba. 


Pagi ini cinnamon roll homemade yang jadi menu sarapan. Roti kayu manis adalah favorit saya. Dulu saya nggak terlalu suka kayu manis, tapi sejak icip-icip cinnamon pretzels, saya jadi suka dengan aroma dan rasa ini. Enak sekali cinnamon rolls ini dimakan sambil ngopi anget-anget, di pagi hari bermendung sambil menulis blog ini. Saya senang mencuri waktu singkat di minggu pagi untuk me time. Kalau di hari yang lain, pagi hari adalah waktu sibuk. Walaupun sekarang sekolah anak-anak dilakukan via zoom, tetap saja pagi hari waktu rempong jaya emak-emak, supaya waktunya masuk zoom anak-anak sudah rapi, sudah sarapan, dan siap sekolah.

Cinnamon rolls yang saya buat ini resepnya pakai resep cinnamon rolls mbak Fitri Sasmaya (terima kasih mbak!), tipenya sobek yang padat tapi lembut. Saya buat tanpa glaze pun sudah enak. Resepnya saya ambil dari cookpad beliau, ijin share ya mbak. Recommended untuk dicoba, enak banget!


💚💚Cinnamon Rolls💚💚

Bahan dough:
230 g tepung terigu protein tinggi
50 g tepung terigu serba guna
1 sdm susu bubuk
50 g gula pasir
1 butir telur
1/4 sdt garam
50 g mentega

Bahan biang:
4 gram ragi instant
1 sdt gula pasir
120 ml air hangat

Filling:
30 gram gula palm
30 g gula pasir
1 sdt bubuk kayu manis /cinnamon powder

Olesan:
30 g butter dicairkan

Langkah:
💙Buat bahan biang, siapkan mangkok beri air hangat masukkan ragi dan gula pasir, aduk rata biarkan 10 menit sampai timbul buih2, tanda ragi aktif.
💙Siapkan mangkok masukkan, tepung terigu, gula, susu bubuk dan telur, tambahkan bahan biang. Uleni sampai setengah kalis dengan tangan.
💙Masukkan mentega dan garam, uleni sampai kalis elastis. 
💙Bulatkan, tutup dengan plastik wrap, biarkan mengembang 2xlipat, sekitar 1 jam. Kempeskan adonan.
💙Gilas dengan rolling pin, oles dengan mentega.
💙Campur gula pasir gula palm dengan bubuk kayu manis.
💙Taburkan secara merata diatas adonan yang telah dioles mentega, gulung.
💙Potong2 menjadi 11 bagian sama besar. Tata kedalam loyang yang telah dioles margarin tipis2. Saya pakai loyang bongkar pasang diameter 20cm. biarkan mengembang lagi, Oles dengan mentega cair.
💙Panggang dengan suhu 180 (oven dipanaskan 10 menit sebelum adonan dimasukkan) panggang selama 20-25menit, pakai api bawah saja, sesuaikan oven masing2. Angkat dan taruh di cooling rack.


Thursday, January 28, 2021

Welcome 2021!

Blog post pertama di tahun 2021.

Tahun 2020 akhirnya tutup juga... dengan saya positif Covid 😅. Libur natal dan tahun baru saya habiskan dengan isoman. Alhamdulillah hanya gejala ringan jadi bisa isoman di rumah. Alhamdulillah tidak merembet ke anggota keluarga yang lain. Alhamdulillah sekarang sudah negatif dan sudah beraktivitas kembali seperti biasa. I learned the hard way. Belajar dari pengalaman saya, yuk disiplin terapkan protokol kesehatan. Jangan lengah. Orang-orang yang kesehariannya ada di sekitar kita justru bisa jadi sumber penularan. Di kasus saya sih, klaster perkantoran.

Tanaman brokoli yang menemani keseharian saya berjemur di kebon samping selama hari-hari isoman

Anggrek ini juga jadi teman saat isoman. Taman dan kebun jadi tempat yang aman untuk berjemur sambil ganti suasana yang umumnya di kamar terus

Panen pepaya saat isoman

Tahun 2020 kemarin pencapaian apa aja selain covid? Alhamdulillah banyak hepinya daripada sedihnya. No. 1 yaaa jelas rekor terbanyak menghabiskan waktu di rumah 😁 bagi saya yang sering nggak di rumah, ini blessing banget. Alhamdulillah bisa menghabiskan waktu dengan keluarga tercinta. Banyak ngedapur juga, saya jadi punya kesempatan nyobain baking resep ini-itu.

My instagram best nine 2020

Saya memulai usaha juga, usaha craft rumahan bareng tetangga. Alhamdulillah responnya positif banget walaupun umurnya masih muda. Mungkin di postingan lain akan saya ceritakan lebih lanjut ya. Sekarang sih usahanya berhenti untuk sementara karena saya dan tetangga positif hampir di waktu yang berbarengan. Lokdon lah produksi.

Anak2 PJJ juga lancar, sudah bisa menyesuaikan diri. Alhamdulillah dari segi teknis tidak ada kendala yang berarti. Proses anak2 belajar berjalan cukup baik, hasilnya juga cukup baik. Cuma mereka kangen sekolah dan ketemu teman2 lagi, sabar ya nakanak, doakan semoga pandemi segera berakhir.

My year in books 2020 in Goodreads, yeay!

Berhasil membaca cukup banyak buku di tahun 2020 walaupun masih didominasi komik 😁 tapi ada banyak buku bagus yang saya baca di tahun kemarin, dan bersyukur bisa membacanya. Semoga tahun 2021 ini saya bisa kembali membaca buku2 bagus.

Selamat datang 2021. Mungkin tahun ini nggak banyak berbeda dari tahun kemarin. Kemungkinan besar sepanjang tahun ini pun kita masih dalam suasana pandemi. Kita bisa lalui 2020, maka kita pasti bisa lalui 2021. Apalagi sekarang, dari sisi ilmu dan pengalaman jelas kita sudah lebih paham daripada tahun kemarin. Tetap semangat ya! Dan tetap sehat! Sehat-sehat dan semangat, aamiin..

Friday, April 10, 2020

Hari Ke-25 #dirumahaja

Tadi pagi ada teman yang bertanya, "Jam berapa kita absen hari ini?".

Absen online adalah prosedur harian kantor saya selama wfh. Kami biasa absen menggunakan Zoom. Pertanyaan yang biasa di hari biasa, sih. Masalahnya hari ini tanggal merah, jadi seharusnya pertanyaan itu ngga keluar, karena ngga ada absen 😂. Problem klasik kelamaan wfh, karena tiap hari di rumah, sampai ngga tahu kalender tanggal merah.



Kalau saya, jelas tahu. Pun teman2 yang punya anak usia wajib belajar. Karena di tanggal merah gak ada tugas2 dari sekolah. Kalau hari biasa PRnya numpuk, kalau tanggal merah ga ada PR. Mamak pun merdeka jaya. Makanya saya menanti2 tanggal merah, karena libur dari tugas karbitan jadi guru sekolahan 😁 Teman2 yang anaknya bukan usia sekolahan biasanya nggak ngeh, termasuk teman saya yang nanya di atas itu. Putranya kebetulan udah kuliah semua, jadi nggak lagi ngurusin perkara PR. Salah satu sisi positif jadi guru dadakan di masa2 wfh begini, saya jadi tetap menantikan tanggal merah 😀.



Karena libur dari kegiatan jadi guru, saya jadi lebih rileks. Hari ini bisa mencuci dan menjemur sweater baru hasil rajutan kemarin. Paksu beres2 menata ulang game corner (iyes, ini tempat favorit beliau nongkrong bareng anak2). Saya melanjutkan proyekan Sophie's Universe yang sempat berhenti karena fokus menyelesaikan sweater.

Tapi malam ini saya kok dapat pencerahan ide baru untuk proyekan rajutan, padahal yang lagi dikerjain sekarang masih jauh dari tanda2 selesai. Yah.. namanya juga hobi, banyak selingkuhnya kalau ada godaan lain yang lebih menarik 😂

Omong2, hobi yang bisa kita nikmati di rumah sangat membantu di saat2 seperti ini. Kita jadi lebih enjoy di rumah, stres berkurang, lebih rileks, dan sibuk dengan hal2 yang positif (asal hobinya positif 😁). Mental health adalah issue penting di tengah pandemi. Cemas, ketidakpastian, berita yang tanpa henti, jadi beban berat bagi mental kita. Menikmati hobi dan enjoy our selves adalah salah satu cara untuk mengambil jarak dari hal2 yang berpotensi mengganggu kewarasan dan menjaga agar mental kita tetap sehat serta bisa berpikir jernih.

Dan yang terpenting, jangan lupa berdoa.



Stay safe, my friends.


Thursday, April 9, 2020

Hari Ke-24 #dirumahaja

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Salah satu musisi terbaiknya, Glenn Fredly, berpulang senja kemarin. Almarhum meninggal dunia di rumah sakit karena penyakit meningitis yang diderita.

Glenn Fredly adalah salah satu musisi favorit saya. Banyak lagu-lagu hitsnya yang menemani saya tumbuh dewasa, jatuh cinta, patah hati, bangkit lagi.. ya, seperti pada umumnya anak muda. Saya mengenal Glenn sejak di Funk Section. Ketika hubungan cintanya dengan Nola AB3 kandas, ia mencipta lagu patah hati nasional yang menjadi my all-time favorite song. Banyak hasil karya Glenn yang punya tempat spesial di hati para pecinta musik Indonesia, karena lagu2nya mengena, dinyanyikan dengan hati, dan menyentuh sampai ke hati.


You'll be missed, Glenn. Terima kasih sudah membagi cerita cinta yang mewarnai perjalanan saya, dan perjalanan kami semua. Selamat jalan, RIP.




Wednesday, April 8, 2020

Hari Ke-23 #dirumahaja

Finally, my first hand knit sweater! Akhirnya setelah berbulan-bulan disambi ini dan itu, selesai juga ini sweater. Saya sendiri pun kaget, eh bisa selesai juga ya. Alhamdulillah, hikmah #dirumahaja 😀



Ini adalah Super Simple Summer Sweater, pattern dari Joji Locatelli. Saya memilih pattern ini karena reviewnya bagus di Ravelry dan beginner friendly, yang paling penting ini mah, secara saya newbie banget di bidang per-knitting-an. Polanya sederhana, cocok untuk pemula, bahkan bisa disambi nonton atau baca 😀 Yaaa... ada lah, salah salah itung dikit di sana-sini, dimaafkan lah ya namanya juga pemula. Alhamdulillah setelah jadi nggak gitu keliatan salah2nya 😂

Benang yang digunakan adalah mix Himalaya Everyday Worsted dan Himalaya Everyday New Tweed. Ini benang favorit saya. Himalaya Everyday adalah benang rajut impor dari Turki. Karakter benangnya lembut, empuk dan enak dirajut, anti pilling acrylic, nggak gampang pecah pilinannya, recommended untuk rajutan wearable.

Benang yang saya pakai adalah materi timbunan yang udah dibeli dari kapan tau 😂 belinya di bolabolabenang, kayanya pas lagi sale. Biasalah emak2, suka gatel liat sale padahal ngga jelas juga beli mau dipake buat apa 😂 untunglah dia sekarang telah menemukan jodoh pattern nya 💗



Alhamdulillah, pencapaian ini lumayan bikin mood merajut naik kembali. Jadi semangat lanjut ke proyekan berikutnya. Being busy is good in time like this, apalagi kalau hasilnya sesuatu yang bermanfaat.

Stay safe, dear friends.


Hari Ke-22 #dirumahaja

Hari ini Pemerintah Pusat menyetujui pengajuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta. Gubernur DKI Anies Baswedan juga sudah menyatakan bahwa PSBB akan diterapkan mulai Jumat 10 April 2020.


Selama PSBB berlangsung hanya ada 8 sektor yang diizinkan untuk buka dan beroperasi seperti biasa, yakni:
1. Sektor kesehatan
2. Sektor pangan, makanan, dan minuman
3. Sektor energi
4. Sektor komunikasi, jasa, dan media komunikasi
5. Sektor keuangan dan perbankan termasuk pasar modal
6. Sektor kegiatan logistik dan distribusi barang
7. Sektor keseharian retail seperti warung, toko kelontong
8. Sektor industri strategis

Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan yang sudah berlangsung saat ini, hanya sepertinya pengawasan akan jauh lebih ketat, termasuk pembatasan sosial di transportasi umum dan larangan berkerumun lebih dari 5 orang. Aparat akan rutin melakukan patroli untuk mengawasi hal ini.

Langkah yang berdampak besar pada kehidupan ekonomi, terutama bagi warga yang bergerak di sektor informal. Penutupan pasar tanah abang saja, misalnya. Menjelang bulan puasa, biasanya para pedagang sudah kulakan stok berkali lipat dibanding hari biasa. Saya pernah punya pengalaman berbelanja di pasar tanah abang menjelang dan pada bulan puasa, ramainya nggak kira-kira. Orang membeli berbagai keperluan untuk persiapan puasa dan lebaran. Ada yang untuk pribadi, tapi sebagian besar sepertinya untuk dijual kembali. Sekarang pasar ditutup.



Langkah yang berat memang, namun mau tidak mau harus kita ambil demi mengendalikan tingkat penularan. Saya bersyukur masih punya rumah untuk ditinggali, tidak pusing memikirkan makan apa esok hari. Tapi banyak dari kita yang tidak punya keistimewaan itu. Pemerintah berjanji akan memberikan bantuan kepada warga miskin terdampak, mari kita berharap rencana itu segera terlaksana dan tepat sasaran.



As always, I hope you are all staying safe. Let's all do our part, stay home, stay safe and keep praying.


Monday, April 6, 2020

Hari Ke-21 #dirumahaja


nanti kita cerita tentang hari ini
ketika langit biru berkawan dengan matahari
ketika bunga kertas magenta 
mekar pertama kalinya

nanti kita cerita tentang hari ini
ketika seisi kota tidak lagi berlari
dan aku punya banyak waktu
tapi tak dapat menjabat tanganmu

nanti kita cerita tentang hari ini
ketika musim hujan berakhir 
tapi langkahmu, langkah kita, terhenti 
di depan pintu rumah sendiri

nanti kita cerita tentang hari ini
ketika langit biru berkawan dengan matahari
jika nanti, kita telah menang
dan aku dapat menjabat tanganmu lagi.


Sunday, April 5, 2020

Hari Ke-20 #dirumahaja

Hari ini saya menonton film Contagion yang belakangan ramai dibicarakan. Ini idenya paksu, katanya film ini bercerita tentang pandemi yang mirip tipikalnya dengan Covid19. Saya ikut menonton, nggak full sih, karena baru bisa bergabung setelah anak2 tidur.



Gimana filmnya? Ya... mirip. Memang film ini terinspirasi oleh outbreak SARS tahun 2002-2004 dan swine flu tahun 2009. SARS sendiri disebabkan oleh keluarga coronavirus yang sama dengan yang penyebab Covid19. Jadi nggak heran kalau jalan ceritanya mirip dengan pandemi yang kita hadapi saat ini.

Penyakit di film ini jauh lebih mematikan dari Covid19, tapi di akhir film umat manusia berhasil menang dalam pertarungan melawan virus. Vaksinnya ditemukan dan diproduksi massal. Di kehidupan nyata kita saat ini, vaksin masih dalam tahap uji coba. Baru memasuki uji coba pertama terhadap relawan manusia. Masih panjang perjalanan kita.


Tapi ada beberapa hal dari film ini selain perjalanan penyakit yang mirip dengan apa yang kita hadapi sekarang. Selalu ada hater(s). Selalu ada orang2 yang memancing di air keruh. Satu lagi, pemerintah selalu di posisi sulit. Bener aja sulit, apalagi salah.

Seorang teman pernah bilang, kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Mungkin hal yang sama berlaku juga dengan kebijakan. Sulit untuk  memenuhi keinginan semua pihak. Bisanya mengambil jalan tengah terbaik. Semoga para pemimpin kita diberi kelapangan hati dan pikiran dalam mengambil keputusan.

Bagi kita yang ada di luar lingkaran, langkah terbaik adalah mengendalikan diri, yang paling sederhana adalah dengan tidak menambah kekisruhan. Fokus pada hal-hal positif yang bisa menolong diri sendiri, keluarga dan sekitar. Syukur2 lebih luas.



Bagi yang suka berdiskusi, menonton film ini bisa membuka diskusi panjang, dan semacam melihat simulasi versi terburuk yang bisa terjadi kalau kita tidak mengambil langkah-langkah pencegahan dengan cepat dan tepat. 

Salah satunya dengan sesederhana tetap tinggal di rumah untuk memutus rantai penularan dan melandaikan kurva.

"I believe this film not on draws you in with the situation but truly helps you learn too. Scenes showing how the disease is spread were for the most part accurate and shows how easy it is to spread. As I said earlier. I encourage you to watch this film and help see the importance of isolation, and ESPECIALLY of proper hygiene. This is not to induce panic or make a mockery of what we are ALL going through. Whether you are now a displaced worker, struggling to find childcare, a meal, or even just adjusting to our current living conditions (Can’t go dine-out or like in this case go to the movies.) it is hard across the board but we are ALL in this together. I hope in the coming days and weeks we can get a handle on our current pandemic and life can slowly get back to what we know and love. In the meantime hunker down, and take some positives. On that same note lets all do what we can to support local business. Order take-out. Check on your neighbors. Be a light when things are dark." Andrew McManus Review
Never lose hope, dear friends.


Saturday, April 4, 2020

Hari Ke-19 #dirumahaja

Alhamdulillah, hari ini Kakak sembuh. Demam sudah reda tidak kambuh lagi. Tadi pagi juga sudah bergabung dengan online class les Bahasa Inggrisnya. Sehat2 terus ya anak2.







Seharian tadi kami serumah disibukkan dengan beberes dan bersih2. Beberes kebon, jemur kasur, mencuci gorden tahap I (setengah dulu, setengah lagi besok karena daya tampung mesin cuci terbatas), membuat juice untuk stok di kulkas, dan printilan2 yang lainnya lagi.



Ngopi bareng paksu sambil duduk di teras yang menghadap taman kecil adalah me time favorit saya. Rileks dan tenang banget rasanya tiap melihat yang ijo2, apalagi di waktu2 habis hujan.

Rajutan sweater lumayan nambah beberapa baris. Saya hanya tinggal merajut setengah bagian lengan lagi, dan sweater siap dipakai. Tapi ya itu, progressnya slow motion banget, karena banyak disambi2.

Hari ini sekitar saya dipenuhi dengan orang2 bersemangat yang bergerak untuk melawan covid19. Syukurlah masih banyak warga yang rela membantu dengan ikhlas tanpa pamrih.

Oh iya, bunga bougenville silangan yang saya adopsi dari rumah @kebunnyabinarbumi berbunga untuk pertama kalinya! Bunganya warna magenta cantik sekali.





Hanya itu yang bisa saya ceritakan untuk hari ini. Rasanya mata udah sepet banget karena ngantuk. Hari ini aktivitasnya banyak menguras energi.



Anyway, I hope you are all doing well, hope you have food for yourselves and your families, and more importantly I hope you're staying indoors and keeping safe.


Friday, April 3, 2020

Hari Ke-18 #dirumahaja

Hari ini tidak banyak yang bisa saya kerjakan. Kakak masih demam, tapi alhamdulillah mulai sore tadi sudah mereda. Alhamdulillah makannya tidak susah, minumnya banyak dan terus saya target asupan cairannya. Mudah-mudahan besok sudah sembuh. Semoga kita semua tetap sehat, apalagi di masa2 seperti ini.

Salah satu ilustrasi @brenna_quinlan, ilustrator favorit saya. Never lose hope, dear friends.

Adik juga hari ini ada online learning, jadi saya harus fokus nungguin. Kalau nggak ditungguin, bisa kemana2, di tengah2 tanya jawab bisa ujug2 ngabur ambil mainan, ambil susu, atau cemilan 😅

Rajutan alhamdulillah nggak nambah2 😅 waktunya lebih banyak fokus ke anak2. Padahal sebenarnya saya sudah nggak sabaran untuk menyelesaikan sweater dan pindah kembali ke Sophie's Universe.

Tadi saya sempat keluar berbelanja, karena stok di rumah sudah banyak yang habis. Ampun, keluar belanja rasa mau main hunger games, rada tegang dan seragam lengkap sampai masker, hand sanitizer, tisu, dan tas belanja. Cepat2 belanja dan cepat2 pulang. Sampai rumah semua belanjaan langsung dijemur dan saya langsung mandi. Rasanya sangat rindu di masa2 bisa belanja dengan santai, wisata liat2 barang yang dijual sampai puas, dan nggak kepingin cuci tangan setiap 5 menit.


Hiburan hari ini: ngopi dan lihat2 kembang di kebon rumah. Karena nggak sempat lama merajut, ngopi dan menikmati tanaman sudah cukup menghibur. 




Kami harus mengingatkan diri untuk banyak2 bersyukur bahwa kami masih diberikan nikmat kesehatan, masih punya kesempatan wfh, masih memiliki tempat bernaung yang nyaman, masih punya makanan dan minuman yang cukup tanpa perlu kelaparan. Banyak orang2 di luar sana yang jauh lebih kesulitan dalam ujian pandemi ini.

Semoga ujian ini segera berlalu. Semoga Allah SWT sampaikan kita ke bulan Ramadhan.


Stay safe. Stay healthy. Stay at home save lives.


Thursday, April 2, 2020

Hari Ke-17 #dirumahaja

Sekarang saya harus mengingat-ingat dulu untuk tahu ini hari apa. Setelah aktivitas harian sekolah, bekerja, weekend, weekday semua terhenti, I've lost track of what day of the week it is. Jadi harus lihat hape dulu atau yang tadi itu, berhenti sejenak untuk mengingat-ingat.

Hari ini Kakak tidak enak badan, sedikit demam, jadi fokus saya adalah untuk merawat Kakak agar cepat pulih. Di masa2 seperti ini kesehatan menjadi hal yang sangat penting. Untungnya selera makan tidak terganggu, makan cukup banyak dengan nasi sop, minum obat dan banyak minum, dan malam ini demam sudah turun. Mudah2an besok bisa kembali sehat aamiin.



Semalam saya berhasil menyelesaikan Sophie's Universe Part 3, tapi kehabisan benang warna kuning untuk round berikutnya. Saya sudah memesan benang tambahan, dan sambil menunggu benang baru datang rasanya harus mulai menyelesaikan WIP lain (work in progress) yang dianggurin dari kemarin.



Salah satu WIP knitting saya adalah Super Simple Summer Sweater by Joji Locatelli. Ini proyekan knitting sweater pertama saya. Saya pilih waktu itu karena polanya diskon 😀 levelnya easy for beginner, dan pakai benang worsted yang kebetulan saya sudah punya.

Lumayan asyik juga mengerjakan sweater, saya sudah menyelesaikan body dan satu lengan. Lengan sebelahnya lagi sudah separo. Jadi sebetulnya hanya tinggal sedikittt lagi proyekan ini selesai. Lalu muncullah pandemi ini. Mood lumayan hilang tersapu angin 😅 dan untuk menterapi diri sendiri akhirnya saya memulai proyekan baru lagi yang fokus di main warna.

Yang pertama tas (tempo hari sudah diposting), dan yang kedua ya Sophie's Universe ini. The state of the world needs brighter colors. Jadi dianggurkanlah WIP sweater ini di pojokan karena saya sibuk dengan proyekan baru. Sekarang karena mood sudah lebih baik, rasanya sudah waktunya meneruskan WIP lama.




Beberapa ilustrasi @byputy yang diambil dari bukunya Happiness is Homemade, as Puty said "... about a book that reminds us of simple happiness, little daily things that we tend to overlook and take for granted" 





Ilustrasi permakultur oleh @brenna_quinlan, saya menyukai ilustrasi2nya yang banyak berisi gaya hidup ramah lingkungan, kembali ke alam dan meminimalkan waste dalam keseharian

Walaupun saya mengambil jarak dengan sosial media dan berita secara umum, tapi saya masih mengikuti platform sosmed yang khusus membahas hobi dan minat. Ada beberapa akun favorit saya. Tentunya yang dibahas nggak jauh2 dari crochet, knitting, gardening, simple living, cooking, dan ilustrastrator yang banyak membuat karya lucu2 yang memotivasi. Beberapa ilustrator favorit saya adalah @byputy dan @brenna_quinlan. Beberapa karyanya saya sertakan di atas.



Saya yakin bahwa pandemi ini pasti berlalu. Perlu waktu, tapi pasti akan berlalu. Until then, let's all do our part, stay home, stay safe and keep praying.